Global News Indonesia
Menu
Kawal Musim Tanam 2018/2019, BNI & Kementan Kini Garap Bumi Borneo - BNI Kembali Wujudkan Turnamen Pro-Am Indonesian Masters 2018 - LPDB Siap Dukung Lahirnya Wirausaha Pemula - HUT KPR KE-42 MOMENTUM BTN AJAK MILENIAL MENGAMBIL PERAN - Menteri Puspayoga Harapkan ICSB Lahirkan UKM Eksportir - Industri Asuransi Jiwa Tetap Miliki Prospek Pertumbuhan yang Meningkat di 2018 - Bintang Puspayoga Tinjau Palu dan Salurkan Bantuan Pasca-Bencana - Tumbuhkan Kecintaan pada Dunia Penerbangan, DitjenHubud Adakan Aviation Goes To School - Lanjutan Gerakan Kawal Musim Tanam OKMAR 2018/2019 BNI Garap Jember - Sambut Nataru 2018 Ada Mudik Gratis dan Kereta Api Tambahan

Koperasi dan BMT Bisa Jadi Penyalur, Kredit UMI Sasar 40 Juta UKM yang Tak Terjangkau KUR

Februari 27, 2017 | koperasi dan ukm

ambon

Menteri Puspayoga bersama Ketua PP Muhammadiyah Haedar Nashir, Menteri Agraria dan Tata Ruang, Sofyan Djalil dan Wakil Menteri Keuangan Mardiasmo, saat melakukan Penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) kredit Ultra Mikro, pada Tanwir Muhammadiyah yang dibuka Presiden RI Joko Widodo di Ambon, Jum’at.(24/2/2017)

AMBON :(Globalnews)-Kredit atau pembiayaan Ultra Mikro (UMI) akan menyasar pengusaha mikro yang belum layak mendapat kredit bank /unbankable,  yang selama ini tidak terjangkau Kredit.Usaha Kecil (KUR).”Pembiayaan ini kita sebut pembiayaan atau.kredit UMI yang diperuntukkan bagi UMKM yg benar benar kecil, jumlahnya sangat banyak karena dari 59 juta pengusaha UMKM, baru 17 juta yang bisa tergarap KUR,” ujar Wamenkeu Mardiasmo, usai melakukan MoU dengan Menkop dan UKM Puspayoga, Ketua PP Muhamadiyah Haedar Nashir, Sekjen Kominfo, Farida Dwi Cahyarin, di sela Tanwir Muhammadiyah di Ambon, Jumat (24/2).

Mardiasmo menjelaskan, plafon pembiayaannya berkisar Rp 2 -10 juta, dimana pemerintah mengalokasikan Rp 1,5 triliun untuk kredit UMI ini.Lembaga yang menyalurkan nantinya adalah LKBB (Lembaga Keuangan Bukan Bank-red), yang ditunjuk,  sehingga  koperasi, pegadaian maupun BMT (Baitul Mal Wal Tamwil) seperti yang dimiliki Muhammadiyah bisa menyalurkannya.

Skim.pembiayaan ini melengkapi KUR 2017.yang dialokasikan seneaar Rp.110 triliun. ” Dari jumlah, pembiayaan UMI ini relatif.kecil dibanding sasarannya yang 39 sampai 40 juta pengusaha super kecil itu, .namun ini merupakan uji coba dan akan terus ditambah plafonnya,” katanya.

Nantinya apengusaha mikro yanh mendapat kredit UMI ini diminta fokus.aja pada usahanya. Sementara soal pembuatan proposal, pelatihan dll akan diurus Kementerian yang menandatangani kerjasama ini.Menurut Mardiasmo pembiayaan UMI ini nantinya berupa dana bergulir, dimana tingkat kredit macet akan bisa ditekan bahkan sampai nol persen.

Suku Bunga KUR

Menkop Puspayoga menambahkan  pemberian kredit UMI tersebut saling melengkapi dengan KUR yang saat ini penyalurannya akan ditingkatkan dan lebih fokus untuk menyasar sektor produktif.”Keduanya merupakan prrgram unggulan pemerintah agar ada keadilan dan ada pemerataan dalam pertumbuham ekonomi khususnya bagi pengusaha kecil,” katanya.Untuk suku bunga kredit UMI di rencanakan relatif rendah hanya 4,5 persen dengan jangka waktu lebih pendek atau sekitar 6 bulan.

Untuk suku bunga KUR Menkop mengatakan meski sudah dibawah satu digit, namun pemerintah akan mengupayakan lagi penurunan suku bunga KUR menjadi 7 persen.
” Itu sedang diupayakan,” kata Puspayoga.”
Sementara Ketua PP Muhammadiyah Haedar Nashir menambahkan pihaknya menyambut baik adanya pembiayaaan UMI ini, mengingat masih banyakya pengusaha kecil termasuk di lingkungan Muhamadiyah yang belum mampu mendapatkan  akses ke.perbankan ” Isinya baik, manfaat dan mudah, itu yang saya tangkap dari kredit UMI ini,” katanya

Untuk pengawasan terhadap kredii UMI,  “Muhammadiyah juga punya LPPK (Lembaga Pengawas dan Pemeriksa Keuangan-red), sehingga jika terjadi kecurangan bisa terdeteksi cepat,”tambahnya. (jef)

Related For Koperasi dan BMT Bisa Jadi Penyalur, Kredit UMI Sasar 40 Juta UKM yang Tak Terjangkau KUR