Global News Indonesia
Menu
Apotik Kimia Farma Kini Jadi Agen46 BNI - Asian Games 2018 Peluang Produk UMKM Masuk Pasar Internasional. - Dimulai di NTT, BNI Pionir Penyaluran KUR untuk Petani Garam - Kemenkop dan UKM Berikan Bantuan Bagi Penyuluh Koperasi Korban Gempa Lombok - Tingginya Arus Mutasi di Daerah Jadi Kendala Pembinaan ASN Perkoperasian - Literasi Keuangan & Kampanye AG 2018, BNI Hadiahi 2.000 Taplus Anak - Bank DKI Raih Penghargaan Top Bank Bidang Fintech - Transaksi Non Tunai - Pelaku WP Antusias Sambut Program Bantuan Modal dari Kemenkop dan UKM - Kemenkop dan UKM Ajak Pensiunan Bantu Program Pengembangan KUMKM - Bintang Puspayoga Buka Pelatihan Klinik Bisnis Pelaku Usaha Kuliner

Menteri Eko Disambut Antusias Warga Indonesia Di Roma

Mei 4, 2018 | news

ROMA: (Globalnews.id) – Di sela-sela kunjungannya ke Roma, Italia, untuk menjadi pembicara di Kantor Pusat International Fund for Agricultural Development (IFAD), Rabu (2/5/2018), Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmograsi, Eko Putro Sandjojo, menyempatkan diri untuk ramah tamah dengan warga Indonesia di Italia.

Dalam kegiatan yang berlangsung di Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Italia, Menteri Eko disambut Dubes RI untuk Italia Esti Andayani dan Dubes RI untuk Vatikan Agus Sriyono. Ikut dalam acara ramah tamah ini antara lain Ikatan Rohaniawan dan Rohaniawati Indonesia di Kota Abadi (IRRIKA)

Para peserta ramah-tamah terlihat sangat antusias mengetahui perkembangan pembangunan desa di Indonesia. Dalam kesempatan tersebut, Eko juga mengajak pelajar, rohaniawan, serta rohaniawati, untuk kembali ke Indonesia guna membangun desa.

Di hadapan masyarakat Indonesia di Italia ini, Eko kembali menjelaskan percepatan pembangunan di perdesaan adalah kunci penting pertumbuhan ekonomi Indonesia. Selain memetakan potensi produk unggulannya, desa juga harus didorong untuk mampu memberi nilai tambah pada komoditas tersebut agar memiliki daya jual yang lebih tinggi.

Hal yang dibutuhkan desa dalam konteks ini, menurut Eko, adalah sarana pascapanen. “Hal tersebut juga perlu didukung dengan skala produksi produk unggulan desa yang besar, agar investor tidak ragu masuk ke desa. Dengan demikian, pendapatan masyarakat akan lebih besar,” ujarnya.

Dia menambahkan, pemerintah perlu menggandeng sektor swasta dalam hal penyediaan sarana pascapanen tersebut. Sejalan dengan gagasan itu, Kementerian Desa menginisiasi komitmen kerja sama dalam bentuk memorandum of understanding (MoU) antara perusahaan swasta dan pemerintah daerah serta instansi terkait untuk mengembangkan potensi unggulan desa.

“Ada 102 kabupaten, 68 dunia usaha, serta sejumlah instansi terkait yang berkomitmen membangun desa. Kesepakatan terjalin untuk dapat bekerja sama dalam mengembangkan Produk Unggulan Kawasan Perdesaan (Prukades) dan penyediaan sarana pascapanen,” ucapnya.

Dengan adanya Prukades dan sarana pascapanen yang memadai, kata Eko, produktivitas produk unggulan desa dapat meningkat signifikan dan memiliki daya saing lebih tinggi. Dengan demikian, pendapatan ekonomi masyarakat desa dan pertumbuhan ekonomi akan meningkat. Pemerataan ekonomi pun akan terwujud.

Kunjungan Eko ke Roma sekaligus memenuhi undangan IFAD untuk menjadi pembicara utama dalam Konferensi Internasional dengan tema “Rural Inequalities: Evaluating Approaches to Overcome Disparities”. Dalam kesempatan itu, Eko menguraikan peran penting dana desa dalam menopang pembangunan dan menggerakkan perekonomian masyarakat. (jef)

 

Related For Menteri Eko Disambut Antusias Warga Indonesia Di Roma