Menu
MenkopUKM Minta UMKM di NTT Berkoperasi - Kemenhub Siap Antisipasi Pergerakan Saat Libur Panjang Agar Tak Terjadi Lonjakan Kasus Covid-19 - Libur Panjang Pekan Depan, Kemenhub Prediksi Penumpang Pesawat Naik 20 Persen - Pentingnya Memperkuat Posisi UMKM dalam Rantai Pasok - Hari Santri 2020, LPDB-KUMKM Gandeng Santri Dalam Upaya Pendampingan Dana Bergulir - Pemerintah Wajibkan K/L Belanja Produk UMKM Minimal 40 Persen Dari Pagunya - KUARTAL III/2020, LABA BTN MELESAT 39,72% - Export Revolution, Gebrakan Penetrasi Pasar Luar Negeri Bagi UKM dan Petani Indonesia Melalui Indonesian Grocery KOPITU - MenkopUKM: Menjadi Wirausaha di Masa Pandemi Adalah Pilihan Tepat - BNI Syariah Gandeng Universitas Islam Bandung (UNISBA) terkait Layanan Perbankan

Menteri Puspayoga: Meski Masuk Era 4.0, Bisnis Offline Masih Tetap Dominan

September 14, 2019 | koperasi dan ukm

Denpasar:(Globalnews.id)- Meskipun revolusi industri 4.0 telah mengubah cara bisnis ke sistem online namun tidak akan total menggusur bisnis offline. Bisnis offline masih lebih dominan dibandingkan online. 

“Sehebat-hebatnya revolusi industri 4.0 tidak akan bisa mengalahkan offline. Bisnis online terbesar di Cina baru 16 persen dari total jual beli di negara itu. Indonesia baru 6-7 persen,” kata Menteri Koperasi dan UKM Puspayoga, Sabtu (14/9) saat membuka Rakernas Asosiasi Pengusaha Jasa Boga Indonesia (APJI) V di Sanur, Bali. 

Rakernas mengangkat tema APJI menuju 4.0.  Mendorong industri jasa boga yang berkelanjutan dan meningkatkan kualitas untuk mencapai kesejahteraan. 

Puspayoga mengatakan tema yang diangkat APJI sangat tepat sebab revolusi industri 4.0  telah memudahkan dunia bisnis lewat internet. Ia mencontohkan, pengusaha hotel tidak harus memiliki bangunan hotel,  tapi bisa mengelola penjualan kamar hotel secara online. Begitu juga pengusaha taksi tidak harus memiliki armada tapi bisa menjalankan bisnis transportasi secara global. 

Ia meminta pengusaha termasuk pengusaha yang tergabung di APJI menangkap fenomena tersebut. Mampu memanfaatkan bisnis online dan offline secara bersamaan. 

“Kedua model bisnis ini harus saling menunjang. Kalau tidak memanfaatkan online susah juga, namun jangan mengandalkan offline semata,” tegas Puspayoga. 

Ia mengemukakan pengusaha jasa boga merupakan pengusaha yang sudah memiliki jaringan luas. Walaupun demikian, pemanfaatan bisnis secara online juga diperlukan.  

Puspayoga dalam sambutannya menyampaikan bisnis jasa boga terkait erat dengan dunia pariwisata. Jika pariwisata berkembang  maka UKM juga berkembang. 

Menurutnya pengembangan dunia pariwisata perlu strategi. Hal itu yang diterapkan Bali, mengembangkan pariwisatanya selama ratusan tahun. Menurutnya yang perlu dibangun lebih dulu adalah masyarakatnya yang berkarakter pariwisata. 

Ketua APJI Rahayu Setiowati mengatakan Rakernas akan membahas masalah-masalah  implementasi revolusi industri 4.0 untuk peningkatan kualitas yang berkesinambungan. 

Mengingat masih banyak pengusaha jasa boga berskala UKM yang membutuhkan pembinaan agar dapat naik kelas. 

“Kita ingin hasil Rakernas ini konkret seperti harapan Menteri Koperasi dan UKM sehingga pelaku usaha jasa boga semakin berkembang,” kata Rahayu.

Hadir dalam acara tersebut hadir Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Provinsi Bali I Putu Astawa dan Staf Ahli Menteri Koperasi dan UKM bidang Produktivitas dan Daya Saing Herustiati. (jef)

Related For Menteri Puspayoga: Meski Masuk Era 4.0, Bisnis Offline Masih Tetap Dominan