Menu
Menyeimbangkan Program Kesehatan dan Ekonomi, Jadi Kunci Pemulihan KUMKM - BNI Gelar UMKM Muda Virtual Week Spesial, Ini Wajah Wirausaha Sosial di Hari Sumpah Pemuda - KemenkopUKM Terus Gulirkan Rebranding Koperasi di Kalangan Pemuda - Sosialisasi Permendagri no 22 Tahun 2020 dan Sosialisasi Pedoman Pemetaan Urusan Pemerintahan dalam Rangka Kerja Sama Daerah - Angkasa Pura I Gelar Konser Virtual Sumpah Pemuda di Bandara Internasional Yogyakarta - BNI Gelar UMKM Muda Virtual Week Spesial:Ini Wajah Wirausaha Sosial di Hari Sumpah Pemuda - Menkop dan UKM: Transformasi UMKM ke Ekonomi Digital Jadi Keniscayaan - Menkop dan UKM: Pelaku UMKM Harus Tahan Banting   - DWP KemenkopUKM Berbagi Peduli Untuk Masyarakat Terdampak Bencana di Kabupaten Garut - MenkopUKM Minta UMKM di NTT Berkoperasi

Menkop: Daerah Harus Siapkan Produk UMKM Unggulan yang Berdaya Saing

Desember 19, 2019 | koperasi dan ukm

JAKARTA;(GLOBALNEWS.ID)-  Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki meminta agar tiap daerah menyiapkan produk UMKM unggulan daerah yang siap memasuki pasar global dan mampu bersaing dengan produk asing di dalam negeri. Daerah perlu melakukan prioritas yang membedakan produk unggulannya dengan daerah lain. 

“Kita harus mulai membangun ekonomi berbasis keunggulan domestik. Hanya dengan cara itu kita bisa bersaing ke pasar global,” tegas Teten Masduki usai menyaksikan penandatanganan MoU PT Sarinah (Persero) dengan Provinsi Riau, Kamis (19/12). 

Pentingnya keunggulan daerah karena ke depan, model pengembangan UMKM adalah berbasis klaster. Untuk itu, Teten meminta pelaku UMKM yang kecil-kecil dan individu bergabung dalam satu wadah khususnya koperasi. Ini akan memudahkan UMKM masuk ke rantai pasar global. Selama ini UMKM sulit masuk supply chain karena rentang produknya yang terlalu lebar. 

Fokus pengembangan produk UMKM juga akan dilakukan di daerah destinasi pariwisata. Setiap destinasi tersebut hanya diminta menjagokan lima produk unggulan daerah agar fokus dalam branding. 

Teten menambahkan berbicara mengenai produk UKM harus sudah menyangkut nilai tambah produk, contohnya gambut. Produk gambut, memiliki nilai tambah secara sosial yang tinggi, dan memiliki aspek perlindungan terhadap lingkungan. 

“Tidak bisa lagi UKM hanya bicara batik, batu akik dan batik. Di Papua contohnya, ada garam bersumber dari pohon dan dijual sangat mahal di luar negeri. Sekarang produk itu harus ada nilai tambah produk,” kata Teten. 

Dia menegaskan pembiayaan tidak akan menjadi masalah bila produknya memiliki nilai jual tinggi, menjalin kemitraan dengan offtaker. 

Gubernur Riau Syamsuar mengatakan pihaknya sangat serius untuk mendorong agar produk UMKM dari Riau mampu bersaing ke pasar internasional. Kemajuan produk UMKM diharapkan akan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah dan nasional. 

Sampai saat ini, Sarinah sudah menjadi etalase dari berbagai produk daerah, mulai dari Kabupaten Trenggalek, Banyuasin, Lubuk Linggau, Maumere, Halmahera, Papua. 

Kerjasama dengan Riau untuk meningkatkan pemasaran dan peluang pasar terhadap produk unggulan daerah.(jef)

Related For Menkop: Daerah Harus Siapkan Produk UMKM Unggulan yang Berdaya Saing