Menu
Dukung Penanganan Covid-19, Bank DKI Ajak Warga DKI Jakarta Berdonasi Melalui Bank DKI Peduli - BNI Syariah Catat Transaksi Mobile Banking Selama COVID-19 Naik Signifikan - LPDB-KUMKM Beri Pinjaman Rp50 M Bantu UMKM Mitra Kospin Jasa di Masa Pandemi Corona - Kemenkop dan UKM Ajak KUMKM Indonesia Produksi Masker Kain - Berharap Warga DKI dan Daerah Lain Segera Hidup Normal dan Sehat,DRD DKI Dukung Kebijakan Gubernur Anies Berlakukan PSBB di Jakarta - Kemenkop dan UKM Lakukan Pelantikan Pejabat Sesuai Protokol Covid-19 - Pemulihan Ekonomi Nasional Sangat Bergantung Pada Keberhasilan Pencegahan Covid 19 - Laba Bersih BNI Februari 2020 Meningkat 22,3% Jadi Rp 2,58 Triliun - Ringankan Beban Masyarakat, BNI Syariah Salurkan Bantuan 5,7 Ton Beras ke Ojek Online dan Pedagang - Menkop dan UKM Harap 8 Langkah Mitigasi Bisa Bawa Dampak Ekonomi Positif bagi Pelaku KUMKM

Menkop Segera Tindak Money Laundryng dengan Manfaatkan Koperasi

Februari 23, 2020 | koperasi dan ukm

PASURUAN:(GLOBALNEWS.ID)-Belakangan ini, maraknya praktek investasi berkedok koperasi telah merisaukan Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki. “Harus sudah kita disiplinkan pihak-pihak yang menggunakan nama koperasi, tapi sebenarnya tidak menjalankan azas dan prinsip-prinsip koperasi”, tegas Teten, usai menghadiri RAT Tahun Buku 2019 Koperasi Simpan Pinjam Pembiayaan Syariah (KSPPS) BMT UGT (Usaha Gabungan Terpadu) Sidogiri, di Pasuruan, Jawa Timur, Minggu (23/2).

Menurut Teten, mereka sebenarnya menjadikan koperasi sebagai kedok untuk berpraktek seperti perbankan. “Masalah seperti itu yang akan kita tuntaskan segera”, tandas Menkop dan UKM.

Untuk itu, Teten mengungkapkan bahwa pihaknya akan bekerjasama dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK). “Saya minta, koperasi jangan dijadikan sebagai tempat pencucian uang, kedok dari praktek perbankan, dan praktek rentenir”, ujar Teten.

Jika hal itu dibiarkan berlarut-larut, bagi Teten, dapat merusak nama baik koperasi dalam pengembangan ke depannya. “Nama koperasi harus kita jaga, karena, koperasi adalah konsep ideal dalam sistem ekonomi kerakyatan”, ucap Menkop dan UKM.

Teten mengakui, sudah ada beberapa laporan dari masyarakat terkait praktek ilegal berkedok koperasi tersebut. “Kita akan segera benahi dan bereskan masalah ini. Tunggu saja”, pungkas Teten.(jef)

Related For Menkop Segera Tindak Money Laundryng dengan Manfaatkan Koperasi