Menu
Pengguna Jasa Ferry Tujuan Jawa dari Sumatera dan Bali Wajib Bawa Surat Hasil Negatif Covid-19 - KemenkopUKM Dorong Kemitraan Koperasi Dengan Pertamina di Pertashop - Sesmenkop UKM Bersama Deputi UKM Menyiapkan Rumah Produksi Bersama Olahan Nanas di Kab Subang - Bank DKI Sediakan Fitur Scan To Pay Permudah Masyarakat Bayar Zakat, Infaq, dan Sedekah - KemenkopUKM Siap Dirikan Rumah Produksi Bersama Kluster Bawang Merah di Brebes - Praperadilankan KPK, Eks Bupati Talaud Tuding KPK Langgar HAM - MenkopUKM: Belanja Melalui LPSE LKPP Dapat Cegah Praktik Korupsi - Penuhi Kebutuhan Lebaran, BNI Siapkan Uang Tunai Rp 12,9 Triliun per Minggu - Transaksi Digital BNI Alami Kenaikan Signifikan - Inilah Rangkaian Promo Berkah Ramadan dari BNI

MenkopUKM Ingin Koperasi Nelayan Fokus Bisnis Hulu hingga Hilir

Oktober 3, 2020 | koperasi dan ukm

Banyuwangi:(Globalnews.id)-Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki menginginkan koperasi-koperasi nelayan di Indonesia mulai serius masuk dalam skala bisnis dengan fokus konsolidasi sektor hulu hingga hilir.

*“Koperasi jika ingin maju harus memiliki skala bisnis, yaitu mengolah ikan, memiliki rumah produksi, dan bermitra dengan industri besar sebagai offtaker untuk menyerap produk perikanan tersebut,” tutur Teten* saat meninjau Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Muncar dan berdialog dengan Pengurus serta anggota Koperasi Mina Blambangan, di Banyuwangi, Jawa Timur, (02/10/2020).

Turut hadir adalah Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas, Deputi Bidang Kelembagaan Kementerian Koperasi dan UKM Rulli Nuryanto, Direktur Utama LPDB-KUMKM Supomo, Kepala Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Jawa Timur Mas Purnomo Hadi, dan Ketua Koperasi Mina Blambangan Sayidi.

Sejalan dengan itu Teten mengatakan, nelayan juga harus bertransformasi dari bekerja secara perorangan dengan skala ekonomi kecil menjadi berkelompok dan berkoperasi agar menjadi kuat. Apalagi, menurut Teten, Muncar merupakan sentra perikanan nomor dua terbesar di Indonesia dengan karakteristik nelayan yang tangguh.

*“Muncar ini sentra perikanan nomor dua di Indonesia, nelayannya tangguh tapi masih kategori nelayan kecil. Karena itu kita dorong harus transformasi menjadi berkelompok dan berkoperasi agar menjadi kuat dan hebat. Di sini juga ada koperasi nelayan, tapi catatan kami koperasinya masih berkutat soal retribusi pelelangan. Harusnya masuk ke bisnis utama,” ucap Teten.*

Teten menuturkan, Kementerian Koperasi dan UKM tengah fokus untuk memperkuat koperasi-koperasi sektor produktif di Indonesia, termasuk koperasi nelayan, untuk peningkatkan kesejahteraan nelayan sebagaimana amanat dari Presiden Joko Widodo.

*“Kami juga ditugaskan Presiden karena banyak informasi tangkapan nelayan tidak terserap meski ekspor masih bagus. Ini karena konsumsi sedang menurun sehingga serapan kurang bagus. Jangan sampai di tengah pandemi Covid-19 ini nelayan jadi susah,” ungkap Teten.*

Pihaknya juga bersama Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB – KUMKM) siap membantu memberikan pembiayaan kepada koperasi nelayan di Muncar, dan berkolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten untuk mendesain Muncar menjadi kekuatan ekonomi produktif sektor perikanan.

*“Kita ingin bantu memperkuat Koperasi Mina Blambangan, sehingga nanti nelayan menjual produk ke koperasi. Lalu urusan ke market atau pasar biarkan koperasinya yang mengurusi. Karena tentu kemampuan nelayan kan terbatas, belum lagi kalau pembelinya bayarnya mundur. Masalah semacam ini, nantinya bisa ditengahi lewat koperasi. Jangan lagi nelayan yang harus memikirkan pemasarannya. Koperasi juga nantinya bisa berinvestasi membeli alat-alat produksi yang modern,” jelas Teten.*

Di tempat yang sama, Bupati Banyuwangi Azwar Anas mengatakan, potensi perikanan di Banyuwangi, khususnya Muncar sangat bagus. Bahkan di masa pandemi saat ini produksi tangkapan nelayan justru naik. Hanya saja, dibutuhkan model bisnis agar hasil tangkapan nelayan tidak saja dijual mentah, tetapi juga diolah untuk mendapatkan nilai tambah secara ekonomi.

Azwar Anas juga mengapresiasi perhatian dan bantuan dari Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki, terhadap nelayan dan pelaku UMKM di Banyuwangi. Ia memastikan Pemerintah Kabupaten Banyuwangi siap mendukung program-program untuk meningkatkan kesejahteraan nelayan dan pelaku UMKM.

Dalam kesempatan itu, Teten pun meninjau pabrik sarden Pacific Harves, yang menyerap hasil tangkapan nelayan setempat berupa ikan lemuru dan ikan tuna.(Jef)

Related For MenkopUKM Ingin Koperasi Nelayan Fokus Bisnis Hulu hingga Hilir