Global News Indonesia
Menu
NCD Perdana Bank DKI Oversubscribed 1,8 Kali, Kepercayaan Investor Tinggi - Menkop dan UKM Teten Dorong 3,5 Juta Warung Masuk dalam Wadah Ekosistem - Menkop dan UKM Teten Masduki Dorong Warung Tradisional untuk Bisa Survive dan Naik Kelas - Kemenkop dan UKM Dorong Pertumbuhan "One Pesantren One Product" - Menkop UKM Ajak ISMI Wujudkan UMKM Naik Kelas - Stafsus Presiden Siapkan Program Upskilling UMKM Anak Muda dan Kaum Ibu Meekar - Web Series 'Percaya Ini Rindu', Literasi Asuransi BRI Life di Medsos Sasar Generasi Milenial - Wujud Kepedulian Sosial, Mitratel Bangun Fasilitas Air Bersih di Sragen - Penilaian Juri dan Survei: BNI Perusahaan yang Sangat Dipercaya - Blibli Sinergi dengan Pemerintah Adakan Pelatihan UKM Naik Kelas

Koperasi Rurum Megai Olah Bahan Baku Lokal Jadi Produk Unggulan

Oktober 8, 2019 | koperasi dan ukm

NUNUKAN:(GLOBALNEWS.ID) – Koperasi Wanita Rurum Megai adalah gambaran perjuangan ekonomi perempuan-perempuan desa Liang Butan Long Bawan, Krayan, Kalimantan Utara. Lewat koperasi mereka menunjukkan kemampuan sebagai pengrajin yang mampu memproduksi kerajinan unggulan.

Koperasi yang berdiri sejak 2009 membina 25 pengrajin yang membuat tas, produk rotan dan bambu, tikar biru dan lainnya. Mereka cukup kreatif, ada sekitar 30 jenis produk yang mereka hasilkan. Uniknya kerajinan tersebut menggunakan bahan baku dari temar, bambu, akar pandan, daun pandan dan rotan yang berasal dari lingkungan sekitar.

Rego, Ketua Koperasi Wanita Rurum Megai mengatakan setiap bulan koperasi dapat menjual 500 buah produk ke berbagai daerah bahkan luar negeri.

“Produk-produk kerajinan koperasi kami jual ke Nunukan, Tanjung Selor, Tarakan, bahkan ke Malaysia, Limbang dan Brunei,” kata Rego.

Koperasi Rurum Megai yang berarti persatuan wanita pengrajin ini memiliki motto Bersama Koperasi Membuka Lapangan Usaha.

“Selain anggota koperasi membuat kerajinan, koperasi juga menampung kerajinan masyarakat di sekitar untuk dijual melalui koperasi,” urai Rego.

Rego mengatakan di tengah ketekunan dan semangat para pengrajin, kemampuan mereka masih sangat terbatas. Produk yang mereka buat masih dikerjakan manual sehingga prosesnya memakan waktu lama.

Ia berharap bantuan dari pemerintah untuk membeli alat-alat, seperti mesin jahit, mesin untuk raut rotan guna mempermudah dan meningkatkan kualitas produksi kerajinan.

“Selain itu,  kami membutuhkan modal untuk membeli resleting dan kain hitam untuk membuat tas,” kata Rego.(jef)

Related For Koperasi Rurum Megai Olah Bahan Baku Lokal Jadi Produk Unggulan