Global News Indonesia
Menu
UMKM Perlu Branding yang Berkelanjutan dan Masif - BNI Tennis Open 2019 Siap Dimulai, Ajang Pemanasan Pemain Pelatnas Sebelum Sea Games Manila - KEJAR PSAK 71, BTN PERTEBAL PEMBENTUKAN CKPN - Menkop dan UKM Teten Masduki Ungkap Lima Masalah yng Sering Hambat Perkembangan UMKM - Kemenkop dan UKM Siap Dampingi Tasik Menjadi Kota Industri Kreatif UMKM - Ponpres Dinilai Strategis untuk Bangun ekonomi Umat - 2020 Suku Bunga KUR Turun Jadi 6 Persen, Plafon Kredit Naik Jadi Rp 190 Triliun - Koperasi Wadah Tepat Bentengi Perekonomian Nasional dari Kapitalisme - Anggaran UMKM 18 K/L Bakal Dikonsolidasikan ke Kemenkop dan UKM - Menkop dan UKM Sebut Sektor KUKM Diintegrasikan dalam Omnibus Law Penciptaan Lapangan Kerja

Menteri Puspayoga: Meski Masuk Era 4.0, Bisnis Offline Masih Tetap Dominan

September 14, 2019 | koperasi dan ukm

Denpasar:(Globalnews.id)- Meskipun revolusi industri 4.0 telah mengubah cara bisnis ke sistem online namun tidak akan total menggusur bisnis offline. Bisnis offline masih lebih dominan dibandingkan online. 

“Sehebat-hebatnya revolusi industri 4.0 tidak akan bisa mengalahkan offline. Bisnis online terbesar di Cina baru 16 persen dari total jual beli di negara itu. Indonesia baru 6-7 persen,” kata Menteri Koperasi dan UKM Puspayoga, Sabtu (14/9) saat membuka Rakernas Asosiasi Pengusaha Jasa Boga Indonesia (APJI) V di Sanur, Bali. 

Rakernas mengangkat tema APJI menuju 4.0.  Mendorong industri jasa boga yang berkelanjutan dan meningkatkan kualitas untuk mencapai kesejahteraan. 

Puspayoga mengatakan tema yang diangkat APJI sangat tepat sebab revolusi industri 4.0  telah memudahkan dunia bisnis lewat internet. Ia mencontohkan, pengusaha hotel tidak harus memiliki bangunan hotel,  tapi bisa mengelola penjualan kamar hotel secara online. Begitu juga pengusaha taksi tidak harus memiliki armada tapi bisa menjalankan bisnis transportasi secara global. 

Ia meminta pengusaha termasuk pengusaha yang tergabung di APJI menangkap fenomena tersebut. Mampu memanfaatkan bisnis online dan offline secara bersamaan. 

“Kedua model bisnis ini harus saling menunjang. Kalau tidak memanfaatkan online susah juga, namun jangan mengandalkan offline semata,” tegas Puspayoga. 

Ia mengemukakan pengusaha jasa boga merupakan pengusaha yang sudah memiliki jaringan luas. Walaupun demikian, pemanfaatan bisnis secara online juga diperlukan.  

Puspayoga dalam sambutannya menyampaikan bisnis jasa boga terkait erat dengan dunia pariwisata. Jika pariwisata berkembang  maka UKM juga berkembang. 

Menurutnya pengembangan dunia pariwisata perlu strategi. Hal itu yang diterapkan Bali, mengembangkan pariwisatanya selama ratusan tahun. Menurutnya yang perlu dibangun lebih dulu adalah masyarakatnya yang berkarakter pariwisata. 

Ketua APJI Rahayu Setiowati mengatakan Rakernas akan membahas masalah-masalah  implementasi revolusi industri 4.0 untuk peningkatan kualitas yang berkesinambungan. 

Mengingat masih banyak pengusaha jasa boga berskala UKM yang membutuhkan pembinaan agar dapat naik kelas. 

“Kita ingin hasil Rakernas ini konkret seperti harapan Menteri Koperasi dan UKM sehingga pelaku usaha jasa boga semakin berkembang,” kata Rahayu.

Hadir dalam acara tersebut hadir Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Provinsi Bali I Putu Astawa dan Staf Ahli Menteri Koperasi dan UKM bidang Produktivitas dan Daya Saing Herustiati. (jef)

Related For Menteri Puspayoga: Meski Masuk Era 4.0, Bisnis Offline Masih Tetap Dominan