Menu
KemenkopUKM Mendorong Penyaluran BPUM Mematuhi Protokol Kesehatan - MenkopUKM Dorong Pencetakan 500.000 Eksportir Baru - MenkopUKM Fokus Tingkatkan UMKM Dalam Ekosistem Digital - Respon Resuffle, Maluku Satu Hati dan JAMI Rekomendasikan Putra-Putri Terbaik Maluku - Wamenag Zainut Tauhid Sa'adi: Jozeph Paul Zhang Lukai Umat Islam - SesKemenkopUKM: Jadikan PLUT sebagai Center of Exellence KUMKM - Di usia ke 60 Tahun, Gubernur Anies Berharap Bank DKI Terus Berinovasi - SesmenkopUKM Dorong Sentra IKM Rendang Payakumbuh Jadi  Inkubasi Wirausaha dan Koperasi Modern - PPKL Dituntut Lebih Profesional Dalam Mendukung Terwujudnya Koperasi Modern - SesKemenkopUKM: Tidak Ada Pengurangan Jumlah Pelaku Usaha Formal dan Informal Hingga 30 Juta Orang

LPS Pertahankan Suku Bunga Penjaminan

Januari 12, 2017 | ekbis
Kepala Eksekutif LPS Faizi Ichsan

Kepala Eksekutif LPS Faizi Ichsan

JAKARTA(Globalnews,id)- Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) mempertahankan tingkat suku bunga penjaminan pada bank umum maupun bank prekreditan rakyat (BPR) baik dalam bentuk rupiah maupun valuta asing (valas).

Unttuk bank umum dalam bentuk rupiah suku bunga LPS mencapai 6,25 persen, untuk simpanan dalam valas di bank umum mencapai 0,75 persen. Sedangkan tingkat suku bunga di BPR dalam bentuk rupiah mencapai 8,75 persen.

“LPS mempertahankan tingkat suku bunga penjaminan pada bank umum maupun bank prekreditan rakyat (BPR) baik dalam bentuk rupiah maupun valuta asing (valas). Tingkat suku bunga ini mulai berlai pada tanggal 12 Januari- 15 Mei 2017,” kata Kepala Eksekutif LPS Fauzi Ichsan di Jakarta, Kamis (12/1).

Dikatakan, kondisi ekonomi makro dalam negeri saat ini masih stabil. Walaupun terdapat kenaikan bunga simpanan selama beberapa pekan terakhir yang mengindikasikan sedikit pengetatan likuiditas. Bahkan faktor eksternal juga perlu dicermati karena dapat berpengaruh kepada kondisi likuiditas.

“Selain kondisi dalam negeri,  faktor eksternal juga perlu dicermati karena dapat berpengaruh kepada kondisi likuiditas,” tegasnya.

Fauzi juga menegaskan, bila suku bunga simpan yang dijanjikan antar bank dengan nasabah penyimpan melebihi tingkat bunga LPS, maka simpanan nasabah  tersebut tidak dijamin oleh LPS.

Dijelaskan, dalam menjalankan usahanya, bank hendaknya memperhatikan kondisi likuiditas ke depan, untuk itu bank diharapkan dapat mematuhi ketentuan pengelolaan likuiditas perekonomian dari BI dan OJK.

Menyinggung tentang dampak kenaikan suku bunga The Fed pada kenaikan tingkat suku bunga di Indonesia baik oleh BI maupun dari LPS, Fauzi mengatakan, bila suku bunga The Fed dinaikkan, maka pengaruhnya ke tingkat suku bunga di Indonesia pasti akan berpengaruh walaupun sedikit.

Fauzi juga menjelaskan, bila The Fed menaikkan suku bunganya,  akan terjadi penguatan terhadap dolar AS, dan itu akan merugikan perekonomian Amerika Serikat sendiri.

Fauzi juga menegaskan, sebenarnya tidak ada alasan menaikkan suku bunga The Fed, karena suku bunga global masih stabil. Sehingga diperkirakan The tidak akan meningkatkan suku bunganya dalam 1-2 tahun ke depan.

“Kalau suku bunga The Fed naik, maka dolar AS akan menguat,  ini pukulan bagi ekonomi Amerika Serikat. Juga bisa dilihat selama suku bunga global masih stabil, tidak ada alasan suku bunga The Fed naik,” tegasnya. (jef)

Related For LPS Pertahankan Suku Bunga Penjaminan