Menu
Firman Rendi: Banpres Produktif Merupakan Energi Baru Bagi Usaha Saya - 36 Perusahaan Raih Predikat Best Insurance 2020 - LPDB-KUMKM Amankan Uang Negara Senilai Rp6,8 Miliar - Ekosistem Digital Bantu Percepatan Penanganan Covid-19 - MenkopUKM Perkuat Kemitraan Koperasi Dengan TaniHub Dalam Menyerap Hasil Pertanian - MenkopUKM Resmikan Logo Baru LPDB, Wujudkan Layanan Berkualitas - MenkopUKM: Transformasi Digital Koperasi Harus Dipercepat - Optimalkan Pemulihan Perekonomian Masyarakat Melalui Dana Bergulir, LPDB-KUMKM Gandeng Kejari Kota Bandung - MenkopUKM Dorong Petani Bangun Korporatisasi Petani Melalui Koperasi - KemenkopUKM: Banpres Produktif Harus Tepat Sasaran, Pencairan dan Pemanfaatan

Koperasi Jadi Agregator Produksi Sagu di Kep Meranti Riau

Maret 15, 2020 | koperasi dan ukm

RIAU:(GLOBALNEWS.ID)- Kementerian Koperasi dan UKM menyerahkan SK Koperasi Produsen Sentra Sagu Terpadu, di sela-sela rangkaian acara Festival Sagu Nusantara, di Linau Kuning, Sungai Tohor, Tebing Tinggi, Kabupaten Kepulauan Meranti, Provinsi Riau, Sabtu (14/3).

“Semoga pengelolaan sagu oleh masyarakat Kepulauan Meranti akan semakin baik dengan adanya kelembagaan koperasi”, ucap Staf Khusus Menteri Koperasi dan UKM M Riza Damanik, usai menyerahkan SK tersebut kepada Ketua Koperasi Koperasi Produsen Sentra Sagu Terpadu Abdul Manan.

Menurut Riza, peran koperasi disini sebagai agregator. “Sehingga, kegiatan persaguan masyarakat menjadi lebih berskala ekonomi dan memiliki nilai tambah,” tandas Riza.

Dalam kesempatan yang sama, Deputi Bidang Produksi dan Pemasaran Kementerian Koperasi dan UKM Victoria br Simanungkalit menambahkan, pihaknya mempunyai perhatian terhadap sagu sebagai andalan pangan, sekaligus menjadi komoditi strategis yang memiliki nilai kearifan lokal.

“Sebanyak 80 persen sagu nasional berasal dari Kepulauan Meranti, sehingga sagu menjadi sumber ekonomi utama bagi masyarakat disana”, ucap Victoria.

Sementara Wakil Bupati Kepulauan Meranti H Said Hasyim menekankan bahwa melestarikan peradaban ekologi sagu pada hutan gambut penting untuk dilakukan. “Apalagi, saat musim kemarau, sagu bisa menjadi solusi tepat mencegah karhutla di lahan gambut”, ungkap Bupati.

Hadir dalam pertemuan tersebut diantaranya, Dirjen Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan Kementerian KLHK Karliansyah, Staf Khusus Menteri KLHK Hani Adiyanti, Deputi IV, Badan Restorasi Gambut Haris Gunawan, Dandim OPD Kabupaten Kepulauan Meranti Makmun Murod, Kadis Perindagkop dan UKM Kabupaten Kepulauan Meranti M Aza Faroni, serta Founder Sekolah Ekologi Indonesia Tarmizi Alba.(jef)

Related For Koperasi Jadi Agregator Produksi Sagu di Kep Meranti Riau