Global News Indonesia
Menu
BNI Dukung Program Wirausaha bagi Pensiunan Peserta Taspen - Gerakan Koperasi Pertanyakan Soal Dekopin , Pembahasan RUU Koperasi Segera Dirampungkan - Barisan Prabowo Sandi: Melalui Pemilu Inginkan Perubahan, Kebijakan ke Depan Harus Berpihak pada Rakyat - Kemenkop dan UKM Diharapkan Fokus Pada Upaya Reformasi Total Koperasi - Kemenkop dan UKM Berharap Kemitraan dengan India mampu perkuat eksistensi UMKM Hadapi Revolusi Industri 4.0 - Jadi Entrepreneur Jangan Mudah Menyerah - Peroleh SMM ISO 9001:2015, Kini RTGS, Remitansi, dan Garansi Bank BNI Berstandar Dunia - 3,9 Juta Pelaku UMKM Nikmati KUR BRI Senilai Rp.80,2 Triliun di 2018 - Sukses Salurkan Rp 7,3 Triliun di 2018, BNI Kembali Salurkan Bansos PKH Non Tunai Tahun 2019 - Capai Pertumbuhan Remitansi Dua Digit Pada 2018, BNI Jadi Pioneer Go Live SWIFT GPI di Indonesia

Mampu Berikan Nilai Tambah Produk, Cikal Bakal Wirausaha

Februari 16, 2017 | koperasi dan ukm

ses

JAKARTA:(Globalnews.id)-Kemampuan memberikan nilai tambah pada suatu produk bisa menjadi cikal bakal tumbuhnya wirausaha. “Satu produk yang kreatif, unik, khas dan lain dari yang lain, itu sudah selangkah menuju wirausaha yang mandiri dan kreatif,” ujar Sekretaris Kemenkop dan UKM, Agus Muharram,  pada Seminar Kewirausahaan bertema Membangun Jiwa Wirausaha yang Kreatif dan Mandiri, di depan mahasiswa Uhamka, di Jakarta, Kamis (16/2).

Menurut Agus, mahasiswa dengan kapasitas keilmuannya memiliki modal kuat unruk mampu menciptakan produk-produk yang inovatif dan kreatif. “Karena itu saya mendorong mahasiswa untuk.berani tampil dengan krearifitas dan inovasinya,” tegasnya.

Sayangnya, minat menjadi  wirausaha di kalangam lulusan Perguruan Tinggi (PT) masih rendah. Berdasarkan data BPS, hanya 6,4 persen aja lulusan PT yang berminat jadi wirausaha. Ini lebih rendah dibanding minat wirausaha dari lulusan SLTA yang mencapai 22 persen.

Penumbuhan wirausaha ini penting mengingat daya tampung lapangan pekerjaan terbatas. Untuk pertumbuhan ekonomi sebesar 1 persen hanya akan menciptakan lapangan kerja.baru sebesar 300 ribu orang. Sementara tingkat kelulusan  pertahunnya mencapai.400 ribu orang.

Masih Tertinggal

Agus menjelaskan saat ini jumlah wirausaha di Indonesia relatif masih kecil, hanya 1,65 persen dari total penduduk, dimana pendapatan perkapitanya 3.600 dollar AS pertahun, sementara idealnya, minimal 2 persen.
Dibanding negara lain jumlah wirausaha di Indonesia juga masih tertinggal. Malaysia misalnya jumlah wirausahanya sebesar 3 persen dengan pendapatan perkapita  7.500 Dollar AS.
China dengan pendapatan perkapita 4.260 dollar AS/tahun memiliki wirausaha 10 persen.

Singapura yg berpendapatan perkapita 40.920 dollar AS/tahun  memiliki 7 persen wirausaha. “Karena itu memumbuhkan wirausaha  khususnya dikalangan generasi muda,  terlebih mahasiswa harus terus digalakkan,” katanya.

Agus melihat peluang wirausaha online saat ini terbuka lebar peluangnya. ” Cukup dengan online kita bisa memasarkan produk ke semua segmen pasar. Ciptakan brand yang unik dan kreatif maka itu sudah jadi awal bagi kita ber wirausaha,” tambahnya.

Modal Bukan Utama

Terkait masalah permodalan untuk memulai wirausaha, Agus menjelaskan modal bukan hanya masalah materi saja, namun yang lebih penting adalah memiliki dasar kemampuan dan kemauan untuk berusaha. “Jika itu sudah ada, maka modal dalam artian materi atau uang itu bisa dicari,” katanya.

Agus menyebut ada lima syarat menjadi wirausaha sukses yaitu knowledge (pengetahuan), skill (ketrampilan), network (jejaring pertemanan), opporunity challenge (kemampuan menciptakan/memanfaatkan peluang) dan mental attitude (sikap atau perilaku) yang pantang menyerah.  (jef)

 

Related For Mampu Berikan Nilai Tambah Produk, Cikal Bakal Wirausaha