Global News Indonesia
Menu
Muslimpreneur Dinilai Cocok Bagi Wirausaha Baru Generasi Millenial - Terkait Dugaan Kecurangan di Berbagai TPS Saat Pemilu. APDI Minta KPU, Bawaslu,  DKPP serta Polri Berlaku Tegas - Pembangunan Bandara New Yogyakarta International Airport (NYIA) Gunakan Slipform Paver dari Wirtgen Group - Hindari Bentrok dan Perpecahan Bangsa. APDI Minta Masyarakat Tunggu Hasil Keputusan Real Count KPU - Sukses Masuki Pasar Pesantren, Koperasi Mantan Napi Terorisme Siap Rambah Pasar Online - Sektor Garam Rakyat pun Kini Berhak Mendapatkan KUR - Kemenkop dan UKM Gandeng Dekranas Tingkatkan Kualitas Produk Perajin UMKM - Kemenkop dan UKM Perkuat Ketahanan Bisnis KUKM Hadapi Bencana - Kopsis dan Kopma Bisa Jadi Laboratorium Tumbuhnya Koperasi dan Wirausaha Baru - Koperasi Masa Kini Tak Bisa Lagi Andalkan Bantuan Pemerintah

Menkop Puspayoga : Langkah Perhimpunan BMT Indonesia Selaras dengan Reformasi Total Koperasi

November 16, 2016 | koperasi dan ukm
Menteri Koperasi dan UKM Puspayoga memukul Gong tanda dibukanya Silatnas 2016 Perhimpunan BMT Indonesia di Kab.Boyolali Rabu (16/11), turut mendampingi Ketua umum Perhimpunan BMT Indonesia H. Jularso, Sekretaris Daerah Kab.Boyolali Sri Adiningsih dan Deputi bidang pembiayaan  Kementerian Koperasi dan UKM Braman Setyo.

Menteri Koperasi dan UKM Puspayoga memukul Gong tanda dibukanya Silatnas 2016 Perhimpunan BMT Indonesia di Kab.Boyolali Rabu (16/11), turut mendampingi Ketua umum Perhimpunan BMT Indonesia H. Jularso, Sekretaris Daerah Kab.Boyolali Sri Adiningsih dan Deputi bidang pembiayaan Kementerian Koperasi dan UKM Braman Setyo.

BOYOLALI – (Globalnews.id):  Langkah Perhimpunan BMT (Baitul Mall Wa Tamwil) Indonesia, atau KSPPS (Koperasi Simpan Pinjam Pembiayaan Syariah) yang menverifikasi keaktifan anggotanya, sudah sesuai dengan program Kemenkop dan UKM terkait reformasi total koperasi.

” Menuju BMT berkualitas atau BMT go quality, ini sudah sejalan dengan reformasi total koperasi,” kata Menkop dan UKM Puspayoga, saat membuka Silatnas 2016 Perhimpunan BMT Indonesia, di gedung asrama haji Donoyudan, kab Boyolali, Rabu (16/11).

Menurut Puspayoga, dalam reformasi total koporasi yg mencakup rehabilitasi, reorientasi dan pengembangan koperasi, antara lain menghasilkan 62 ribu koperasi tak aktif.

‘Kami memberikan waktu 6 bulan pada 62 ribu koperasi untuk.memberikan tanggapan. Setelah itu koperasi tersebut akan dimasukkan ke lembaran negara untuk secara resmi dibubarkan,” kata Menkop.

Menkop menegaskan, ia tidak bangga dengan jumlah koperasi yang banyak.namun tidak berkualitas, karena hal itu malah menjadikan beban.

“Saya malah bangga dengan sedikit koperasi namun berkualitas seperti juga yang ditunjukkan oleh beberapa BMT, dimana ada yang sudah membuka cabang di Singapura, ada yang omsetnya ratusan miliar, ada yang bangun institute BMT dan masih banyak lagi,” ujar Puspayoga.

Menkop menjelaskan, pertumbuhan BMT sendiri cukuo signifikan. Berdasarkan data PBMT, terdapat 4.500 BMT tahun 2015 yang melayani 3,7 juta orang dengan  aset sekitar rp 16 triliun yang dikelola sekitar 20 ribu orang.

Data di Kemenkop dan UKM menunjukka  jumlah unit usaha koperasi di Indonesia mencapai 150.223 unit usaha, dimana terdapat 1,5 persen koperasi yang berbadam hukum KSPPS.

”Kami optimis jumlah BMT/KPPS  akan berkembang terus demikian juga kualitasnya semakin meningkat,” katanya.

Menkop berharap PBMT Indonesia bisa menjadi  salah satu motor penggerak berkembangnya BMT/KSPPS. Menkop juga mendorong agar Kopontren dapat melakukan   perubahan anggaran dasar menjadi KSPPS/UPPS Koperasi.

Kalah Kasta

Sementara itu Ketua Umum Perhimpunan  BMT Indonesia, Jularso mengatakan dalam Silatnas 2016 ini pihaknya melakukan verifikasi ulang terhadap anggotanya, dimana dari 550 BMT yanh terdaftar, sebanyak 200 BMT tidak melakukan registrasi ulang.

“Sehingga Silatnas 2016 ini diikuti 350 BMT seluruh Indonesia. Kami memberikan kesempatan pada BMT yang tidak melakukan registrasi ulang juga pada BMT yang ingin bergabung untuk mendaftar lagi buat Silatnas tahun depan,” katanya.

Terkait eksistensi BMT, Jularso mengatakan saat ini tantangannya jauh lebih berat baik eksternal.maupun internal.

“Program KUR misalnya, disatu sisi itu menggembirakan karena ada akses dana murah, namun disisi lain juga menjadi masalah, karena perbankan konvensional juga telah masuk ke sektor mikro dimana  banyak.BMT beroperasi, jelas kami kalah kasta, kalah kelas dibanding bank, karena itu kami minta perlakuan yang fair,'” katanya.

Menurut ia, salah satu modal.yang membuat BMT bertahan adalah, BMT tidak semata-mata memberikan jasa keuangan,namun juga menfasilitasi masalah kesehatan, pendidikan sampai pendalaman masalah kerohanian.

“Maka tak heran jika antara lain anggota kami.mampu memberikan wakaf sebesar rp 10 miliar untuk pembangunan BMT Institute di yogyakarta, dimana Rp 2 miliar diserahka  pada silatnas kali ini ke panitia,” tambahnya.

Sementara itu Sekda Kab Boyolali Sri Adiningsih mengakui, kehadiram BMT di wilayahnya sudab banyak memberikan manfaat bagi masyarakat kab Boyolali.

Ia memberi contoh, BMT Tumang Boyolali yang sudab mampu melakukan ekspor ke Amerika Serikat dan asetnya sudah mencapai Rp 100 miliar lebih. (jef)

Related For Menkop Puspayoga : Langkah Perhimpunan BMT Indonesia Selaras dengan Reformasi Total Koperasi