Menu
Seminar virtual PWI Jaya: Menatap New Media di Era Pandemi - MenkopUKM Melepas Ekspor Perdana Lidi Nipah ke Nepal dan Lada ke Jepang - Mompreneur Penopang Ekonomi Keluarga di Masa Krisis - Pelaku UMKM Mulai Merasakan Manfaat Program PEN - Transaksi Kartu Kredit BNI Syariah Wajib Pakai Pin - Stok Darah Menipis, PMI Ajak Donor Darah sesuai Protokol Kesehatan Aman - Band Kotak Siap ' All Out' dalam konser Penggalangan Dana bagi 1000 Pekerja Seni Terdampak Covid-19 - HUT BNI, Pegawai dan Serikat Pekerja BNI Membagikan 146.000 Paket Sembako - MenKopUKM Ingin KSPPS BMT BUS Rembang Fokus Garap Sektor Pertanian dan Kelautan - MenKopUKM Dorong KSPPS Fastabiq Khoiro Ummah Pati Naik Kelas Ke Level Nasional

Pelaku Usaha Pariwisata Raja Ampat Terkendala Pasok Listrik dan Solar Mahal

Maret 3, 2020 | koperasi dan ukm

JAKARTA:(GLOBALNEWS.ID)- Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki bertemu dengan komunitas para pelaku usaha pariwisata lokal di Raja Ampat, Papua Barat. Menteri Teten ingin mendengar kendala yang dihadapi pelaku usaha pariwisata di salah satu destinasi wisata tersebut.

Dalam pertemuan yang diselenggarakan pekan lalu, para pelaku usaha tersebut mengungkapkan kendala yang terkait adalah pengelolaan home stay, mahalnya biaya transportasi, kebutuhan bahan bakar yang tinggi dan pemandu wisata atau tour guide. Para pelaku usaha itu skala UKM yang umumnya adalah masyarakat lokal.

Menanggapi berbagai kendala tersebut, Teten mengatakan akan mendukung pelaku usaha pariwisata lokal sehingga dapat berkembang dan berdampak pada kesejahteraan masyarakat. 

“Inisiatif komunitas masyarakat lokal yang sudah menjalankan kegiatan ini sudah luar biasa, hanya saja belum terintegrasi. Ini akan ditindaklanjuti oleh secara teknis,” kata Menteri. 

Menurutnya berbagai kekurangan harus segera dilengkapi untuk bisa memenuhi kebutuhan para turis. Teten menginginkan koperasi hadir di Raja Ampat untuk bisa mengakomodir para komunitas di beberapa sektor tersebut agar bisa saling berinteraksi dan membangun supply chain.

Untuk masalah homestay, Teten meminta agar pelaku usaha membuat bangunan berciri khas Papua karena turis lebih menyukai bentuk yang alami daripada bangunan beton. Selain itu, Menteri menekankan pentingnya menjaga kebersihan di dunia pariwisata.

Ia juga meminta agar pelaku usaha melakukan pemasaran lewat aplikasi seperti Airbnb.”Saya optimis Papua lewat homestay saja mereka bagus, listriknya masih dari solar nanti kita minta sama PLN melalui Kementerian ESDM untuk kelistrikan di Papua Jadi program dia tinggal langsung diarahkan ke daerah,” kata Teten. (jef)

Related For Pelaku Usaha Pariwisata Raja Ampat Terkendala Pasok Listrik dan Solar Mahal