Menu
BNI Syariah Bersama Universitas Padjajaran Gelar Talkshow Edukasi Pengelolaan Keuangan Syariah - Begini Cara Ikuti Penyaluran Bantuan Sosial Tunai Jakarta - Sukses Gelar JD.ID Loyalty Festival 2020, JD.ID Berikan Apresiasi Kepada Seluruh Pelanggan - Bencana Sulut dan Jabar: Berlanjut, Bantuan BNI untuk Korban Banjir - MenKopUKM dan MenParekraf Optimalkan Kolaborasi di 5 Destinasi Super Prioritas - KemenKopUKM Dukung Peningkatan Daya Saing UMKM Melalui Kemitraan dengan Usaha Besar - Miliki kontak dengan Banyak Orang di Lingkungan Relatif Tertutup, DPP ORGANDA Himbau Pemerintah Berikan Priotas Vaksin Kepada Pengemudi Angkutan Umum - KemenKopUKM Tata Struktur Organisasi Baru Menuju Koperasi Modern Serta UMKM Berdaya Saing dan Naik Kelas - MenKopUKM Kebangkitan KUMKM Menjadi Kunci Pemulihan Ekonomi - Kelola Aset, Taspen Percayakan pada Kustodian BNI

OJK Dorong Industri Asuransi Manfaatkan Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi 2017

November 17, 2016 | ekbis

20161117_091933

JAKARTA – (Globalnews.id) : Pertumbuhan ekonomi 2017 yang diperkirakan di  kisaran 5,2-5,3 persen atau diatas pertumbuhan 2016, menjadi peluang bagi lembaga asuransi untuk menyasar sektor-sektor yang kembali bertumbuh, terutama pertambangan.

“Pertumbuhan ekonomi 2017 bisa 5,2-5,3 persen dan harus dimanfaatkan industri asuransi,” kata Kepala Eksekutif Bidang Pengawasan Industri Keuangan Non bank (IKNB) OJK, Firdaus Djaelani dalam seminar “Media Asuransi: Outlook Insurance 2017″ di Jakarta, Kamis (17/11).

Ia menjelaskan, bila pertumbuhan ekonomi 2017 sebesar 5,3 persen bisa terealisasi, tentu akan membuat  perbaikan indikator makroekonomi domestik dan pemulihan sektor-sektor bisnis.

Untuk itu pelaku industri perasuransian diminta fokus menangkap peluang pada program infrastruktur BUMN maupun industri yang tengah mengalami recovery menuju perbaikan, terutama industri pertambangan.”Asuransi di sektor tambang rendah, saatnya masuk di saat sektor ini kembali bertumbuh lagi,” paparnya.

Namun demikian, tambahnya, trend perbaikan ekonomi nasional juga tetap memiliki risiko global terkait dengan terpilihnya Donald Trump sebagai Presiden AS.  “Yang ditakuti sekarang ini adalah masa transisi Trump, karena tim transisi di sana masih keluarga dan kerabat. Tetapi, kami yakin prospek ekonomi kita baik,” ujar Firdaus.

Firdaus menilai, reaksi berlebihan di pasar keuangan dalam negeri pasca terpilihnya Trump telah memicu pelemahan rupiah dan Indeks Harga Saham Gabungan. “Pelemahan rupiah dan IHSG itu temporer. Setelah Trump terpilih, memang dollar AS naik di emerging melemah. Mata uang lain yang menguat hanya pounsterling,” paparnya.

Lebih lanjut Firdaus mengatakan, saat ini sikap Trump yang akan mendorong peningkatan kesempatan kerja dan keterbukaan informasi bisnis telah memicu pasar global bereaksi positif,

“Jadi, jika program pemerintah kita terus direalisasikan, maka pada 2017 prospek ekonomi Indonesia akan terus membaik,” tegas Firdaus.

Menurut Firdaus, keyakinan sebagian besar kalangan terhadap perbaikan ekonomi nasional di 2017 juga harus dimanfaatkan industri perasuransian. “Yang perlu diingat, pemanfaatan itu harus melalui persaingan yang sehat dan jangan banting harga premi dan melanggar kesepakatan batas minimum-maksimum,” katanya.

Dikatakan,  pada dasarnya premi asuransi yang lebih rendah dari kompetitor diyakini tidak akan mampu memberikan layanan optimal terkait pengurusan klaim.”Jangan bermimpi kita bisa mendapatkan layanan bagus, kalau preminya murah,” tegas Firdaus. (dan)

 

Related For OJK Dorong Industri Asuransi Manfaatkan Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi 2017