Global News Indonesia
Menu
Kemenkop dan UKM Targetkan Beri Bantuan Dana pada 2.500 WP di 2019 - 60 Persen dari Rp 140 Triliun Untuk Sektor Produktif, Tantangan Bagi Penyalur KUR 2019 - BNI Nikmati Peningkatan Transaksi e-Channel - Pekerja MInyak Asal Minang, Buka Warung Padang "Rendang and Co" di AS - Industri Kreatif Perfilman Kini MUlai Berbadan Hukum Koperasi - Presiden Pimpin Gerakan Kawal Musim Tanam OKMAR 2018/2019 di Garut, Jawa Barat - LPDB KUMKM Siap Menyalurkan Dana ke Lembaga Keuangan Desa - ​ Kemenkop dan UKM Masih Layani Pendaftaran Koperasi Baru Sampai 1 Maret 2019 - BNI Dukung Program Wirausaha bagi Pensiunan Peserta Taspen - Gerakan Koperasi Pertanyakan Soal Dekopin , Pembahasan RUU Koperasi Segera Dirampungkan

Ketum INSA Jhonson W Sutjipto: Industri Pelayaran 2017 Masih Hadapi Tantangan Berat

Desember 8, 2016 | ekbis
Ketum INSA Jhonson W Sutjipto (tengah) dan anggota INSA dalam evaluasi akhir tahun 2016, di Jakarta Kamis (8/12)

Ketum INSA Jhonson W Sutjipto (tengah) dan anggota INSA dalam evaluasi akhir tahun 2016, di Jakarta Kamis (8/12)

JAKARTA: (globalnews.id) – Indonesian National Shipowners Association (INSA) menggelar rapat akhir tahun INSA 2016 dalam rangka mengevaluasi program-program dan advokasi-advokasi yang belum terlaksana dan mencari solusi-solusi dari permasalahan yang ada dialami anggota dan menentukan strategi dalam menatap tahun 2017.

“Dalam rapat akhir tahun ini dihadiri oleh seluruh struktur organisasi INSA terdiri dari 6 waketum, dan belasan ketua bidang yang terkait dengan bidang-bidang operasional maupun non operasional. Mereka akan nelakukan diskusi melalui grup-grup diskusi untuk berembug dan menyusun beberapa program kedepan yang belum terselesaikan dan mengantisipasi permasalahan-permasalahan yang timbul terkait dengan regulasi-regulasi yang ada.” ungkap  Ketua Umum INSA Jhonson W Sutjipto disela Rapat Akhir Tahun INSA di Jakarta, Kamis (8/12/2016).

Menurut Jhonson, saat ini pihaknya merasa ada ketidak harmonisan antara regulasi baik peraturan yang ada dengan implementasi di lapangan,”kita terus melakukan sosialisasi terhadap seluruh anggota terkait peraturan-peraturan yang ada, termasuk masalah perpajakan.” Tutur Jhonson.Johnson menjelaskan, bahwa situasi sekarang memang sangat berat bagi para anggota INSA, bahkan Rapat Akhir Tahun diselenggarakan dengn cara yang sederhana,

Kondisi pelemahan ekonomi global yang ditandai dengan mergernya perusahaan-perusahaan pelayaran besar internasional di Singapura, China, Jepang dan lainnya menjadi gambaran kritisnya perekonomian.”Perusahaan-perusahaan pelayaran dalam negeri, banyak kapal-kapalnya yang tidak beroperasi, selain karena diberlakukannya miratorium ekspor angkutan curah minerba, melemahnya ekspor batubara dari 1000 tambang kini yang beroperasi cuma 100 juga ada dampak dari penghentian reklamasi, semakin membuat kritis kondisi pelayaran nasional karena ada ketidak stabilan dan keberlanjutan.” Jelas Jhonson.

Ketua Umum INSA Jhonson W Sutjipto menambahkan bahwa pihaknya optimis akan ada perbaikan di tahun 2017, dengan terus melakukan advokasi terhadap sejumlah regulasi atau peraturanyang dianggap menghambat dan memberatkan pengusaha. “Kami menemukan beberapa regulasi yang standarnya cenderung lebih tinggi dari standar internasional, seperti PP No 15/2016 tentang PNBP, namun kami melihat pak Menhub mengatakan sudah setuju untuk mereview beberapa peraturan.” tambah Jhonson. (jef)

 

Related For Ketum INSA Jhonson W Sutjipto: Industri Pelayaran 2017 Masih Hadapi Tantangan Berat