Menu
DWP KemenkopUKM Berbagi Peduli Untuk Masyarakat Terdampak Bencana di Kabupaten Garut - MenkopUKM Minta UMKM di NTT Berkoperasi - Kemenhub Siap Antisipasi Pergerakan Saat Libur Panjang Agar Tak Terjadi Lonjakan Kasus Covid-19 - Libur Panjang Pekan Depan, Kemenhub Prediksi Penumpang Pesawat Naik 20 Persen - Pentingnya Memperkuat Posisi UMKM dalam Rantai Pasok - Hari Santri 2020, LPDB-KUMKM Gandeng Santri Dalam Upaya Pendampingan Dana Bergulir - Pemerintah Wajibkan K/L Belanja Produk UMKM Minimal 40 Persen Dari Pagunya - KUARTAL III/2020, LABA BTN MELESAT 39,72% - Export Revolution, Gebrakan Penetrasi Pasar Luar Negeri Bagi UKM dan Petani Indonesia Melalui Indonesian Grocery KOPITU - MenkopUKM: Menjadi Wirausaha di Masa Pandemi Adalah Pilihan Tepat

Pelabuhan Tanjung Priok Targetkan Tahun 2021 Raih Predikat Green Port

Oktober 12, 2020 | news

JAKARTA:(Globalnews.id)-Kepala Kantor Otoritas Pelabuhan Utama Tanjung Priok, Dr. Capt. Mugen S Sartoto, MSc. menargetkan tahun depan Pelabuhan Tanjung Priok meraih predikat Green Port, pelabuhan yang Bersih, Bebas Pencemaran, dan Ramah Lingkungan. “Kita sekarang berada di zona merah, dan kita targetkan tahun 2021 predikat Ecoport itu bisa kita raih,” kata Mugen usai gelaran Forum Eco Port Pelabuhan Tanjung Priok 2020 di Jakarta, Senin (12/10).

Forum Eco Port yang dibuka Dirjen Perhubungan Laut Kemenhub R Agus H Purnomo secara virtual menghadirkan antara lain Staf Ahli Kemaritiman dan Investasi bidang Manajemen Konektivitas Kemenko Kemaritiman dan Investasi Sahat Manoar Panggabean, Direktur PKPLB3 Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Sinta Saptarina, Kepala Syahbandar Utama Pelabuhan Tanjung Priok Capt. Wisnu Handoko, kepala Syahbandar Priok, Direktur Teknik Pelindo II Zuhri Iryansyah.

Pada kesempatan tersebut juga dilakukan penandatanganan sekretariat bersama (Sekber) penanganan dan pengawasan limbah di Pelabuhan Tanjung Priok antara Kepala Kantor Otoritas Pelabuhan Utama Tanjung Priok Capt. Mugen S Sartoto dan Kepala Syahbandar Utama Pelabuhan Tanjung Priok Capt. Wisnu Handoko.

Mugen mengatakan, dua tahun lalu telah dilakukan komitmen bersama antar stakeholder di Pelabuhan Tanjung Priok yang digagas oleh Kementerian Perhubungan melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Laut dan Kantor Otoritas Pelabuhan Utama Tanjung Priok, dalam mendeklarasikan Forum Ecoport Pelabuhan Tanjung Priok untuk mewujudkan pelabuhan terbesar di Indonesia tersebut menjadi pelabuhan berwawasan lingkungan dan memberikan nilai tersendiri.

Menurut Mugen, Deklarasi Forum Ecoport merupakan hasil kajian Konsep Ecoport yang telah dilakukan oleh Kantor Otoritas Pelabuhan Utama Tanjung Priok. “Dalam Peraturan Menteri Perhubungan nomor PM 51 tahun 2015 tentang Penyelenggaraan Pelabuhan Laut secara spesifik mengatakan bahwa untuk menjamin dan memelihara kelestarian lingkungan di pelabuhan, Otoritas Pelabuhan harus menyediakan fasilitas pencegahan pencemaran dan menjamin pelabuhan yang berwawasan lingkungan (ecoport),” jelasnya.

Berwawasan Lingkungan

Capt Mugen mengemukakan konsep Ecoport merupakan tantangan dalam penerapan, elemen-elemen kunci dan pilar dalam penerapan Ecoport, hingga program dari Forum Ecoport tersebut. “Pembangunan pelabuhan berwawasan lingkungan (ecoport) diartikan sebagai pengembangan pelabuhan berkelanjutan (sustainable port) yang tidak hanya memenuhi persyaratan lingkungan hidup, akan tetapi juga mengangkat kepentingan ekonomi pelabuhan,” papar Capt Mugen.

Ia mengatakan, konsep Ecoport memiliki empat pilar yaitu pemenuhan semua persyaratan regulasi di bidang lingkungan hidup (compliance), penerapan sistem manajemen lingkungan (misalnya ISO 14001) untuk menjamin keselarasan dan konsistensi pelaksanaan program-program lingkungan yang telah ditetapkan, pelaksanaan green initiatives, dan yang terakhir adalah keterlibatan stakeholders untuk mendukung upaya pemenuhan regulasi di bidang lingkungan hidup dan implementasi green initiatives di pelabuhan.

Dalam upaya memenuhi target dimaksud, Sekber akan secara rutin melakukan kegiatan sosial terkait kepedulian lingkungan serta penerapan sanksi kepada kapal atau pengguna jasa yang melakukan pencemaran. “Pada tahun 2021 kita mempunyai program pengurangan penggunaan plastik sekali pakai dan menginventarisir fasilitas dalan rangka pencegahan pencemaran di Pelabuhan Tanjung Priok,” tegas Mugen.

Mugen tak menampik bahwa kesadaran hukum masyarakat menjadi tantangan tersendiri dalam mewujudkan kawasan pelabuhan Bersih, Bebas Pencemaran, dan Ramah Lingkungan. Oleh karena itu, ia akan melakukan edukasi secara terus menerus tentang program ecoport ini. Ia juga akan mengajak stakeholder untuk mengedukasi masyarakat agar tidak membuang sampah sembarangan terutama ke sungai, mengingat pelabuhan Tanjung Priok merupakan muara dari sejumlah kali di wilayah Jabodetabek.

Pelabuhan Ecofriendly

Sementara Dirjen Perhubungan Laut Kemenhub R Agus H Purnomo mengatakan, perubahan kebiasaan memerlukan adanya upaya atau sinergitas bersama. “Penerapan konsep ecoport di pelabuhan internasional termasuk didalamnya adalah upaya perlindungan habitat satwa, penggunaan bahan ramah lingkungan, pengurangan limbah, konservasi energi dan antisipasi perubahan iklim melalui penggunaan energi baru dan terbarukan,” ujar Agus Purnomo.

Penerapan konsep ecoport, ungkap Dirjen Agus, memerlukan perubahan kebiasaan (habit), sebagai contoh kepedulian setiap individu dalam menjaga kebersihan dan mengurangi sampah plastik di lingkungan pelabuhan. Dalam dunia kepelabuhanan, kata Agus, ecoport telah menjadi salah satu tren dunia untuk mendukung kecintaan terhadap lingkungan. “Ecoport merupakan konsep pelabuhan yang memperhatikan aspek lingkungan,” tegasnya.

Oleh karena itu, kata Agus, Kemenhub melalui Direktorat Jenderal telah menindaklanjuti Forum Ecoport Pelabuhan Tanjung Priok yang telah dibentuk tahun lalu, serta terus berupaya untuk mendukung terciptanya pelabuhan yang ecofriendly. (Jef)

Related For Pelabuhan Tanjung Priok Targetkan Tahun 2021 Raih Predikat Green Port