Menu
Menkop dan UKM: Pelaku UMKM Harus Tahan Banting   - DWP KemenkopUKM Berbagi Peduli Untuk Masyarakat Terdampak Bencana di Kabupaten Garut - MenkopUKM Minta UMKM di NTT Berkoperasi - Kemenhub Siap Antisipasi Pergerakan Saat Libur Panjang Agar Tak Terjadi Lonjakan Kasus Covid-19 - Libur Panjang Pekan Depan, Kemenhub Prediksi Penumpang Pesawat Naik 20 Persen - Pentingnya Memperkuat Posisi UMKM dalam Rantai Pasok - Hari Santri 2020, LPDB-KUMKM Gandeng Santri Dalam Upaya Pendampingan Dana Bergulir - Pemerintah Wajibkan K/L Belanja Produk UMKM Minimal 40 Persen Dari Pagunya - KUARTAL III/2020, LABA BTN MELESAT 39,72% - Export Revolution, Gebrakan Penetrasi Pasar Luar Negeri Bagi UKM dan Petani Indonesia Melalui Indonesian Grocery KOPITU

Menkop dan UKM Teten Masduki : Sebagai Alat Pemerataan Kesejahteraan, Koperasi Harus Mampu Tumbuh Besar

Februari 1, 2020 | koperasi dan ukm

JAKARTA:(GLOBALNEWS.ID) Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki menegaskan gagasan Bung Hatta mengenai koperasi sebagai perwujudan dari ekonomi kerakyatan, sangat relevan bila dikaitkan dengan kondisi sekarang dimana kesenjangan perekonomian antara usaha besar dengan usaha kecil masih cukup lebar. Untuk itu, koperasi dituntut mampu tumbuh dan berkembang, memiliki usaha yang produktif dan efisien.

“Saya kira koperasi sebagai alternatif sistem perekonomian akan tetap beririsan dengan sistem kapitalis dan tentunya menjadi tantangan bagi koperasi untuk mengembangkan diri supaya lebih produktif dan efisien. Pemerintah akan terus berada disana untuk mendorong koperasi menjadi lebih maju dan tumbuh besar,” kata Menkop dan UKM
Teten Masduki, dalam diskusi sekaligus peluncuran Mohammad Hatta Center (MCH) di Museum Bank Indonesia, Jakarta, Sabtu (1/2/2020).

Turut hadir dalam acara itu tiga putri Bung Hatta yaitu, Meutia Hatta, Gemala Hatta dan Halida Hatta,  Gubernur BI 2013-2018 Agus Martowardojo, Deputi 4 Menko Perekonomian, Rudy Salahuddin, Deputi Bidang Infrastruktur Kemenpar dan Ekonomi Kreatif, Hari Santoso Sungkari dan Kepala Dept Komunikasi BI Onny Widjanarko.

Menkop dan UKM Teten mengatakan di banyak negara, koperasi mampu tumbuh besar dan menjadi pelaku ekonomi yang diperhitungkan. Misalnya koperasi susu di New Zealand, koperasi gandum di Australia, koperasi pertanian di Belanda.

“Kenapa di Indonesia koperasi tidak bisa besar, malah yang tumbuh adalah koperasi simpan pinjam? Karena koperasi produksi kita belum memiliki daya saing. Di pertanian misalnya mereka bekerja sendiri-sendiri dengan lahan yang sempit. Terus tidak menguasai hulu sampai hilirnya, tak punya industri pengolahannya, juga masalah market belum terbangun dan sebagainya,” jelas Menkop dan UKM.

Karena itu kata Teten, Kemenkop dan UKM kini menggalakkan upaya yang disebut mengkorporasikan koperasi dengan membangun produksi mulai dari hulu sampai hilir. Juga menyediakan rumah produksi bersama, berikut mencarikan off taker-nya, agar koperasi bisa tumbuh produktif dan efisien.

Implementasi itu dimulai dengan melakukan pilot project di beberapa daerah. “Untuk beras, kita sudah punya proyek percontohan di Demak Jawa Tengah dimana ada koperasi yang memiliki lahan cukup luas dan kita akan sediakan industri penggilingan padi, sehingga mereka bisa memiliki usaha berskala bisnis,” kata Teten. 

Contoh implementasi korporasi koperasi juga dilakukan di Kendal, dimana juga disiapkan pusat industri furniture yang bisa dimanfaatkan oleh koperasi-koperasi produksi di sekitar Jawa Tengah. “Di Banten, saya juga sudah berkoordinasi dengan Gubernur Banten yang siap menyediakan lahan luas untuk buah-buahan tropis seperti duren, manggis, pisang,” katanya.

Karakter Bangsa

Direktur Eksekutif MHC Halida Hatta dalam sambutannya mengatakan berdirinya MCH ini yang bertepatan dengan 40 tahun meninggalnya Bung Hatta, akan dijadikan sebagai alat untuk menarik benang merah tentang siapa kita dan apa tujuan bangsa Indonesia sebagai bangsa. “Bung Hatta sangat memperhatikan anak muda. Dan saat ini diperlukan suatu gebrakan anak muda untuk  mengunakan era 4.0 dalam menghubungkan dan memadukan satu sama lain,” kata Halida Hatta.

Ia menyebut pada 1933 ketika terjadi resesi global. Bung Hatta mengatakan pemuda sudah terseret  dalam krisis dunia, tidak punya pekerjaan. “Sekarang kita melihat ada sebagian generasi muda kita yang kurang beruntung, karena berbagai keterbatasan. Disinilah fungsi MHC, dibutuhkan untuk menggabungkan dan memadukan satu sama lain.  MHC juga akan menjadi think-thank untuk  pendidikan karakter bangsa,” kata putri bungsu Bung Hatta itu.

Kepala Departemen Komunikasi BI Onny Widjanarko menambahkan gagasan Bung Hatta untuk melakukan kegiatan ekonomi dimulai dari komunitas amatlah sesuai dengan karakter pembinaan usaha mikro, usaha kecil. “Dibutuhkan langkah bersama untuk memajukan usaha mikro yang jumlahnya mayoritas di negeri ini,” ujarnya.(jef)

Related For Menkop dan UKM Teten Masduki : Sebagai Alat Pemerataan Kesejahteraan, Koperasi Harus Mampu Tumbuh Besar