Menu
Sukriansyah: Siapkan Mitigasi Meminimalisir Ketidakpuasan Soal Restrukturisasi dan Penyelamatan Polis Jiwasraya - KemenkopUKM Dorong Pemulihan KUMKM Sumbar Lewat Transformasi ke Platform Digital - Kombinasikan free Wi-Fi dengan Iklan, SURGE Siapkan Internet Gratis di Ruang Publik - Berkat Banpres Produktif, Usaha Mikro Lisa dan Kartini Kembali Bergeliat - SeskemenkopUKM: UU Ciptaker Ciptakan Ruang Tumbuhnya Usaha Mandiri di Masyarakat Khususnya UMKM - Anggota DPR: Koperasi Jadi Salah Satu Wadah Terdepan dalam Pemulihan Ekonomi Nasional - MenkopUKM: Peran Koperasi Syariah Strategis Dalam Pengembangan Ekonomi Umat - ACIS 2020 Bantu Pelaku Industri Temukan Strategi Lewati Pandemi Percepat Pemulihan Kinerja dan Menciptakan Masa Depan Perusahaan - MenkopUKM Tekankan Tiga Hal Dorong UMKM Go Digital - KemenkopUKM Dukung Smesco Ciptakan Inovator Bisnis Berbasis Tanaman Di Loka Hejo

Menyeimbangkan Program Kesehatan dan Ekonomi, Jadi Kunci Pemulihan KUMKM

Oktober 26, 2020 | koperasi dan ukm

Jakarta:(Globalnews.id)_ Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki terus mengingatkan pelaku koperasi dan UMKM, termasuk konsumen, agar memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan; serta sedapat mungkin menggunakan transaksi online.

“Kunci dari pemulihan ekonomi KUMKM adalah pengendalian isu-isu kesehatan,” kata Teten dalam dialog Covid-19: Penerapan Protokol Kesehatan di UMKM, di gedung BNPB Jakarta, Senin (26/10).

Mengingat pentingnya isu kesehatan, KemenkopUKM pun membuat ketentuan yang tertuang dalam Surat Edaran Menteri Koperasi dan UKM Nomor 03/SE/M.KUMKM/IX/2020 terkait protokol kesehatan bagi pelaku KUMKM seluruh Indonesia.

Menurut Teten, digitalisasi bukan saja menjawab isu ekonomi, tetapi juga isu kesehatan itu sendiri dengan mengurangi interaksi fisik antara penjual dan pembeli.

“Digitalisasi merupakan salah satu solusi dalam menjawab isu-isu kesehatan bagi KUMKM,” ujar Teten.

Survey World Bank menunjukan 42% UMKM Indonesia menggunakan media sosial/platform digital dalam merespons pandemi Covid-19. Bahkan survey McKinsey (Juni 2020) menunjukan adanya peningkatan penjualan melalui e-commerce sebesar 26% dan terdapat 3,1 juta transaksi per hari selama pandemi Covid-19.

‘Hal ini menjelaskan bahwa UMKM yang dapat bertahan di tengah pandemi adalah UMKM yang terhubung digital,” tegas MenkopUKM.

Oleh karena itu, digitalisasi KUMKM telah menjadi agenda prioritas KemenkopUKM. “Upaya ini dilakukan melalui kebijakan terintegrasi, baik di sisi hulu maupun hilir,” tandas Teten.

Kebijakan tersebut antara lain berupa pendampingan dan pelatihan UMKM, baik yang dilakukan Kemenkop UKM, Smesco, juga melalui kolaborasi dengan BUMN maupun swasta.

“Program lainnya dilakukan melalui edukukm.id/program e-learning, atau pelatihan daring secara gratis, dan Kakak Asuh UMKM atau pelatihan khusus UMKM agar menjadi digital marketers khususnya di e-commerce,” pungkas MenkopUKM.(Jef)

Related For Menyeimbangkan Program Kesehatan dan Ekonomi, Jadi Kunci Pemulihan KUMKM