Menu
Kemmbangkan Bisnis dan Konektivitas Logistik, Angkasa Pura Logistik Luncurkan Layanan _Air Freight_ - Kemenkop dan UKM Kembali Lakukan Rapid Test Covid-19 bagi ASN untuk Pastikan Kondisi Terakhir Menuju New Normal - BAKTI Kominfo Siapkan 2.000 Titik Akses Internet Hadapi New Normal - PWI Jaya dan BAKTI Kominfo Selenggarakan Webinar Terkait Akses Internet di Tengah Pendemik - BNI Syariah Salurkan Bantuan terkait COVID-19 ke RSKD Duren Sawit, Jakarta Timur - Pemerintah Alokasikan Rp4,967 triliun tambahan subsidi bunga untuk Relaksasi KUR bagi UMKM Terdampak COVID-19 - Lagi, Mitratel Sediakan 125.000 Porsi Makanan Gratis Hingga Akhir Tahun 2020 - Menkop dan UKM Teten Masduki Optinis Masih Ada Peluang Bagi UMKM di Tengah Covid-19 - Kemenkop-UKM Apresiasi Langkah OJK Tinjau Ulang Indikasi Penyimpangan oleh Koperasi - Kemenkop dan UKM Gandeng BUMN Pangan Perluas Program Warung Tetangga

LPDB Analisis Permohonan Pinjaman dari 55 Koperasi

Februari 4, 2020 | koperasi dan ukm

JAKARTA:(GLOBALNEWS.ID)-Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB) KUMKM mulai membidik koperasi-koperasi yang menjadi sasaran penyaluran dana bergulir. Hal ini menindaklanjuti instruksi Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki bahwa penyaluran dana bergulir dari LPDB hanya melalui koperasi.

Dirut LPDB-KUMKM Braman Setyo mengatakan sejak ada instruksi dari menteri, pihaknya aktif berkoordinasi dengan daerah untuk menginventarisasi koperasi-koperasi potensial yang akan dibiayai. Selain itu, LPDB juga menerima banyak proposal pengajuan pinjaman dari koperasi-koperasi di seluruh Indonesia.

“Sejak ada instruksi Menteri Koperasi dan UKM pada awal Januari 2020, kami langsung menginventarisasi koperasi-koperasi potensial dengan cara berkoordinasi dengan Dinas-Dinas Koperasi dan UKM. Dalam satu bulan terakhir ada 55 koperasi yang sedang kami analisis permohonan pinjamannya, terdiri dari 27 koperasi sektor riil dan 28 koperasi simpan pinjam,” kata Braman Setyo, Selasa (4/2).

Dari 55 koperasi tersebut total pengajuan pinjaman mencapai sebesar Rp861,25 miliar. Braman mengatakan LPDB akan menganalisa nilai pinjaman yang diajukan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Pada 2020, LPDB mendapat alokasi penyaluran dana bergulir Rp1,85 triliun. Menurut Braman, khusus untuk tahun ini sebesar Rp900 miliar masih harus disalurkan lewat lembaga non koperasi atau UMKM langsung. Hal ini ini merupakan kewajiban yang harus dipenuhi LPDB sebab sudah ada ikatan perjanjian sebelumnya dengan Lembaga non koperasi atau UMKM. “Pengajuan lembaga keuangan non koperasi itu kan bertahap, untuk tahun 2020 masih ada Rp900 miliar yang harus diselesaikan,” kata Braman.

Sebagai informasi, keputusan Menkop UKM agar penyaluran dana bergulir LPDB sepenuhnya lewat koperasi sebagai komitmen menumbuhkan koperasi khususnya koperasi sektor riil dan mendorong UMKM melakukan kegiatan usaha dalam wadah koperasi.(jef)

Related For LPDB Analisis Permohonan Pinjaman dari 55 Koperasi