Menu
Bigbird Premium, Layanan Transportasi Aman, Nyaman dan Mewah - PMI Harap Sinergi Permodalan dengan LPDB untuk Pemuda Papua - Kemenkop dan UKM Cari Masukan Skema Pembiayaan Murah dan Ramah - DEPUTI BIDANG PENGEMBANGAN SDM AKAN MEREFORMULASI DAN REFORMASI SISTEM PELATIHAN - BRI Bagikan Dividen Rp. 20,6 Triliun - Kemenkop dan UKM Dukung Pekerja Dirikan Koperasi - Kemenkop dan UKM Siapkan Langkah Digitalisasi Koperasi - 2020, BTN OPTIMISTIS RAIH LABA RP3 TRILIUN - Teten Dorong Penggemar Burung Dirikan Koperasi Komunitas Kicau Indonesia - Toge Mas Toge Sukses Berkat KUR BNI

Pelaku Usaha di Perhutanan Sosial Harapkan Ada Pendampingan dalam Bisnis Model Kemitraan KUMKM

Desember 16, 2019 | koperasi dan ukm

JAKARTA:(GLOBALNEWS.ID)- Pelaku usaha di lingkungan perhutanan sosial menyambut baik bisnis model kemitraan UMKM yang ditawarkan Kementerian Koperasi dan UKM. Mereka menilai bisnis model tersebut sebagai terobosan untuk mengangkat skala usaha dan mengembangkan produktivitas pelaku usaha.

“Kami dari masyarakat dari perhutanan sosial melihat bisnis model kemitraan ini menjadi terobosan dari Kemenkop dan UKM untuk melakukan pemberdayaan ekonomi masyarakat,” kata Sri Nurcahya, Sekretaris Persaudaraan Perhutanan Sosial Jawa Barat usai melakukan pertemuan dengan Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki mengenai pemanfaatan lahan perhutanan sosial, Senin (16/12) di ruang kerja menteri.

Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki sebelumnya menyatakan lahan perhutanan sosial untuk mendukung pemberdayaan dan pengembangan KUMKM. Pemerintah mengalokasikan lahan perhutanan sosial untuk KUMKM seluas 12,7 juta ha ditambah 9 juta ha redistribusi lahan. Namun, pemanfaatan lahan tersebut masih 3,4 juta ha.

Sri Nurcahya menyebutkan model bisnis kemitraan yang ditawarkan Menkop dan UKM untuk komoditas yang memiliki prospek bagus, antara lain budidaya pisang, peternakan sapi dan domba, kopi. Diharapkan model bisnis kemitraan itu dalam skala usaha industri yang akan bermitra dengan swasta/BUMN sebagai offtaker sekaligus dalam model tersebut terlibat bank/non bank untuk memberikan pembiayaan. Dalam model bisnis kemitraan tersebut juga ada pendampingan dan pelatihan ahli sehingga komoditasnya memenuhi standar ekspor.

“Masyarakat butuh model bagaimana mengelola lahan perhutanan yang baik dan secara ekonomi menguntungkan. Bisnis model dengan komoditas yang ditawarkan itu saya kira cukup menguntungkan yang penting pasarnya jelas,” lanjut Sri Nurcahya.

Ia mengatakan pihaknya akan mempelajari komoditas yang bisa dikembangkan dan segera mengomunikasikan dengan kelompok usaha yang ada di sana, sehingga masyarakat mengerti bisnis model yang akan dijalankan.

Ia mengakui saat ini masyarakat di perhutanan sosial melakukan usaha secara sporadis dan kecil-kecilan. Menanam berbagai ragam usaha tapi skala bisnisnya tidak cukup sehingga tidak mampu mengangkat ekonomi mereka.

Ini yang kemudian akan diangkat oleh Kemenkop dan UKM supaya skala usahanya naik dan perekonomian masyarakat meningkat. Tidak hanya dari sisi ekonomi, dengan model tersebut pelestarian lingkungan juga menjadi fokus perhatian.(jef)

Related For Pelaku Usaha di Perhutanan Sosial Harapkan Ada Pendampingan dalam Bisnis Model Kemitraan KUMKM