Global News Indonesia
Menu
Kemenkop dan UKM Berharap Koperasi Menjelma Jadi Konglomerasi - Kemenkop dan UKM Rilis Skema Baru Penyaluran KUR - Mahasiswa dan Alumni Magister Kenotariatan Universitas Jambi Dapat Pembekalan Perkoperasian - BNI Cetak Laba Bersih Rp 13,62 Triliun Tumbuh 20,1% - Ketua DK OJK Wimboh Santoso Jadi Ketum MES 2017-2020 - Menteri Puspayoga Minta Koperasi Bisa Profesional Kelola Pasar Rakyat - Perum Jamkrindo Berikan Penjaminan Kredit Nasabah Bank Sultra - NPAK yang Terdaftar di SISMINBHKOP Baru 25 Persen - Koordinasi dengan Tim OK OC, Bank DKI Siap Dukung Program Pembangunan UMKM - Menkop dan UKM Optimis, Bukalapak Ajang UKM Naik Kelas

LPS Pertahankan Suku Bunga Penjaminan

January 12, 2017 | ekbis
Kepala Eksekutif LPS Faizi Ichsan

Kepala Eksekutif LPS Faizi Ichsan

JAKARTA(Globalnews,id)- Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) mempertahankan tingkat suku bunga penjaminan pada bank umum maupun bank prekreditan rakyat (BPR) baik dalam bentuk rupiah maupun valuta asing (valas).

Unttuk bank umum dalam bentuk rupiah suku bunga LPS mencapai 6,25 persen, untuk simpanan dalam valas di bank umum mencapai 0,75 persen. Sedangkan tingkat suku bunga di BPR dalam bentuk rupiah mencapai 8,75 persen.

“LPS mempertahankan tingkat suku bunga penjaminan pada bank umum maupun bank prekreditan rakyat (BPR) baik dalam bentuk rupiah maupun valuta asing (valas). Tingkat suku bunga ini mulai berlai pada tanggal 12 Januari- 15 Mei 2017,” kata Kepala Eksekutif LPS Fauzi Ichsan di Jakarta, Kamis (12/1).

Dikatakan, kondisi ekonomi makro dalam negeri saat ini masih stabil. Walaupun terdapat kenaikan bunga simpanan selama beberapa pekan terakhir yang mengindikasikan sedikit pengetatan likuiditas. Bahkan faktor eksternal juga perlu dicermati karena dapat berpengaruh kepada kondisi likuiditas.

“Selain kondisi dalam negeri,  faktor eksternal juga perlu dicermati karena dapat berpengaruh kepada kondisi likuiditas,” tegasnya.

Fauzi juga menegaskan, bila suku bunga simpan yang dijanjikan antar bank dengan nasabah penyimpan melebihi tingkat bunga LPS, maka simpanan nasabah  tersebut tidak dijamin oleh LPS.

Dijelaskan, dalam menjalankan usahanya, bank hendaknya memperhatikan kondisi likuiditas ke depan, untuk itu bank diharapkan dapat mematuhi ketentuan pengelolaan likuiditas perekonomian dari BI dan OJK.

Menyinggung tentang dampak kenaikan suku bunga The Fed pada kenaikan tingkat suku bunga di Indonesia baik oleh BI maupun dari LPS, Fauzi mengatakan, bila suku bunga The Fed dinaikkan, maka pengaruhnya ke tingkat suku bunga di Indonesia pasti akan berpengaruh walaupun sedikit.

Fauzi juga menjelaskan, bila The Fed menaikkan suku bunganya,  akan terjadi penguatan terhadap dolar AS, dan itu akan merugikan perekonomian Amerika Serikat sendiri.

Fauzi juga menegaskan, sebenarnya tidak ada alasan menaikkan suku bunga The Fed, karena suku bunga global masih stabil. Sehingga diperkirakan The tidak akan meningkatkan suku bunganya dalam 1-2 tahun ke depan.

“Kalau suku bunga The Fed naik, maka dolar AS akan menguat,  ini pukulan bagi ekonomi Amerika Serikat. Juga bisa dilihat selama suku bunga global masih stabil, tidak ada alasan suku bunga The Fed naik,” tegasnya. (jef)

Related For LPS Pertahankan Suku Bunga Penjaminan