Menu
Menkop dan UKM: Pelaku UMKM Harus Tahan Banting   - DWP KemenkopUKM Berbagi Peduli Untuk Masyarakat Terdampak Bencana di Kabupaten Garut - MenkopUKM Minta UMKM di NTT Berkoperasi - Kemenhub Siap Antisipasi Pergerakan Saat Libur Panjang Agar Tak Terjadi Lonjakan Kasus Covid-19 - Libur Panjang Pekan Depan, Kemenhub Prediksi Penumpang Pesawat Naik 20 Persen - Pentingnya Memperkuat Posisi UMKM dalam Rantai Pasok - Hari Santri 2020, LPDB-KUMKM Gandeng Santri Dalam Upaya Pendampingan Dana Bergulir - Pemerintah Wajibkan K/L Belanja Produk UMKM Minimal 40 Persen Dari Pagunya - KUARTAL III/2020, LABA BTN MELESAT 39,72% - Export Revolution, Gebrakan Penetrasi Pasar Luar Negeri Bagi UKM dan Petani Indonesia Melalui Indonesian Grocery KOPITU

Manajemen Risiko dan Pengawasan Perbankan Indonesia Berjalan Baik

Juli 12, 2020 | ekbis

Jakarta:(Globalnews.id)-Manajemen risiko dan pengawasan perbankan Indonesia berjalan dengan baik. Hal ini terbukti saat penanganan krisis moneter Asia 1998 dan krisis keuangan global 2008

“Secara umum manajemen risiko serta pengawasan industri perbankan oleh OJK telah berjalan dengan baik tentunya dengan pengalaman pada Asian crisis tahun 1998 dan Global Financial 
crisis tahun 2008 ” ujar Maynard Arif, Group Research DBS Bank Ltd, di Jakarta, Minggu (12/7).

Ia menjelaskan, batas wajar rasio keuangan (CAR, NPL) perbankan nasional, sehingga dapat survive dalam situasi krisis ekonomi akibat covid19
“Sampai saat ini secara keseluruhan rasio keuangan industri perbankan seperti CAR dan NPL  masih dalam batas yang relatif acceptable terutama dalam kondisi krisis seperti sekarang,” katanya.

Namun diakuinya kita tidak tahu berapa lama pandemi ini berlangsung dan kita harus bersiap untuk menghadapi situasi terburuk di mana peran pemerintah serta regulator termasuk OJK amat penting supaya perbankan Nasional bisa survive.” katanya

Terkait isu-isu perbankan yg mengalami krisis likuiditas saat ini ia menegaskan,“Mungkin ada bank-bank yang mengalami tekanan dari sisi likuiditas tetapi pemerintah, khususnya OJK dan BI telah secara proaktif melakukan langkah2 untuk menjaga likuiditas industri perbankan Nasional sehingga masyarakat tidak perlu panik.” jelasnya

Ia memgajak masyarakat membangun optimisme dan kepercayaan terhadap perbankan nasional dalam situasi 
seperti saat ini (untuk menjaga kepercayaan publik terhadap industri keuangan nasional).

“Dampak krisis COVID-19 amat berat bagi perekonomian dunia dan bahkan beyond our imagination. Kita apresiasi langkah-langkah dan kebijakan yang telah diambil pemerintah termasuk OJK dalam menghadapi krisis yang disebabkan oleh COVID-19. Ini penting untuk menjaga kepercayaan serta membantu perekonomian kita yang terdampak COVID-19. Kita yakin bahwa OJK akan terus proaktif bersama pemangku kepentingan lainnya untuk menjaga kondisi dan stabilitas perbankan nasional ” pungkasnya. (jef)

Related For Manajemen Risiko dan Pengawasan Perbankan Indonesia Berjalan Baik