Global News Indonesia
Menu
Perkuat Bisnis di Pelabuhan, BNI Berikan Port Service Financing untuk Pengguna Jasa Pelindo III - Dorong Ekspor RI, BNI Salurkan Pinjaman Berdenominasi Yen - Dukungan Total BNI Terhadap Asian Games 2018, Awali Kirab Obor dari Titik Nol Yogyakarta - Koperasi Kultura Kalamansi Bengkulu Kembangkan Sirup Jeruk Jadi Produk Unggulan - SEMESTER I /2018 KREDIT BANK BTN TUMBUH 19,14% - Semester I Tahun 2018, Laba Bersih BNI Tumbuh 16,0% - KUD Koto Salak Dharmaraya,Tak Hanya Perekonomian Saja, Namun Juga Berkontribusi pada Sosial Budaya  - Koperasi Harus Sejahterakan Anggota - Rakortas Kemenkop dan UKM, Temanya Masih Seputar Koordinasi Pusat Daerah - Primkop Kartika Widya Sejahtera, Berikan Manfaat bagi Masyarakat di Banjarbaru Kalsel

Kewirausahaan Berdasarkan Kemanusiaaan Makin Relevan bagi UMKM

Juni 28, 2018 | koperasi dan ukm

JAKARTA: (Globalnews.id)-  Dunia UMKM dan kewirausahaan, kini semakin akrab saja dengan media sosial sebagai sarana promosi dan pemasaran. Namun akan banyak  dampak negatifnya jika penggunaan teknologi informasi sebagai sarana bisnis, tidak diimbangi  dengan rambu-rambu.

“Karena itu ditengah situasi dunia yang makin padat teknologi khususnya di media sosial, konsep kewirausahaan berdasarkan kemanusiaan iatau humane entrepreneurship,  sangat relevan dengan situasi dunia saat  ini.  Apalagi dengan kondisi Indonesia yang memang punya Sila Kedua yaitu Kemanusiaan yang Adil dan Beradab dalam Dasar Negara Pancasila,” ujar President  ICSB (International  Council for Small Business)   Indonesia, yang juga President  ACSB (Asia Council for Small Business), Hermawan Kartajaya, dalam peringatakan hari UMKM Internasional, di Jakarta, Rabu (27/5).

Hadir dalam acara itu Sekretaris Kemenkop dan UKM Meliadi Sembiring, Duta Koperasi Dwi Motik Pramono, pemerhati UMKM maupun pelaku UMKM.  Peringatan hari UMKM Internasional itu juga dilakukan di sejumlah daerah yang  pada 27 Juni 2018 tidak menggelar Pilkada seperti  Banda Aceh, Manado, Jogyakarta, Bandung dan Makassar dan Pontianak.

“ Karena itulah, pada peringatan Hari UMKM Internasional yang dirayakan di Indonesia untuk pertama kalinya tahun ini, ICSB Indonesia menetapkan tema utama: “Humane Entrepreneurship for Better Indonesia”,  atau kewirausahaan berdsarkan kemanusiaan untuk Indonesia yang lebih baik,’ ujar Hermawan.

Hermawan yang juga Founder dan Chairman Markplus Inc ini  menjelaskan, Kali ini, karena bertepatan dengan Pilkada  diberbagai kota, maka Hari UMKM Internasional 2018 hanya diselenggarakan di sejumlah daerah seperti Jakarta, Yogyakarta, Manado dan Banda Aceh. “Mulai tahun depan, dengan dukungan Kementerian KUKM dan  pengurus ICSB di 34 Propinsi , diharapkan Hari UMKM Internasional akan di peringatan secara luas diseluruh Nusantara,” ujarnya..

Inisiatif Indonesia

Terkait hari UMKM Internasional yang disahkan oleh PBB, Hermawan menjelaskan hal itu tak lepas dari inisiatif Indonesia pada 2016, tepatnya tanggal 16 Juni 2016, dimana Menteri KUKM RI AAGN Puspayoga berpidato di Markas PBB, New York, Amerika Serikat bersama enam Menteri dari negara lain sebagai inisiator Hari  UMKM Internasional.Setahun kemudian, Sidang Umum PBB menetapkan tanggal 27 Juni sebagai UN-MSME Day atau United Nations-Micro and Small Medium Enterprise Day.

Perayaan pertama kalinya yang bersifat global dilakukan bersamaan dengan ICSB World Conference ke-62 yang diselenggarakan tanggal  27 Juni – 1 Juli 2017 di Buenos Aires, Argentina.

ICSB atau International Council for Small Business adalah organisasi global yang memperjuangkan hal ini di PBB sejak beberapa tahun lalu. ICSB sendiri didirikan di Washington DC, tepatnya di George Washington University pada tahun 1955.

Pada saat ini, ICSB sudah terwakili di 85 negara termasuk Indonesia. ICSB mempunyai Empat Pilar yaitu Academicians, Researchers, Business Practitioners, Policy Makers yang diharapkan dapat terus mengembangkan UMKM dan semangat Ke – Wirausahaan di seluruh dunia.

Hal ini makin relevan dengan perkembangan  ekonomi Global maupun Digital yang menimbulkan ketidakpastian dimana mana. Pada saat ini, Indonesia dipercaya menjadi President of ACSB atau Asia Council for Small Business-Kaukus Asia dari ICSB yang terdiri dari 11 negara. Salah satu Konsep penting yang diperjuangkan oleh ACSB sampai ke tingkat Global adalah Humane Entrepreneurship – inisiatif Prof Kim Kichan dari Korea, President  ICSB tahun 2015-2016. (jef)

Related For Kewirausahaan Berdasarkan Kemanusiaaan Makin Relevan bagi UMKM