Global News Indonesia
Menu
Muslimpreneur Dinilai Cocok Bagi Wirausaha Baru Generasi Millenial - Terkait Dugaan Kecurangan di Berbagai TPS Saat Pemilu. APDI Minta KPU, Bawaslu,  DKPP serta Polri Berlaku Tegas - Pembangunan Bandara New Yogyakarta International Airport (NYIA) Gunakan Slipform Paver dari Wirtgen Group - Hindari Bentrok dan Perpecahan Bangsa. APDI Minta Masyarakat Tunggu Hasil Keputusan Real Count KPU - Sukses Masuki Pasar Pesantren, Koperasi Mantan Napi Terorisme Siap Rambah Pasar Online - Sektor Garam Rakyat pun Kini Berhak Mendapatkan KUR - Kemenkop dan UKM Gandeng Dekranas Tingkatkan Kualitas Produk Perajin UMKM - Kemenkop dan UKM Perkuat Ketahanan Bisnis KUKM Hadapi Bencana - Kopsis dan Kopma Bisa Jadi Laboratorium Tumbuhnya Koperasi dan Wirausaha Baru - Koperasi Masa Kini Tak Bisa Lagi Andalkan Bantuan Pemerintah

Lembaga Riset Nilai Program Kemenkop dan UKM Disambut Positif

Desember 27, 2017 | koperasi dan ukm

JAKARTA: (Globalnews.id)-Kementerian Koperasi dan UKM selama 2017 dinilai mendapat ekspose pemberitaan positif dari media massa secara nasional.  Isu-isu  terkait Kemenkop dan UKM dalam berita lebih menyoroti program kerja dan perkembangan sektor UKM, kewirausahaan, dan koperasi yang semakin menggeliat di tahun ini.

Demikian kesimpulan Intelligence Media Management (IMM) dari hasil monitoring pemberitaan secara nasional sepanjang tahun 2017, Selasa (26/12).

“Dalam analisis sistem Intelligence Media Management (IMM), terlihat bahwa aktivitas pemberitaan Kemenkop dan UKM sangat baik di tahun ini, dengan sentimen positif dan netral sebesar 88%,” kata Direktur Komunikasi Indonesia Indicator, Rustika Herlambang (22/12).

Rustika mengatakan  dengan menggunakan sistem Artificial Intelligence, seluruh data pemberitaan kementerian Kabinet Kerja dapat diamati. Rustika menyebutkan, tren sentimen positif dan netral terus menguat signifikan sejak tahun 2016.

Rustika juga mencatat semakin baiknya citra koperasi, dengan adanya Satgas Pengawas Koperasi, identifikasi koperasi nonaktif, dan penindakan bagi koperasi bodong.

Kemenkop dan UKM juga terpantau semakin mendekatkan diri kepada kalangan muda, yang menjadi penggiat industri kreatif serta wirausaha. Bahkan di media pun terpantau upaya Kemenkop dan UKM untuk mendekatkan koperasi dengan anak muda, melalui Koperasi Mahasiswa.

Tidak hanya media massa, GDILab juga melaporkan aktivitas Kemenkop dan UKM di media sosial mendapat respon positif dari netizen. Melalui akun @kemenkopukm, Kemenkop dan UKM berhasil mendekatkan diri kepada para pelaku UMKM dan para netizen lewat keaktifannya di media sosial: twitter, facebook, dan instagram.

Billy Boen, founder & CEO GDILab.com mengatakan dari pantauan Digital Marketing Report bulanan yang dilakukan oleh GDILab, @KemenkopUKM berhasil mendapatkan impression dan enggagement yang baik berkat postingan-postingannya yang bermanfaat untuk para pelaku UMKM dan netizen.

“Saya berharap  kegiatan Kemenkop dan UKM melalui media sosial bisa semakin bermanfaat bagi para pelaku UMKM dan netizen di seluruh pelosok nusantara dengan memberikan pelatihan yang tepat sasaran, termasuk pelatihan tentang media sosial sehingga mereka semua bisa “naik kelas”, kata Billy Boen.

Menanggapi hasil riset tersebut,  Bey Machmudin, Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media Sekretariat Presiden mengatakan sangat mengapresiasi upaya sosialisasi dan publikasi terkait KUKM dan wirausaha baru yang dilakukan oleh jajaran pemerintahan termasuk Kementerian Koperasi dan UKM, BUMN, dan berbagai pihak swasta yang lain.

Dia mengemukakan sangat diperlukan keterlibatan semua pihak dalam upaya pemberdayaan KUKM dan menumbuhkan wirausaha baru di Indonesia.

“Presiden saat ini mengajak semua pihak, khususnya generasi muda untuk berinovasi mencari peluang-peluang usaha dengan cara-cara yang baru dan berbeda untuk menumbuhkan kewirausahaan di Indonesia,” kata Bey.

Dikemukakan,  jumlah wirausaha di Indonesia masih rendah dibandingkan negara lain.  Menurut data World Bank, saat ini jumlah wirausaha di Indonesia hanya sekira 3,3 persen, sedangkan Singapura sebanyak 7 persen, Malaysia 5 persen, dan Thailand 4,5 persen.

Ke depan diharapkan sosialisasi, publikasi, dan upaya pemberdayaan KUKM dan penumbuhan wirausaha baru terus dilakukan sehingga kontribusi KUKM kepada PDB semakin tinggi dan rasio jumlah wirausaha di Indonesia semakin ideal.(jef)

 

 

Related For Lembaga Riset Nilai Program Kemenkop dan UKM Disambut Positif