Global News Indonesia
Menu
Catatkan Kinerja Keuangan Positif, Bank DKI Raih 3 Penghargaan Sekaligus - Tutup Kirab Obor, Dirut BNI Turut Usung Obor sejauh 350 Meter - Pemerintah Akan Perkuat UMKM untuk Dorong Pertumbuhan Ekonomi - Angkasa Pura Logistik Kini Cashless dengan BNI - Wirausaha Indonesia Harus Mampu Adaptasi dengan Revolusi Industri 4.0 - Apotik Kimia Farma Kini Jadi Agen46 BNI - Asian Games 2018 Peluang Produk UMKM Masuk Pasar Internasional. - Dimulai di NTT, BNI Pionir Penyaluran KUR untuk Petani Garam - Kemenkop dan UKM Berikan Bantuan Bagi Penyuluh Koperasi Korban Gempa Lombok - Tingginya Arus Mutasi di Daerah Jadi Kendala Pembinaan ASN Perkoperasian

Koperasi Wadah Tepat bagi Pemberdayaan Perempuan

Juli 21, 2018 | koperasi dan ukm

BALIKPAPAN: (Globalnews.id)- Koperasi dinilai sangat tepat menjadi wadah untuk pemberdayaan perempuan. Sebab, dengan berkoperasi di harapkan perempuan dapat memberdayakan dirinya dan berusaha untuk mandiri, sekaligus sebagai salah satu cara untuk meningkatkan kualitas diri.

Hal itulah yang melatarbelakangi para perempuan yang tergabung dalam Unit Dharma Wanita Pertamina mendirikan sebuah koperasi yang diberi nama Koperasi Wanita Patra (KWP) di Balikpapan, Kalimantan Timur. Koperasi ini pertama berdiri tahun 1988 dengan jumlah anggota 99 orang.

Sejak berdiri tahun 1988, KWP telah mengalami tiga kali perubahan akta pendirian badan hukum. Pertama berdiri, 17 September 1988, pada 13 Februari 1995 mengalami perubahan, dan terakhir pada 9 Juni 2009.

Perubahan ini seiring dengan perkembangan zaman dan kian bertambahnya unit usahanya. Perubahan juga diiringi dengan pergantian para pengurus. Saat ini, KWP dipimpin oleh Eni Susilowati (ketua), Titik Retno Wulandari (wakil ketua 1), Mianny Agustina Kusmiary (wakil ketua II), dan Puji Rahayu sebagai sekretaris. Sementara, pengawas dijabat oleh Mahmudah.

Kini KWP memiliki empat bidang atau unit usaha, yang berkaitan dengan kegiatan PT Pertamina di wilayah itu. Usaha itu di antaranya, Warung Serba Ada atau Waserda, pengadaan, simpan pinjam, dan catering.

Untuk unit Waserda, kegiatannya yakni mengusahakan serta menyalurkan barang-barang kebutuhan pokok sehari-hari yang diperlukan oleh anggota, dan menyalurkan hasil produksi dari anggota kepada anggota.

Di bidang pengadaan, KWP tidak main-main, sebab usaha ini mengurus proyek yang sangat menjanjikan. Di antaranya, menyediakan barang-barang keperluan PT Pertamina RU (Refinery Unit) V Balikpapan, serta mengikuti tender pengadaan barang, khusus yang diperlukan Pertamina.

Di bidang simpan pinjam, KWP pun telah memiki usaha atau unit simpan pinjam. Di unit ini, KWP mewajibkan dan menggiatkan anggota untuk menyimpan pada koperasi secara teratur. Memberikan pinjaman kepada anggota untuk kepentingan yang bermanfaat.

Terakhir, usaha yang sangat berkembang dan menjadi tulang punggung KWP adalah usaha Catering. Di usaha ini, KWP menyediakan makan siang dan malam bagi pekerja shift PT Pertamina RU V, dan Menyediakan extrafooding bagi pekerja PT Pertamina RU V yang berada di wilayah Balikpapan.

Ketua KWP, Eni Susilowati yang akrab dipanggil Susi, saat ditemui di Dapur KWP, Balikpapan mengatakan bahwa usaha catering ini merupakan unit usaha paling menjanjikan, karena memiliki omzet terbesar dibanding usaha lainnya. Omzet rata-rata usaha catering ini per bulan mencapai 1,7 miliar rupiah. Sementara unit usaha Waserda hanya Rp500 hingga Rp600 juta per bulan, Perdagangan Rp200 juta, dan unit simpan pinjam sekitar Rp200 juta.

