Menu
DWP KemenkopUKM Berbagi Peduli Untuk Masyarakat Terdampak Bencana di Kabupaten Garut - MenkopUKM Minta UMKM di NTT Berkoperasi - Kemenhub Siap Antisipasi Pergerakan Saat Libur Panjang Agar Tak Terjadi Lonjakan Kasus Covid-19 - Libur Panjang Pekan Depan, Kemenhub Prediksi Penumpang Pesawat Naik 20 Persen - Pentingnya Memperkuat Posisi UMKM dalam Rantai Pasok - Hari Santri 2020, LPDB-KUMKM Gandeng Santri Dalam Upaya Pendampingan Dana Bergulir - Pemerintah Wajibkan K/L Belanja Produk UMKM Minimal 40 Persen Dari Pagunya - KUARTAL III/2020, LABA BTN MELESAT 39,72% - Export Revolution, Gebrakan Penetrasi Pasar Luar Negeri Bagi UKM dan Petani Indonesia Melalui Indonesian Grocery KOPITU - MenkopUKM: Menjadi Wirausaha di Masa Pandemi Adalah Pilihan Tepat

MenkopUKM Ajak Himpunan Pengusaha Nahdliyin Kembangkan Koperasi dan UMKM

Oktober 9, 2020 | koperasi dan ukm


Jakarta:(Globalnews.id)-Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki mengajak Himpunan Pengusaha Nahdliyin untuk turut serta terlibat dalam upaya pengembangan koperasi dan UMKM di Indonesia.

“Saya mengajak para nahdliyin, terutama yang tergabung dalam Himpunan Pengusaha Nahdliyin, untuk ikut serta membangun dan mengembangkan koperasi dan UMKM,” kata Teten Masduki dalam acara Hari Lahir Ke-9 Himpunan Pengusaha Nahdliyin (HPN) yang digelar secara virtual, Jumat (9/10/2020).

Teten mengatakan selama ini banyak koperasi yang berkembang di lingkungan Nahdliyin dan hal ini dapat menjadi modal pendukung untuk kerja sama tersebut.

Ia juga berharap para pengusaha Nahdliyin menjadi motor penggerak kebangkitan ekonomi Indonesia di tengah pandemi COVID-19.

Selebihnya, ia menekankan bahwa struktur ekonomi Indonesia memiliki formasi 99 persen UMKM, dengan tingkat penyerapan kerja mencapai 97 persen, dan kontribusi ke PDB hingga 60 persen. “Kontribusi dari UMKM itu sangat besar, sehingga ekonomi Indonesia ini sebenarnya UMKM; namun sayangnya produktivitas UMKM masih terlalu rendah dibandingkan dengan usaha besar atau korporasi yang jumlahnya 1 persen; inilah tantangan utama kita,” katanya.

Di tengah pandemi, kata Teten, UMKM mengalami dampak yang luar biasa, dan kondisinya berbeda dengan krisis 1998 di mana ketika usaha besar berjatuhan, UMKM justru menyelamatkan ekonomi Indonesia.

“Saat ini beda, seluruh dunia sekarang mengalami krisis; UMKM sangat terdampak dari sisi supply maupun demand. Banyak survei dilakukan, salah satunya dari ADB, yang mencatat bahwa 50 persen UMKM diperkirakan akan menutup usahanya, sementara 88 persen usaha mikro sudah tidak lagi memiliki tabungan,” katanya.

Untuk itu, ia mengatakan, Pemerintah mengalokasikan dana sebesar Rp123,46 triliun untuk Program Pemulihan Ekonomi Nasional khusus sektor UMKM. Per 5 Oktober 2020, progress sementara mencapai 67,99% atau telah disalurkan sebesar Rp83,9 triliun.

Program PEN Kementerian Koperasi dan UKM meliputi Banpres Produktif untuk Usaha Mikro, Pembiayaan Investasi Kepada Koperasi melalui LPDB-KUMKM, subsidi KUR, dan subsidi Non-KUR (BLU-Koperasi).

MenkopUKM menambahkan, sejumlah program lain yang juga digalakkan di antaranya adalah pelibatan UMKM dalam Pengadaan Barang dan Jasa, menyelenggarakan Pasar Digital UMKM (PaDi), Korporatisasi Petani/Nelayan (Pengembangan Koperasi Pangan), juga program Belanja Di Warung Tetangga, serta menyerap produk koperasi dan UMKM melalui kolaborasi dengan Bulog, PTPN dan 9 klaster pangan BUMN yang akan menyalurkan produk ke warung-warung tradisional.

Pada kesempatan itu, Teten menyampaikan ucapan selamat kepada Himpunan Pengusaha Nahdliyin (HPN) dan menanti kontribusi besar mereka dalam upaya turut serta memberdayakan koperasi dan UMKM di tanah air.

“Dirgahayu untuk Himpunan Pengusaha Nahdliyin yang sudah berusia 9 tahun, semoga terus berkembang,” kata Teten Masduki.(Jef)

Related For MenkopUKM Ajak Himpunan Pengusaha Nahdliyin Kembangkan Koperasi dan UMKM