Menu
KemenkopUKM Dorong UKM Manfaatkan Peluang Ekspor ke Pasar Eropa - Nikmati Petang di KM Dorolonda, PELNI Gelar Virtual Tour - Banpres Produktif Membuat Pedagang Jamu Keliling Mampu Ganti Sepeda - PEDULI KESEHATAN MASYARAKAT, KEMENHUB BAGIKAN SATU JUTA MASKER DAN HAND SANITIZER GRATIS - FOOD STATION BORONG 6 PENGHARGAAN BUMD MARKETEERS AWARDS 2020 - UMKM MUDA Virtual Week, BNI Perkenalkan Rumah BUMN Untuk Milenial - Sebanyak 30 Inovator Muda Terpilih Ikut "Bootcamp" Pahlawan Digital UMKM - Gelar 9.9 9reat Sale, JD.ID Catat Peningkatan Jumlah Penjualan Lebih Dari 200% - Setelah Bantu Penderita Kanker, Kini Pegasus Bantu Korban Kebakaran Di Maccini Kidul Makassar - SeskemenkopUKM Tekankan Pentingnya Kreatifitas, Digitalisasi, dan Kolaboratif Bagi UMKM

Menkop dan UKM : Aplikasi e-Commerce 95 Persen Produk Impor

Januari 20, 2020 | koperasi dan ukm

JAKARTA:(GLOBALNEWS.ID)- Menteri Koperasi dan UKM, Teten Masduki mendukung rencana Asosiasi Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (Akumindo) untuk menyediakan fasilitas pemasaran digital berbasis aplikasi khusus produk UMKM.

Hal itu disampaikan Teten dalam pertemuan dengan Ketua Umum Asosiasi UMKM Indonesia (Akumindo), Ikhsan Ingratubun dan Pendiri Radio Prambors Malik Sjafei Saleh di Gedung Kemenkop dan UKM, Jakarta, Senin (20/1/2020).

“Aplikasi e-commerce yang ada saat ini hampir 95 persen produknya itu impor. Kita ingin buat aplikasi yang khusus bagi produk-produk UMKM, tanpa ada produk impor. Pak menteri (Teten Masduki) setuju dan sangat mendukung,” kata Ketua Akumindo, Ikhsan Ingratubun usai pertemuan tersebut.

Ikhsan mengatakan aplikasi tersebut saat ini sedang dikerjakan dan ditargetkan dapat beroperasi pada Agustus 2020. “Kita butuh endorsement dari Pak Menteri. Aplikasinya sudah kita developt, investornya juga sudah ada, tinggal namanya saja. Target bulan Agustus sudah bisa operasi,” ungkapnya.

Pelatihan

Dalam pertemuan itu, Ikhsan juga menyampaikan keinginan asosiasi untuk memberikan pelatihan kewirausahaan ke daerah-daerah kategori tertinggal yang terpapar intoleransi. Sebab, menurut dia, masalah ekonomi atau tingkat kemiskinan menjadi akar masalah mudahnya pemahaman intoleransi menyebar di masyarakat.

“Pelatihan wirausaha ini seperti kuliner, fashion, dan produk-produk kekinian. Kita juga sudah siapkan silabus yang konsepnya ke-Indonesiaan,” ucapnya.

Peserta pelatihan nantinya juga akan mendapatkan pemahaman pemasaran secara digital melalui aplikasi yang kita gagas ini. “Saya kira ini juga akan bersinergi dengan program-program Kementerian Koperasi dan UKM,” kata Ikhsan.

Selain itu, sambung Ikhsan, berbagai kegiatan ini akan mendukung lima program unggulan Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki untuk meningkatkan daya saing dan mempercepat pelaku UMKM naik kelas.

Kelima program tersebut, pertama, memperbesar akses pasar baik di dalam negeri maupun di luar negeri. Kedua, peningkatan kualitas produksi dan inovasi untuk meningkatkan daya saing produk dan jasa yang dihasilkan. Ketiga menyangkut agregasi pembiayaan yang akan menjadi solusi untuk meningkatkan pertumbuhan Koperasi dan UMKM
Keempat adalah pengembangan kapasitas manajemen dan usaha Koperasi dan UMKM dan kelima adalah memberikan kemudahan dan kesempatan mengembangkan usaha bagi Koperasi dan UMKM.(jef)

Related For Menkop dan UKM : Aplikasi e-Commerce 95 Persen Produk Impor