Global News Indonesia
Menu
Kemenkop dan UKM Tingkatkan Kualitas Data Koperasi di Indonesia melalui ODS - Anggaran Kemenkop dan UKM Tahun 2018 Terealisasi 90,89 Persen - Kemenkop dan UKM Dorong Pemberdayaan UKM Perempuan - LPDB KUMKM Sudah Salurkan Dana Bergulir Rp332 M di Kaltim - Kemenkop dan UKM bersama Dekranas Lestarikan Kerajinan Menjawet dan Benang Bintik Kalteng - Kemenkop dan UKM Sosialisasi Perkoperasian ke 50 Kelompok UP2 PKK Palangka Raya - Kemenkop dan UKM - Dekranas Latih Ratusan Perajin Tradisional di Kalimantan Timur - Produktivitas dan Regenerasi Hambat Peningkatan Daya Saing Produk Sarung Tenun Samarinda - Pemilihan Peserta senam Terheboh dan Kuiz Meriahkan Peringatan Harkopnas ke-72 di CFD Jakarta - LPDB Dukung Pengembangan Bisnis Koperasi Berbasis IT

Menteri Eko Disambut Antusias Warga Indonesia Di Roma

Mei 4, 2018 | news

ROMA: (Globalnews.id) – Di sela-sela kunjungannya ke Roma, Italia, untuk menjadi pembicara di Kantor Pusat International Fund for Agricultural Development (IFAD), Rabu (2/5/2018), Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmograsi, Eko Putro Sandjojo, menyempatkan diri untuk ramah tamah dengan warga Indonesia di Italia.

Dalam kegiatan yang berlangsung di Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Italia, Menteri Eko disambut Dubes RI untuk Italia Esti Andayani dan Dubes RI untuk Vatikan Agus Sriyono. Ikut dalam acara ramah tamah ini antara lain Ikatan Rohaniawan dan Rohaniawati Indonesia di Kota Abadi (IRRIKA)

Para peserta ramah-tamah terlihat sangat antusias mengetahui perkembangan pembangunan desa di Indonesia. Dalam kesempatan tersebut, Eko juga mengajak pelajar, rohaniawan, serta rohaniawati, untuk kembali ke Indonesia guna membangun desa.

Di hadapan masyarakat Indonesia di Italia ini, Eko kembali menjelaskan percepatan pembangunan di perdesaan adalah kunci penting pertumbuhan ekonomi Indonesia. Selain memetakan potensi produk unggulannya, desa juga harus didorong untuk mampu memberi nilai tambah pada komoditas tersebut agar memiliki daya jual yang lebih tinggi.

Hal yang dibutuhkan desa dalam konteks ini, menurut Eko, adalah sarana pascapanen. “Hal tersebut juga perlu didukung dengan skala produksi produk unggulan desa yang besar, agar investor tidak ragu masuk ke desa. Dengan demikian, pendapatan masyarakat akan lebih besar,” ujarnya.

Dia menambahkan, pemerintah perlu menggandeng sektor swasta dalam hal penyediaan sarana pascapanen tersebut. Sejalan dengan gagasan itu, Kementerian Desa menginisiasi komitmen kerja sama dalam bentuk memorandum of understanding (MoU) antara perusahaan swasta dan pemerintah daerah serta instansi terkait untuk mengembangkan potensi unggulan desa.

“Ada 102 kabupaten, 68 dunia usaha, serta sejumlah instansi terkait yang berkomitmen membangun desa. Kesepakatan terjalin untuk dapat bekerja sama dalam mengembangkan Produk Unggulan Kawasan Perdesaan (Prukades) dan penyediaan sarana pascapanen,” ucapnya.

Dengan adanya Prukades dan sarana pascapanen yang memadai, kata Eko, produktivitas produk unggulan desa dapat meningkat signifikan dan memiliki daya saing lebih tinggi. Dengan demikian, pendapatan ekonomi masyarakat desa dan pertumbuhan ekonomi akan meningkat. Pemerataan ekonomi pun akan terwujud.

Kunjungan Eko ke Roma sekaligus memenuhi undangan IFAD untuk menjadi pembicara utama dalam Konferensi Internasional dengan tema “Rural Inequalities: Evaluating Approaches to Overcome Disparities”. Dalam kesempatan itu, Eko menguraikan peran penting dana desa dalam menopang pembangunan dan menggerakkan perekonomian masyarakat. (jef)

 

tags:

Related For Menteri Eko Disambut Antusias Warga Indonesia Di Roma