Dalam waktu dekat, KWP akan mengembangkan sayap usahanya restoran atau kafe yang berlokasi di sebuah apartemen yang dibangung oleh Pertamina. Selain itu, juga akan membuka unit simpan pinjam syariah.

Saat ini, jumlah karyawan KWP sebanyak 27 orang, dengan rincian 13 orang tenaga staf, dan 14 orang tenaga kontrak. Sementara jumlah anggotanya, memang tidak banyak, hanya sekitar 320 orang. “Jumlah anggota memang fluktuatif. Pada 2013 jumlah anggota sempat mencapai 500 orang, tetapi karena adanya rotasi atau perpindahan tempat kerja, saat ini hanya 320 orang,” jelas Susi.

Selain itu, sesuai Anggaran Dasar, untuk menjadi anggota KWP dibutuhkan syarat yang cukup selektif. Di antaranya, anggota harus istri dari pegawai Pertamain RU V, Pegawai Pertamina RU V dan anggota Khusus, dan sanggup melunasi simpanan pokok, serta peraturan perkoperasian yang lain.

Terkait modal koperasi, ia menjelaskan, modal KWP terdiri dari modal sendiri, dan modal pinjaman. Modal sendiri berasal dari simpanan pokok, simpanan wajib, dan cadangan. Sementara modal pinjaman berasal dari anggota berupa simpanan pokok sebesar Rp150.000, simpanan wajib Rp50.000, simpanan sukarela Rp40.000, dan administrasi anggota baru Rp10.000.


Lakukan Penyempurnaan

Sejak berdiri hingga saat ini, upaya peningkatan dan penyempurnaan penataan administrasi terus dilakukan. Ini dilakukan untuk mengimbangi laju perkembangan usaha-usaha koperasi, yang dari hari kehari dituntut untuk menyesuaikan dengan laju perkembangan usaha dan kegiatan ekonomi lainnya yang setiap hari terus berkembang.“Untuk memperoleh data yang akurat, sejak tahun 2010 KWP melengkapi sarana administrasi dengan komputerisasi,” katanya.

Sejak tahun 2016 sesuai anjuran dan tuntutan perkembangan usaha, maka pembukuan keuangan KWP dilaksanakan dengan sistem akuntansi koperasi. Dan mulai tahun 2017 mulai dibuat suatu sistem komputerisasi secara terintegrasi dan baru sebagian unit usaha yang sudah dioperasikan secara penuh, sedangkan unit usaha lain masih perlu perbaikan.

KWP juga telah melakukan berbagai kegiatan sosial. Di antaranya, pemberian santunan kematian bagi anggota, istri/suami dan anak anggota yang meninggal dunia. Mengunjungi anggota, istri/suami dan anak yang sakit di Rumah Sakit Pertamina Balikpapan. Memberikan paket lebaran. “Pendapatan yang diperoleh dari non operasional (bunga bank) digunakan untuk Coorporate Sosial Responsibility (CRS).

Sisa Hasil Usaha (SHU) yang dibagikan ke anggota pun terus mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. Pada tahun 2015 SHU yang dibagikan sebesar Rp956,7 juta, tahun 2016 naik menjadi Rp1,47 miliar, dan pada 2017 meningkat lagi menjadi Rp1,53 miliar.

Melihat perkembangan yang cukup menggembiarakan tersebut, pada peringatan Koperasi ke-71 tahun 2018, KWP menerima penghargaan koperasi konsumen berprestasi tingkat nasional.Penghargaan diserahkan oleh Menteri Koperasi dan UKM, AAGN Puspayoga dan diterima langsung oleh Ketua KWP, Eni Susilowati.

Susi mengaku bangga dengan penghargaan tersebut. Ia berharap dengan penghargaan ini makin memberi motivasi para pengurus koperasi untuk bekerja lebih baik lagi. “Kami berharap dengan penghargaan ini tingkat mutu pelayanan kami kepada anggota semakin baik, sehingga mampu mempertahankan bahkan meningkatkan omzet di seluruh unit usaha KWP,” pungkasnya. (dan)

Related For Koperasi Wadah Tepat bagi Pemberdayaan Perempuan