Menu
MenkopUKM: Transformasi Digital, Solusi Bagi UMKM yang Terdampak PPKM - ASDP Salurkan Bantuan 2000 Paket Sembako untuk Pengemudi Ojol di 4 Kota - Respons PPKM KemenkopUKM Terus Salurkan BPUM Tahap 2 - MenkopUKM: Kolaborasi Berbagai Pihak, Kunci Selamatkan UMKM di Masa Pandemi - ASDP Raih Pendapatan 1,69 Triliun dan Cetak Laba 147 Miliar di Semester I - 2021 - KPLP EVAKUASI JENAZAH ABK WNI YANG MENINGGAL SAAT BEKERJA DI KAPAL IKAN BERBENDERA CINA - BSI Lakukan Auto Migrasi Untuk Nasabah ex-BRIS - PELNI Siapkan Kapal Jadi Tempat Isolasi Khusus OTG Covid-19 - KemenKopUKM Gencarkan Vaksinasi Pelaku UMKM ke Berbagai Daerah - Terpilih Jadi President ICSB Global,Hermawan Kartajaya Bagikan Kiat UKM Hadapi Musim Pandemi

MenkopUKM Apresiasi Marketplace Pertanian Lepas Ekspor Produk ke UEA

April 21, 2021 | koperasi dan ukm

Jakarta:(Globalnews.id) – Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki mengapresiasi komitmen Tanihub Group sebagai digital platform berbasis pertanian melepas ekspor produk pertanian ke Uni Emirat Arab (UEA).

“TaniHub di usianya yang baru menginjak 4 tahun dan didominasi oleh anak-anak muda secara konsisten menunjukkan perkembangannya dalam upaya mewujudkan mimpi pertanian Indonesia untuk menjadi besar, modern dan maju,” kata Teten Masduki dalam acara Pelepasan Ekspor Produk Pertanian TaniHub secara virtual dari Jakarta, Rabu (21/4/2021).

Beberapa waktu yang lalu, Menteri Teten berkesempatan untuk mengunjungi fasilitas Tanihub yaitu PPC di Malang, NFC di Cikarang yang keduanya merupakan infrastruktur yang mendukung terwujudnya supply chain pertanian yang terintegrasi.

Pada kesempatan kali ini, hadir pula Menteri Perdagangan M Lutfi dan bersama-sama menyaksikan pelepasan ekspor produk pertanian yang kembali dibuka setelah sempat vakum akibat pandemi.

“Momentum ini menjadi suntikan semangat bagi para pelaku usaha pertanian, bahwa produk pertanian Indonesia memiliki peluang besar untuk masuk ke pasar global melalui ekosistem yang telah dibangun oleh Tanihub Group,” kata Teten.

Target kontribusi UMKM terhadap ekspor di tahun ini meningkat menjadi 15,12%. Khusus untuk sektor pertanian, masih banyak potensi ekspor produk pertanian yang belum dioptimalkan.

Data International Trade Center (2020) menunjukkan bahwa potensi ekspor buah-buahan seperti nanas, pisang dan melon secara total mencapai US$ 400 juta atau setara Rp. 5,6 Trilyun. Namun nilai aktual ekspor baru mencapai 60%. Permintaan pasar yang besar tersebut harus kita manfaatkan untuk mendorong peningkatan kontribusi UMKM terhadap ekspor.

“Disinilah perlu kolaborasi antara pemerintah dengan platform agritech seperti Tanihub dengan model bisnisnya untuk mendampingi para petani dan pelaku UMKM lainnya untuk bisa masuk ke global value chain dan terintegrasi ke supply chain, sehingga mampu menjangkau permintaan pasar yang lebih luas dan memastikan produk pertanian kita terserap secara maksimal,” kata Teten.

Menteri Teten berharap ekspor kali ini disusul oleh ekspor berikutnya dari produk UMKM. “Kita berharap keluarga petani kita semakin sejahtera, UMKM semakin unggul dan ekonomi kita terus memulih,” katanya.

Pamitra Wineka selaku CEO TaniHub Group mengatakan potensi pertanian Indonesia sangat besar tapi kesiapan petani Indonesia belum mencukupi.

“Kami sejak awal berdiri pada 2016, berkomitmen untuk membantu petani mendapatkan market dan dapat mengakses modal juga sehingga kami juga mengembangkan TaniFund, agar petani bisa membeli bibit berkualitas sehingga menghasilkan grade A dan B,” katanya.

Terbaru, pihaknya mengembangkan TaniSupply yang memfasilitasi logistik dari lahan petani hingga sebelum sampai ke costumer untuk menjadi solusi mengingat selama ini produk pertanian rentan rusak dan tidak tahan lama.

Sementara ekspor, telah beberapa kali dilakukan namun sempat mengalami penurunan dalam bentuk kualitas maupun kuantitas. Oleh karena itu, berbagai upaya dilakukan untuk mendorong peningkatan kualitas produk pertanian di tanah air.(Jef)

Related For MenkopUKM Apresiasi Marketplace Pertanian Lepas Ekspor Produk ke UEA