Menu
Pemilihan dan Keputusan Pengadaan Pèsawat Garuda Merupakan Keputusan Rapat Direksi - LPDB Proiritaskan Salurkan Pembiayaan ke Sektor Produktif - Menteri Teten Ajak Koppontren dan Santri Wirausaha Galakkan Digitalisasi - Andalkan Digitalisasi Bisnis Mikro, BRI Bukukan Laba Rp 34,41 Triliun di 2019 - Kantor Cabang di Luar Negeri Berjaya, Bisnis Internasional BNI Makin Tangguh dan Jadi Pembeda - Garuda dari Emirsyah ke Irfan - UMKM Perlu Naik Kelas agar Struktur Ekonomi Lebih Berkeadilan - Menkop dan UKM Dukung Head In The Clouds Jadi Ajang Promosi Brand Lokal Indonesia Mendunia - Menkop dan UKM Siapkan Serangkaian Langkah Tingkatkan Citra Koperasi: Mulai Boleh Bangun Rumah sakit Sampai Jual Saham di Bursa Efek - Kerjasama Kemenkop UKM dengan Kreavi, Tiga Kota dijadikan Pilot Project UMKM Naik Kelas

Menkop dan UKM Teten Ingin Bangun Brand Lokal Berbasis Komunitas

Januari 15, 2020 | koperasi dan ukm

JAKARTA:(GLOBALNEWS.ID)-M BLoc Space, lokasi baru kekinian diharapkan bisa menjadi perantara bahkan marketplace bagi produk UMKM. Salah satunya lewat penyelenggaraan event Kopi Konservasi yang turut menghadirkan Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki.

Event tersebut bakal menghadirkan beberapa pelaku usaha kopi lokal yang mulai menjamur di Tanah Air. Kopi Konservasi menjadi upaya agar pengelolaan kopi juga memperhatikan kelestarian alam dan hutan sebagai ladang pengembangan kopi.

Hal itu diungkapkan dalam audiensi Menkop dan UKM Teten Masduki bersama Founder M Bloc Space PT Ruang Riang Milenial (RMM) Handoko Hendroyono bersama pihak Direktur Keuangan PT Peruri Persero Nungki Indraty terkait pelaksanaan event Kopi & Konservasi yang bakal dilaksanakan pada 20 Januari mendatang di M Bloc, di Gedung Kemenkop dan UKM, Selasa (14/1).

M Bloc Space kata Teten, diharapkan mampu menjadi hub atau penghubung antara pelaku usaha dengan market demand. M Bloc Space diminta menjadi marketplace dari produk-produk lokal maupun UMKM. “M Bloc salah satu model bisnis yang baik dengan memanfaatkan aset milik negara untuk edukasi serta bisnis secara bersamaan,” ujarnya.

Dalam program kementerian, pihaknya melakukan revitalisasi pasar, membangun pasar malam termasuk memanfaatkan aset-aset negara di perusahaan pelat merah yang tak terpakai dengan konsep tanah terbuka, gedung-gedung lama menjadi marketplace akan menggerakkan perekonomian masyarakat.

Menurut Teten, sebenarnya banyak aset-aset BUMN yang bisa dikelola seperti M Bloc lewat lahan PT Peruri Persero, misalnya seperti aset milik Kereta Api dan PT Pos, yang bisa direfungsi secara optimal.

“Itu jadi bagian kerja sama kami dengan Kementerian BUMN memanfaatkan aset BUMN yang tak produktif untuk marketplace UMKM berbasis komunitas. Karena market kita sangat besar,” ujarnya.

Melalui marketplace, diharapkan UMKM bakal menaikkan levelnya. “Karena kami mendorong produk UMKM go global, bagaimana ngebranding produk kopi misalnya, menjadi kopi yang bersaing di kelas dunia, lewat marketplace,” ucapnya.

Bahkan M Bloc sebagai penyelenggara event tersebut bisa membangun kluster kopi, dimulai dari para pengusaha kopi. “Misalnya di Jakarta Selatan, bisa dibangun khusus hub kopi,” cetusnya.

Ia menekankan, terus mengembangkan produk lokal berbasis komunitas. “Sangat mendukung konsep (seperti) Mbloc Space bisa direplikasi di berbagai kawasan,” ujarnya.

Founder M Bloc Space PT Ruang Riang Milenial (RMM) Handoko Hendroyono memang berkeinginan mengembangkan yang seperti M Bloc di kota-kota lain seperti Bandung maupun Surabaya.

“Jadi tak hanya membangun brand produknya saja tapi juga komunitas. Bukan cuma M Bloc saja, tapi pihak lain pun tak silakan. Karena M Bloc diharapkan menjadi salah satu role model yang sudah ada. Dan bisa diikuti oleh beberapa pihak serta lokasi yang lain,” imbuhnya. (jef)

Related For Menkop dan UKM Teten Ingin Bangun Brand Lokal Berbasis Komunitas