Menu
KPBS Pengalengan Tetap Berjaya Kala Pandemi - BNI Dukung Kemudahan Bisnis 400 Investor Jepang di Indonesia - Harkopnas ke-73: MenkopUKM Susun Konsep Arsitektur Pengembangan Koperasi Indonesia - KemenkopUKM Perkuat Pendamping UMKM untuk Sertifikasi SKKNI - SeskemenkopUKM Nilai Perguruan Tinggi Penting Bagi Penguatan KUMKM - CAR Perbankan Stabil dan NPL Terkendali, Manajemen Risiko Bank Berjalan Baik - SeskemenkopUKM Minta Hentikan Stigmatisasi Negatif Terhadap Koperasi - MenkopUKM Siapkan Inisiatif untuk Modernisasi Koperasi - Manajemen Risiko dan Pengawasan Perbankan Indonesia Berjalan Baik - Ekonom CORE Indonesia: Likuiditas dan Modal Perbankan Masih Sangat Baik

OASE Kabinet Kerja Sosialisasi Pencegahan Stunting di Bangli

Agustus 22, 2019 | koperasi dan ukm

BANGLI:(GLOBALNEWS.ID)- Tujuh istri kabinet kerja yang tergabung dalam Organisasi Aksi Solidaritas Era (OASE) Kabinet Kerja (KK) melakukan sosialisasi konvergensi pencegahan stunting dengan mengunjungi PAUD Semara Murti sebagai percontohan pencegahan stunting di Desa Pengotan, Kabupaten Bangli, Provinsi Bali, Kamis (22/8).

Ketujuh pengurus OASE KK tersebut adalah I Gusti Ayu Bintang Puspayoga (istri Menteri Koperasi dan UKM), Riri Sandjojo (istri Menteri Desa PDTT), Ma’rifah Hanif Dhakiri (istri Menakertrans), Koes Moeldoko (istri Kepala Staf Kepresidenan), Endang Budi Karya (istri Menhub), Nora Ryamizad Ryacudu (istri Menhan), dan Dedet Primadi (istri Sekjen Kemenkes).

“Salah satu program kami di OASE Bidang II adalah peningkatan kualitas keluarga yaitu pencegahan stunting, salah satunya program Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS), ini kecil dan ringan, tapi dampaknya besar,” kata Bintang Puspayoga, yang merupakan pengurus OASE KK (Ketua Bidang II) sekaligus istri dari Menteri Koperasi dan UKM, dalam sambutannya.

Menurut Bintang, pencegahan stunting ini merupakan arahan Presiden RI Joko Widodo bahwa semua Kementerian/Lembaga harus bersama-sama mengeroyok program stunting. “Sosialisasi pencegahan stunting ini dilakukan atas kerjasama OASE KK dengan beberapa kementerian dalam upaya menurunkan angka stunting di desa-desa di Indonesia”, ujar Bintang.

Saat ini, masih ada sekitar 160 kabupaten/kota yang masih mengalami stunting. “Desa Pengotan di Bangli ini termasuk daerah rawan Stunting”, ungkap Bintang.

Oleh karena itu, lanjut Bintang, perhatian terhadap PAUD-PAUD seluruh Indonesia harus terus ditingkatkan karena merupakan pendidikan utama dan pertama pendidikan formal yang diberikan pada anak. “Kuncinya di gerakan Posyandu. Kalau Posyandu ini berjalan dengan baik Stunting bisa ditangani,” terang Bintang.

Bintang menambahkan, pencegahan Stunting bisa dilakukan secara ringan melalui pola asuh, pola makan, sanitasi, dan itu ada di posyandu. Harapannya agar cegah Stunting bisa ditangani. “Posyandu merupakan ujung tombak pencegahan Stunting”, pungkas Bintang.(jef)

Related For OASE Kabinet Kerja Sosialisasi Pencegahan Stunting di Bangli