Global News Indonesia
Menu
BNI Dukung Peningkatan Ekspor Seafood ke Amerika Serikat - Melalui Wikikopi, Koperasi Edukarya Sediakan Sarana Ilmu Komoditas Pertanian - Koperasi Catra Gemilang, Wujudkan Impian Fotografer Candi Borobudur - Raih WTP,  Kemenkop dan UKM Terus Tingkatkan Kualitas Pengelolaan Anggaran - Tingkat Kehadiran Pegawai Kemenkop dan UKM diatas 90,1 Persen Setelah Cuti Bersama Lebaran - Koperasi Mitra Malabar Jawa Barat Sukses Tembus Pasar Kopi Eropa - KOPERASI KERTA SEMAYA SAMANIYA​, Produsen Kakao Kelas Dunia - Kopwan Srikandi Purworejo Gandeng Korsel Kembangkan Pemasaran Gula Kristal Organik - Mudik Bareng BNI dengan Kereta, Wujudkan Mimpi 2.000 Pemudik - Dikonotasikan dengan Ekonomi Pinggiran, Koperasi Cermin Ekonomi Pancasila yang Belum Terwujud

Koperasi Petani Garam Idealnya Berperan Sebagai Penyangga Hasil Produksi Garam Rakyat

Oktober 11, 2018 | koperasi dan ukm

Jakarta:(Globalnews.id)-Deputi Bidang Restrukturisasi Usaha, Kementerian Koperasi dan UKM, Abdul Kadir Damanik mengungkapkan hampir di semua sentra produksi garam di Indonesia telah berdiri koperasi yang beranggotakan petani garam. Karena itu, menurut Damanik, koperasi petani garam idealnya berperan sebagai penyangga hasil produk garam rakyat.

“Koperasi merupakan wadah usaha bersama yang dibangun oleh kesamaan kepentingan usaha, dan sosial budaya,” kata Damanik dalam acara focus group discussion (FGD) dengan tema “Peluang dan Tantangan Koperasi Menjadi Pelaku Utama Industri Garam” di Jakarta, Kamis (11/10/2018).

Hadir dalam diskusi itu antara lain Direktur Industri Kimia Hulu Ditjen Industri Kimia, Tekstil, dan Aneka Kementerian Perindustrian Muhammad Khayam, Dirjen Pengelolaan Ruang Laut KKP Mohammad Abduh Nurhidayat, serta Kepala Biro Pembinaan dan Pengawasan SRG dan Pasar Lelang Bapeppti, Kementerian Perdagangan Retno Rukmawati.

“Petani garam membuat garam, hasilnya ditampung oleh koperasi dengan standar harga ekonomi yang layak. Kemudian koperasi membuat produksi garam olahan, baik untuk konsumsi maupun industri,” lanjut Damanik.

Meski begitu, kata Damanik, kondisi di lapangan koperasi petani garam terkendala dengan minimnya permodalan dan peralatan.

Untuk membantu koperasi dan para petani garam, sejak tahun 2016 pemerintah telah membangun 12 unit gudang garam nasional dengan kapasitas 2.000 ton, dilengkapi dengan berbagai peralatan pendukung untuk menampung dan menghasilkan garam yang berkualitas. Gudang garam nasional dioperasikan dengan menerapkan sistem resi gudang.

“Gudang garam nasional beserta peralatan tersebut dihibahkan kepada koperasi. Pemerintah (KKP) juga memberikan bantuan plastik pelapis tanah untuk meningkatkan mutu garam. KKP juga menggandeng PT Garam untuk membina petani garam anggota koperasi,” papar Damanik.

Untuk meningkatkan kualitas SDM, dan kelembagaan koperasi primer petani garam, pada 20 April 2018 lalu, KKP menginisiasi berdirinya Koperasi Sekunder Induk Garam Nasional (KSIGN) yang beranggotakan 1.630 orang dari 22 koperasi primer petani garam. Lahirnya KSIGN ini diharapkan membuka jalan koperasi sebagai produsen utama garam nasional, baik untuk kebutuhan konsumsi masyarakat, maupun industri.

Kebutuhan garam yang semakin meningkat, baik untuk konsumsi masyarakat, maupun industri merupakan peluang sekaligus tantangan bagi produsen garam dalam negeri, termasuk bagi koperasi petani garam. Dengan keberadaan koperasi sebagai wadah utama petani garam mendorong pemerintah memberikan dukungan penuh, sekaligus kesempatan bagi koperasi untuk menjadi salah satu pelaku utama dalam industri garam nasional.

“Semua hal tersebut menjadi peluang sekaligus tantangan yang harus dimanfaatkan oleh koperasi petani garam. Untuk itu, dalam acara FGD ini kita bahas lebih jauh tentang peluang dan tantangan bagi koperasi itu,” tutupnya (jef)

Related For Koperasi Petani Garam Idealnya Berperan Sebagai Penyangga Hasil Produksi Garam Rakyat