Menu
Angkasa Pura I Berikan Bantuan kepada Korban Banjir Banjar dan Manado - Komitmen KemenkopUKM Dorong Kolaborasi dan Digitalisasi Warteg untuk Tingkatkan Produktivitas Usaha - Tahun 2021, LPDB-KUMKM Juga Fokus Kembangkan Koperasi Syariah - MESKI PANDEMI, KINERJA 2020 PELINDO 1 TETAP POSITIF - SEMARAK HUT KE-71, BTN GELAR LOMBA KARYA TULIS DAN FOTO JURNALISTIK BTN siapkan hadiah total sebesar Rp171 juta - 2021, LPDB-KUMKM Dampingi Koperasi Potensial Melalui Inkubator Wirausaha - Sriwijaya Air Dampingi Keluarga Penumpang Tabur Bunga di Lokasi Musibah SJ-182 - LPDB-KUMKM Bantu Koperasi Bertahan di Masa Pandemi - MenKopUKM Tingkatkan Daya Saing Produk UMKM agar Pasar Ekspor Meningkat - KemenKopUKM Fokus Kembangkan Enam Program pada 2021

MenkopUKM: Kita Harus Bangga dan Beli Produk Buatan Indonesia

Januari 12, 2021 | koperasi dan ukm

Denpasar:(Globalnews.id) – Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia merupakan upaya pemerintah untuk membantu usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk tetap bertahan di tengah dampak Covid-19. Dengan gerakan ini, masyarakat Indonesia didorong untuk membeli produk-produk buatan Indonesia.

Hal itu disampaikam Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki, pada peluncuran Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia, di Bandara I Gusti Ngurah Rai, Provinsi Bali, Senin (11/1).

“Dengan begitu, kita harapkan omzet penjualan UMKM akan semakin meningkat. Kita meyakini itu, meski daya beli masyarakat juga tengah menurun,” ucap Teten.

Menurut Teten, jumlah penduduk Indonesia yang sangat besar, hampir 300 juta jiwa, menjadi satu peluang besar yang bisa dioptimalkan.

“Jika kita semua membeli kebutuhan sehari-hari menggunakan produk Indonesia, itu bisa membuat UMKM kita bertahan di tengah pandemi,” imbuh MenkopUKM.

Di samping itu, pemerintah juga ingin semakin banyak produk UMKM yang terhubung dengan ekosistem digital. Salah satu strategi gerakan ini adalah menghubungkan para pelaku UKM dengan berbagai penyedia platform online marketplace.

“Target kita sebesar 30 juta pelaku usaha sampai tahun 2024 mendatang. Saat ini, baru sekitar 10,26 juta pelaku UMKM yang onboarding ke digital,” jelas Teten.

Menurut MenkopUKM, produk-produk UMKM yang unggul seperti home decor, kriya, makanan dan minuman, dan sebagainya, menjadi lebih berpeluang ke pasar global dengan masuk ke pasar digital.

“Sekarang dengan kita menguasai pasar digital dalam negeri, dengan sendirinya kita memiliki akses ke pasar global,” tandas Teten.

Oleh karena itu, MenkopUKM menekankam bahwa peluncuran gerakan nasional ini menjadi sangat penting dan strategis bagi pelaku UMKM di seluruh Indonesia.

“Terutama ini diadakan di Bali. Dan kita harapkan Bali segera pulih,” ujar Teten.

National Branding

Sementara itu, dalam sambutannya, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menyatakan bahwa Indonesia adalah negara besar dengan banyak potensi produk lokal yang patut didukung keberadaannya.

“Gerakan ini bertujuan mendorong national branding produk lokal unggulan melalui kurasi UMKM Top Brand yang bangkit dan tumbuh. Sehingga, menciptakan industri baru dan mendorong pertumbuhan ekonomi,” papar Menhub.

Menhub menambahkan, gerakan ini juga diharapkan dapat menumbuhkan rasa bangga dan pro produk lokal bagi konsumen Indonesia.

“Pada akhirnya, dapat mempercepat perputaran siklus ekonomi lokal, memperbaiki daya beli masyarakat, dan mendorong kebangkitan ekonomi pascapandemi,” kata Menhub.

Gerakan nasional Bangga Buatan Indonesia ini juga merupakan kolaborasi dari seluruh komponen. Mulai dari Kementerian dan Lembaga, seluruh UMKM di Indonesia, para top brand pelatih UMKM, serta media massa.

Kementerian Perhubungan, lanjut Menhub, telah melakukan berbagai aksi guna mendorong gerakan nasional ini. Antara lain, selalu memastikan transportasi sebagai penunjang distribusi produk lokal dapat berjalan dengan lancar.

“Konektivitas layanan dalam distribusi logistik akan mendorong peningkatan pemasaran produk lokal dan pada akhirnya dapat meningkatkan produktivitas para UMKM,” pungkas Menhub.(Jef)

Related For MenkopUKM: Kita Harus Bangga dan Beli Produk Buatan Indonesia