Global News Indonesia
Menu
Lewat Reuni Akbar BNI Trisakti Festival Connect 2019, BNI Ajak Alumni Guyub & Melek Produk Bank - LPDB KUMKM Dorong Sentra Pengrajin Batik Pamekasan Membentuk Koperasi - Menkop dan UKM Puspayoga Dukung Desa Batik Podhek Jadi Destinasi Wisata Baru - Kemenkop dan UKM Gandeng Perbamida Jatim Sosialisasikan Aplikasi Lamikro - Wakuliner Bantu Anak dan Keluarga Dhuafa Lewat Waku-Peduli - USAHID Gelar Open House - Pentingnya Komunikasi dalam Wujudkan Keselamatan Penerbangan - Perhutanan Sosial Jadi Motor Ekonomi Baru di LMDH Wono Lestari Lumajang - Kemenkop dan UKM Ajak Masyarakat Sukabumi Berkoperasi - PT Taspen (Persero) Bukukan Laba Rp 271,55 Miliar di 2018

Mendirikan BMT, Melawan Rentenir

Mei 8, 2018 | koperasi dan ukm

YOGYAKARTA:(Globalnews.id)-Pengalaman masa kecil Mursida Rambe menyaksikan banyak orang disekitar nyari terjerat utang ke rentenir sangat membekas dihatinya hingga dewasa. Mursida melihat sendiri pedagang-pedagang kecil hartanya harus disita rentenir karena tidak sanggup bayar utang dengan bunga yang tinggi.

Pengalaman ini mendorong Mursida bersama sejumlah pedagang kecil mendirikan Baitul Maal Wa Tamwil (BMT). Dengan modal patungan seadanya berdirilah BMT di Pasar Beringharjo atau sekarang lebih dikenal dengan BMT Beringharjo.

Mursida mengungkapkan ia memilih mendirikan BMT karena merupakan satu lembaga keuangan sistem syariah yang peduli dengan pelaku usaha kecil menengah. Dirinya juga memberanikan diri mengajukan pinjaman modal senilai Rp 1 juta kepada Dompet Dhuafa, untuk mendirikan BMT Beringharjo pada akhir 1994. Ia bertekad BMT ini mengikis kehadiran rentener di kalangan pedagang Beringharjo.

Mursida mengakui dukungan dari lembaga terkait, seperti Kementerian Koperasi dan UKM sangat penting membantu pengelolaan manajemen BMT. Sertifikasi dan pelatihan dari Kementerian Koperasi dan UKM sangat membantu peningkatan kualitas SDM.

“Kami pengelola BMT atau koperasi merasakan manfaatnya karena mendapatkan bekal ilmu atau info baru dengan aturan atau kebijakan seputar perkembangan teknologi dan informasi sistem syariah. Yang jelas dapat memacu kita untuk menjadi lebih baik,” kata Mursida.

Setelah berjalan lebih dari puluhan tahun, BMT Beringharjo berkembang menjadi salah satu BMT unggulan di Kota Yogyakarta. Jumlah nasabahnya pun semakin banyak, dengan modal yang tak sedikit lagi, sehingga penguatan SDM menjadi penting agar BMT ini memberi banyak manfaat.(jef)

Related For Mendirikan BMT, Melawan Rentenir