Menu
CAR Perbankan Stabil dan NPL Terkendali, Manajemen Risiko Bank Berjalan Baik - SeskemenkopUKM Minta Hentikan Stigmatisasi Negatif Terhadap Koperasi - MenkopUKM Siapkan Inisiatif untuk Modernisasi Koperasi - Manajemen Risiko dan Pengawasan Perbankan Indonesia Berjalan Baik - Ekonom CORE Indonesia: Likuiditas dan Modal Perbankan Masih Sangat Baik - Koperasi Makmur Mandiri, Membantu Sesama dengan Berkoperasi   - PLUT Jembrana, Pacu Inovasi di Tengah Pandemi Covid-19 - Bangkitkan Ekonomi di Tengah Pandemi, Teten Masduki Aktif Dampingi Pelaku UMKM di Kabupaten Garut - KNKT Dukung Pengembangan Smart Mobil Tangki untuk Mencegah Kebakaran Kendaraan yang Angkut BBM - MenkopUKM Terbitkan Permenkop No 4/2020, Pangkas Syarat Dana LPDB dari 16 Menjadi 3 Saja

OJK Siapkan Program Peningkatan Produktivitas UMKM yang Berorientasi Ekspor

Oktober 28, 2019 | koperasi dan ukm

JAKARTA:(GLOBALNEWS.ID)- Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyiapkan program pengembangan pengusaha UMKM dalam rangka peningkatan produktivitas yang berorientasi ekspor. Pengusaha UMKM yang tergabung dalam ribuan kluster ini nantinya disyaratkan berbentuk koperasi.
Hal itu dikemukakan Ketua OJK Wimboh Santoso usai bertemu dengan Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki, di Jakarta, Jumat (25/10).

“Untuk menggenjot ekspor harus ada lompatan program, tidak seperti sekarang ini. Nah, kami menyiapkan program yang terintegrasi mulai dari hulu sampai hilir bahkan sampai ekspornya dan sekaligus bisa menyerap tenaga kerja,” kata Ketua OJK Wimboh Santoso.

Turut hadir dalam pertemuan itu, Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Heru Kristiyana dan Deputi Komisioner Manajemen Strategis dan Logistik OJK Anto Prabowo, Sekretaris Kementerian dan UKM Rully Indrawan, Deputi Bidang Pengawasan Suparno dan Dirut LPDB Braman Setyo.

Wimboh menjelaskan desain program pengembangan pengusaha UMKM orientasi ekspor itu merupakan program yang terintegrasi mulai dari hulu sampai hilir bahkan sampai pada ekspor atau pemasarannya.

“Karena itu nantinya kita juga akan bekerjasama dengan Kementerian lain, seperti Kementerian Perindustrian jika menyangkut industri, dan Kementerian Perdagangan jika terkait pemasaran,” jelasnya.

Wimboh mengatakan pengusaha UMKM yang ikut dalam program ini nantinya akan tergabung dalam kluster.

“Nah kluster-kluster ini nantinya harus berbentuk koperasi, baik di pusat maupun di daerah ada induk koperasi,” jelas Wimboh.

OJK, tambah Wimboh, akan menyiapkan skim pembiayaan murah dalam program ini, tentunya dengan melibatkan pendanaan perbankan dengan skim khusus.

Diharapkan dengan adanya program yang masif dan melibatkan banyak pihak ini, akan mampu memberikan dampak yang signifikan terhadap upaya upaya penciptaan lapangan kerja dan penyerapan tenaga kerja, meningkatkan devisa, menciptakan barang substitusi impor dan memberikan kontribusi pada pertumbuhan ekonomi.(jef)

Related For OJK Siapkan Program Peningkatan Produktivitas UMKM yang Berorientasi Ekspor