Menu
24 Ribu Penumpang Terima Vaksinasi di Sentra Vaksinasi 15 Bandara Angkasa Pura I - Percepat Target Herd Immunity, BSI Gelar Vaksinasi Masjid ke Masjid - MenkopUKM: Transformasi Digital, Solusi Bagi UMKM yang Terdampak PPKM - ASDP Salurkan Bantuan 2000 Paket Sembako untuk Pengemudi Ojol di 4 Kota - Respons PPKM KemenkopUKM Terus Salurkan BPUM Tahap 2 - MenkopUKM: Kolaborasi Berbagai Pihak, Kunci Selamatkan UMKM di Masa Pandemi - ASDP Raih Pendapatan 1,69 Triliun dan Cetak Laba 147 Miliar di Semester I - 2021 - KPLP EVAKUASI JENAZAH ABK WNI YANG MENINGGAL SAAT BEKERJA DI KAPAL IKAN BERBENDERA CINA - BSI Lakukan Auto Migrasi Untuk Nasabah ex-BRIS - PELNI Siapkan Kapal Jadi Tempat Isolasi Khusus OTG Covid-19

Kisah Agen46 Dipelosok, Sentuhan Perbankan di Ujung Utara Indonesia

Februari 4, 2021 | ekbis


Nasabah sedang melakukan setor tunai di Agen46 milik Catur Wulan Sari di Melonguane, Kepulauan Talaud, Sulawesi Utara, awal tahun ini.

Sebagai negara kepulauan, bentuk geografis Indonesia didominasi oleh laut. Hal tersebut menjadi tantangan tersendiri bagi perbankan untuk dapat menjangkau serta melayani nasabah yang tinggal di kepulauan.

Pulau Melonguane merupakan bagian dari Kepulauan Talaud di Sulawesi Utara. Perjalanan menuju pulau tersebut membutuhkan satu setengah jam menggunakan pesawat terbang dan 13 jam menggunakan kapal laut dari Kota Manado. Untuk meningkatkan literasi keuangan dan memberikan layanan perbankan yang optimal bagi masyarakat, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk telah memiliki Agen Lakupandai atau Agen46 yang beroperasi di sana.

Agen46 tersebut dikelola oleh Catur Wulan Sari. Dirinya merupakan pemilik kios sembako yang telah bergabung menjadi Agen46 sejak 3 tahun yang lalu. Kehadiran Agen46 yang dikelolanya memberikan banyak kemudahan transaksi seperti pembukaan rekening, tarik/setor tunai, transfer BNI, transfer antar bank, berbagai pembayaran tagihan, pembelian, asuransi mikro, hingga referral Kredit Usaha Rakyat (KUR) bagi masyarakat di Pulau Melonguane.

“Keluarga saya telah lama menjadi nasabah BNI. Setelah saya menikah dengan suami saya dan menetap di sini, kami pun membuka kios sembako yang kemudian dijadikan Agen46. Usaha kami pun semakin maju dan berkembang karena lebih banyak orang yang mengunjungi kios ini, baik untuk berbelanja ataupun bertransaksi,” ujar Wulan saat ditemui di Melonguane, Kepulauan Talaud, Sulawesi Utara, awal tahun ini.

Sebelum kiosnya menjadi Agen46, masyarakat Melonguane masih banyak menggunakan uang tunai sebagai alat transaksi baik transaksi pribadi maupun transaksi usaha. Kini, masyarakat tidak perlu lagi bepergian antar pulau dengan membawa uang tunai dalam jumlah besar hanya untuk berbelanja.

“Masyarakat menjadi semakin antusias untuk menabung di bank. Masyarakat yang baru saja mendapatkan uang dari hasil penjualan dagangan dapat dengan mudah menyetorkannya ke BNI melalui kios saya ini. Dengan menjadi Agen46 ini, saya juga dapat meningkatkan taraf ekonomi keluarga dan berkontribusi secara sosial di tengah-tengah masyarakat,” ujar Wulan.

“Masyarakat Melonguane juga tidak perlu khawatir tentang layanan perbankan selama Libur Natal dan Tahun Baru 2021. Kiosnya akan tetap buka untuk melayani transaksi masyarakat yang sedang menikmati masa liburannya, termasuk masyarakat yang pulang kampung dari daerah perantauannya,” ujarnya.

Sampai dengan November 2020, sudah terdapat lebih dari 165 ribu Agen46 yang tersebar di seluruh Indonesia.

BNI juga menghimbau masyarakat untuk dapat waspada terhadap segala bentuk penipuan investasi dana yang mengatasnamakan Agen46. Apabila mendapatkan informasi yang mencurigakan, silakan mengunjungi Kantor Cabang BNI terdekat atau menghubungi BNI Call 1500046.(Jef)

tags: ,

Related For Kisah Agen46 Dipelosok, Sentuhan Perbankan di Ujung Utara Indonesia