Global News Indonesia
Menu
Djakarta Lloyd Berangkatkan 500 Pemudik Gratis - Bank DKI Dukung Sistem Pembayaran Railink - Berangkatkan 12 Ribu Nasabah, BRI Life Beri Ketenangan Perjalanan Mudik - 12.200 Orang Ikut Dalam Program Mudik Bareng BRI - Direksi BNI Kunjungi Karyawan di Outlet yang Buka Saat Libur Lebaran - Sambut Lebaran 2018 dan Tahun Ajaran Baru, BNI Bagikan 7.200 Paket Santunan Anak Yatim - Mudik Gratis Bareng BUMN 2018, BNI Bersinergi dengan Garuda dan KAI Angkut 1.250 Pemudik - BRI Jalin Kerjasama Pembiayaan Rumah Bagi Anggota POLRI - Bank DKI Raih Penghargaan The 1st Trendsetter e-Money dari Infobank - Jiwasraya Berangkatkan 1000 Pemudik Gratis

Menkop Dorong Antar Koperasi Kerjasama Produksi dan Distribusi

Februari 23, 2017 | koperasi dan ukm
Menteri Koperasi dan UKM Puspayoga memukul gong menandai, di Bukanya Temu Konsultasi Pengembangan Kerjasama Usaha Koperasi, di Grand Sahid Jaya Hotel di dampingi Deputi Bidang Produksi dan Pemasaran Kemenkop dan UKM I Wayan Dipta dan Dirut LPDB-KUMKM Kemas Daniel, Jakarta Kamis (23/2/2017).

Menteri Koperasi dan UKM Puspayoga memukul gong menandai, di Bukanya Temu Konsultasi Pengembangan Kerjasama Usaha Koperasi, di Grand Sahid Jaya Hotel di dampingi Deputi Bidang Produksi dan Pemasaran Kemenkop dan UKM I Wayan Dipta dan Dirut LPDB-KUMKM Kemas Daniel, Jakarta Kamis (23/2/2017).

JAKARTA:(Globalnews.id)-Menteri Koperasi dan UKM AAGN Puspayoga menandaskan bahwa kerjasama antar koperasi di seluruh Indonesia harus terus diciptakan untuk memperluas jaringan pemasaran dari produk yang dihasilkannya.

“Saya bangga dan apresiasi terciptanya kerjasama usaha antar koperasi ini. Karena, tidak semua daerah punya segalanya, dan tidak semua bahan baku tersedia di daerahnya. Sehingga, kerjasama usaha antar koperasi ini harus terus diciptakan”, kata Puspayoga pada acara Temu Konsultasi pengembangan kerjasama usaha koperasi, di Jakarta, Kamis (23/3).

Misalnya, lanjut Puspayoga, UKM (anggota koperasi) di Sumatera kekurangan bahan baku‎, maka koperasi di wilayah Sulawesi bisa menjadi pemasoknya. Begitu juga dengan kerjasama penjualan, misalnya beras Sukabumi dijual oleh koperasi di wilayah lain di Jawa Barat atau provinsi lainnya.

“Banyak hal bisa dibangun untuk kerjasama usaha antar koperasi di seluruh Indonesia. Dengan kerjasama antar koperasi itu akan memperkuat jaringan pemasaran, yang berdampak pada berkurangnya ongkos produksi. Sehingga, daya saing produk KUMKM kita akan meningkat”, kata Menkop.

Dengan begitu, kata Puspayoga, akan terjadi saling ketergantungan antar daerah di Indonesia, terutama menyangkut ketersediaan bahan baku dan jaringan pemasaran. “Pada akhirnya, kuatnya kerjasama antar koperasi di Indonesia itu akan semakin memperkuat NKRI. Selain itu, juga bisa menciptakan pemerataan pendapatan dan kesejahteraan”, tandas Menkop lagi.

Pada kesempatan ini pula‎, Puspayoga menyaksikan penandatanganan MoU yang dilakukan oleh 42 koperasi untuk 26 perjanjian kerjasama di beberapa bidang usaha. Diantaranya, kerjasama jasa antar jemput barang/jasa (4 koperasi), penyediaan barang toko (2 koperasi), pertanian, perdagangan dan pemasaran hasil bumi terutama jenis rempah basah (2 koperasi).

Selanjutnya kerjasama promosi dan empowering (2 koperasi), pemasaran dan pendistribusian beras (2 koperasi), pengembangan agroforesty komoditi kopi (2 koperasi), pengembangan agribisnis komoditi beras dan produk turunannya di kawasan DAS Citarum (2 koperasi), jual-beli pakan ternak sapi perah(8 koperasi), chanelling wirausaha (2 koperasi), pemasaran rumput laut (5 koperasi), pendistribusian gula pasir (2 koperasi), penjualan beras Caping Gunung (2 koperasi), penjualan bahan baku produksi (2 koperasi), jual-beli hasil produksi kopi (2 koperasi), serta ritel (3 koperasi).

Sementara itu, menurut Deputi Produksi dan Pemasaran Kementrian Koperasi dan UKM I Wayan Dipta, pertemuan ini merupakan media untuk meningkatkan daya saing produk dan usaha koperasi melalui perluasan jaringan pemasaran antar koperasi di seluruh Indonesia. “Selain itu, juga untuk kemudahan dalam pemenuhan bahan baku proses produksi masing-masing koperasi”, kata Wayan.

Wayan menambahkan, model kerjasama antar koperasi seperti itu bisa digalakkan di daerah-daerah. “Model kerjasama ini dapat dikembangkan di masing-masing daerah maupun lintas daerah di seluruh Indonesia. Saya berharap dinas-dinas koperasi bisa mendorong terciptanya kerjasama antar koperasi di daerahnya masing-masing”, pungkas Wayan. (jef)

 

Related For Menkop Dorong Antar Koperasi Kerjasama Produksi dan Distribusi