Menu
STIP Proaktif Periksa Kesehatan Taruna di Pandemi Covid-19 - MenkopUKM Ajak Perguruan Tinggi Rancang Disain Pengembangan Start Up - Koperasi Diminta Segera Manfaatkan Subsidi Bunga Non KUR Bagi Anggota - UU Cipta Kerja Terobosan Bagi UMKM - Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali Raih Sertifikat Inisiasi Koridor Sehat dari IIAC - STIMULUS SEKTOR PROPERTY DUKUNG PENINGKATAN PDB INDONESIA - KemenkopUKM Gelar Pelatihan Untuk Tingkatkan Ekspor Produk UKM Babel - MenkopUKM: UU Cipta Kerja Perkuat Posisi KUMKM dalam Rantai Pasok - SeskemenkopUKM: Filosofi Jabatan Fungsional Untuk Memperkuat Kelembagaan - KemenkopUKM Gelar Pelatihan Kewirausahaan UMKM Fesyen di Bogor

Pelaku Usaha Pariwisata Raja Ampat Terkendala Pasok Listrik dan Solar Mahal

Maret 3, 2020 | koperasi dan ukm

JAKARTA:(GLOBALNEWS.ID)- Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki bertemu dengan komunitas para pelaku usaha pariwisata lokal di Raja Ampat, Papua Barat. Menteri Teten ingin mendengar kendala yang dihadapi pelaku usaha pariwisata di salah satu destinasi wisata tersebut.

Dalam pertemuan yang diselenggarakan pekan lalu, para pelaku usaha tersebut mengungkapkan kendala yang terkait adalah pengelolaan home stay, mahalnya biaya transportasi, kebutuhan bahan bakar yang tinggi dan pemandu wisata atau tour guide. Para pelaku usaha itu skala UKM yang umumnya adalah masyarakat lokal.

Menanggapi berbagai kendala tersebut, Teten mengatakan akan mendukung pelaku usaha pariwisata lokal sehingga dapat berkembang dan berdampak pada kesejahteraan masyarakat. 

“Inisiatif komunitas masyarakat lokal yang sudah menjalankan kegiatan ini sudah luar biasa, hanya saja belum terintegrasi. Ini akan ditindaklanjuti oleh secara teknis,” kata Menteri. 

Menurutnya berbagai kekurangan harus segera dilengkapi untuk bisa memenuhi kebutuhan para turis. Teten menginginkan koperasi hadir di Raja Ampat untuk bisa mengakomodir para komunitas di beberapa sektor tersebut agar bisa saling berinteraksi dan membangun supply chain.

Untuk masalah homestay, Teten meminta agar pelaku usaha membuat bangunan berciri khas Papua karena turis lebih menyukai bentuk yang alami daripada bangunan beton. Selain itu, Menteri menekankan pentingnya menjaga kebersihan di dunia pariwisata.

Ia juga meminta agar pelaku usaha melakukan pemasaran lewat aplikasi seperti Airbnb.”Saya optimis Papua lewat homestay saja mereka bagus, listriknya masih dari solar nanti kita minta sama PLN melalui Kementerian ESDM untuk kelistrikan di Papua Jadi program dia tinggal langsung diarahkan ke daerah,” kata Teten. (jef)

Related For Pelaku Usaha Pariwisata Raja Ampat Terkendala Pasok Listrik dan Solar Mahal