Menu
Dukung Penanganan Covid-19, Bank DKI Ajak Warga DKI Jakarta Berdonasi Melalui Bank DKI Peduli - BNI Syariah Catat Transaksi Mobile Banking Selama COVID-19 Naik Signifikan - LPDB-KUMKM Beri Pinjaman Rp50 M Bantu UMKM Mitra Kospin Jasa di Masa Pandemi Corona - Kemenkop dan UKM Ajak KUMKM Indonesia Produksi Masker Kain - Berharap Warga DKI dan Daerah Lain Segera Hidup Normal dan Sehat,DRD DKI Dukung Kebijakan Gubernur Anies Berlakukan PSBB di Jakarta - Kemenkop dan UKM Lakukan Pelantikan Pejabat Sesuai Protokol Covid-19 - Pemulihan Ekonomi Nasional Sangat Bergantung Pada Keberhasilan Pencegahan Covid 19 - Laba Bersih BNI Februari 2020 Meningkat 22,3% Jadi Rp 2,58 Triliun - Ringankan Beban Masyarakat, BNI Syariah Salurkan Bantuan 5,7 Ton Beras ke Ojek Online dan Pedagang - Menkop dan UKM Harap 8 Langkah Mitigasi Bisa Bawa Dampak Ekonomi Positif bagi Pelaku KUMKM

Koperasi Jadi Agregator Produksi Sagu di Kep Meranti Riau

Maret 15, 2020 | koperasi dan ukm

RIAU:(GLOBALNEWS.ID)- Kementerian Koperasi dan UKM menyerahkan SK Koperasi Produsen Sentra Sagu Terpadu, di sela-sela rangkaian acara Festival Sagu Nusantara, di Linau Kuning, Sungai Tohor, Tebing Tinggi, Kabupaten Kepulauan Meranti, Provinsi Riau, Sabtu (14/3).

“Semoga pengelolaan sagu oleh masyarakat Kepulauan Meranti akan semakin baik dengan adanya kelembagaan koperasi”, ucap Staf Khusus Menteri Koperasi dan UKM M Riza Damanik, usai menyerahkan SK tersebut kepada Ketua Koperasi Koperasi Produsen Sentra Sagu Terpadu Abdul Manan.

Menurut Riza, peran koperasi disini sebagai agregator. “Sehingga, kegiatan persaguan masyarakat menjadi lebih berskala ekonomi dan memiliki nilai tambah,” tandas Riza.

Dalam kesempatan yang sama, Deputi Bidang Produksi dan Pemasaran Kementerian Koperasi dan UKM Victoria br Simanungkalit menambahkan, pihaknya mempunyai perhatian terhadap sagu sebagai andalan pangan, sekaligus menjadi komoditi strategis yang memiliki nilai kearifan lokal.

“Sebanyak 80 persen sagu nasional berasal dari Kepulauan Meranti, sehingga sagu menjadi sumber ekonomi utama bagi masyarakat disana”, ucap Victoria.

Sementara Wakil Bupati Kepulauan Meranti H Said Hasyim menekankan bahwa melestarikan peradaban ekologi sagu pada hutan gambut penting untuk dilakukan. “Apalagi, saat musim kemarau, sagu bisa menjadi solusi tepat mencegah karhutla di lahan gambut”, ungkap Bupati.

Hadir dalam pertemuan tersebut diantaranya, Dirjen Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan Kementerian KLHK Karliansyah, Staf Khusus Menteri KLHK Hani Adiyanti, Deputi IV, Badan Restorasi Gambut Haris Gunawan, Dandim OPD Kabupaten Kepulauan Meranti Makmun Murod, Kadis Perindagkop dan UKM Kabupaten Kepulauan Meranti M Aza Faroni, serta Founder Sekolah Ekologi Indonesia Tarmizi Alba.(jef)

Related For Koperasi Jadi Agregator Produksi Sagu di Kep Meranti Riau