Menu
Angkasa Pura I Berikan Bantuan kepada Korban Banjir Banjar dan Manado - Komitmen KemenkopUKM Dorong Kolaborasi dan Digitalisasi Warteg untuk Tingkatkan Produktivitas Usaha - Tahun 2021, LPDB-KUMKM Juga Fokus Kembangkan Koperasi Syariah - MESKI PANDEMI, KINERJA 2020 PELINDO 1 TETAP POSITIF - SEMARAK HUT KE-71, BTN GELAR LOMBA KARYA TULIS DAN FOTO JURNALISTIK BTN siapkan hadiah total sebesar Rp171 juta - 2021, LPDB-KUMKM Dampingi Koperasi Potensial Melalui Inkubator Wirausaha - Sriwijaya Air Dampingi Keluarga Penumpang Tabur Bunga di Lokasi Musibah SJ-182 - LPDB-KUMKM Bantu Koperasi Bertahan di Masa Pandemi - MenKopUKM Tingkatkan Daya Saing Produk UMKM agar Pasar Ekspor Meningkat - KemenKopUKM Fokus Kembangkan Enam Program pada 2021

Minimalisir Resiko Kredit, Kemenkop Dorong Koperasi Gunakan SID

Agustus 1, 2017 | koperasi dan ukm

 

Deputi Pembiayaan Kementerian Koperasi dan UKM Braman Setyo

JOGJAKARTA (Globalnews.id)-Kementerian Koperasi dan UKM mendorong koperasi menggunakan Sistem Informasi Debitur (SID) guna meminimalisir resiko kredit. Sampai saat ini hanya ada 3 koperasi yang tergabung atau menjadi anggota SID, yakni Kospin Jasa di Pekalongan, Obor Mas Maumere NTT dan Sahabat Mitra Sejati di Jakarta.

Deputi Bidang Pembiayaan Kemenkop UKM Braman Setyo mengatakan manfaat SID ini sangat penting baik bagi anggota maupun koperasi bahkan bagi pemerintah dan masyarakat. Misalnya bagi anggota koperasi kualitas kredit akan terjamin, serta reputasi pinjaman dalam akses pinjaman dari lembaga pemberi kredit.

Sedangkan bagi koperasi manfaatnya sebagai informasi pendukung dalam analisa pinjaman, mempermudah pengambilan keputusan persetujuan pinjaman koperasi serta efisiensi penyaluran pinjaman koperasi.

“Bagi pemerintah terciptanya industri perkreditan yang sehat serta memperluas akses pembiayaan pada pelaku usaha mikro,” kata Braman melalui siaran pers, Selasa (1/8/2017).

Disampaikan pula apabila koperasi di Indonesia bisa memanfaatkan SID akan diberikan kemudahan dalam mengakses pinjaman ke lembaga pengelolahan Dana Bergulir (LPDB).

Untuk diketahui usaha simpan pinjam saat ini sudah tercatat sebanyak 110.189 unit dan jumlah anggota 20,8 juta orang. Pinjaman yang diberikan sebesar Rp 65,57 triliun dan aset Rp 86,81 triliun.(jef)

 

Related For Minimalisir Resiko Kredit, Kemenkop Dorong Koperasi Gunakan SID