Global News Indonesia
Menu
BNI Dukung Program Wirausaha bagi Pensiunan Peserta Taspen - Gerakan Koperasi Pertanyakan Soal Dekopin , Pembahasan RUU Koperasi Segera Dirampungkan - Barisan Prabowo Sandi: Melalui Pemilu Inginkan Perubahan, Kebijakan ke Depan Harus Berpihak pada Rakyat - Kemenkop dan UKM Diharapkan Fokus Pada Upaya Reformasi Total Koperasi - Kemenkop dan UKM Berharap Kemitraan dengan India mampu perkuat eksistensi UMKM Hadapi Revolusi Industri 4.0 - Jadi Entrepreneur Jangan Mudah Menyerah - Peroleh SMM ISO 9001:2015, Kini RTGS, Remitansi, dan Garansi Bank BNI Berstandar Dunia - 3,9 Juta Pelaku UMKM Nikmati KUR BRI Senilai Rp.80,2 Triliun di 2018 - Sukses Salurkan Rp 7,3 Triliun di 2018, BNI Kembali Salurkan Bansos PKH Non Tunai Tahun 2019 - Capai Pertumbuhan Remitansi Dua Digit Pada 2018, BNI Jadi Pioneer Go Live SWIFT GPI di Indonesia

Pelaku Usaha Sambut Positif Early Warning System Kemenkop dan UKM

Februari 14, 2018 | koperasi dan ukm
Bengkulu:(Globalnews.id) – Kementerian Koperasi dan UKM menggelar sosialisasi penerapan aplikasi Early Warning System (EWS-KUKM) kepada 130 KUMKM di Bengkulu, Rabu (14/2/2018). Acara ini mendapat tanggapan positif dari pelaku usaha daerah sempat.
Deputi Bidang Restrukturisasi Usaha Kemenkop dan UKM, Abdul Kadir Damanik menyampaikan bahwa restrukturisasi usaha bagi Koperasi dan UMKM adalah penting dilakukan dalam upaya menjaga stabilitas kinerja Koperasi dan UMKM.
“Sehingga pada akhirnya koperasi dan UMKM memiiki kinerja yang baik, berdaya saing dan mampu menghadapi tantangan usaha yang semakin kompetitif, sekaligus mampu meraih peluang usaha yang semakin terbuka,” kata Damanik.
Menurut Damanik, restrukturisasi usaha jangan hanya dilakukan pada saat kinerja usaha Koperasi dan UKM sedang menurun atau menjelang kolaps, akan tetapi dalam keadaan normal pun Koperasi dan UMKM perlu melakukan pembenahan/penataan.
“Mulai dari penataan aspek fortopolio bisnis/usaha, aspek organisasi/manajemen dan aspek keuangannya, sehingga diharapkan Koperasi dan UMKM semakin berperan dalam perekonomian nasional,” ujarnya.
Untuk diketahui aplikasi EWS-KUKM dari Kemenkop dan UKM berfungsi untuk mendiagnosa kinerja usaha Koperasi dan UMKM, sehingga mereka dapat mengetahui positioning kondisi usahanya, apakah dalam kondisi sangat sehat, sehat, atau tidak sehat.
Aplikasi EWS-KUKM ini, dirancang oleh Deputi Bidang Restrukturisasi Usaha Kemenkop dan UKM untuk memberikan kemudahan bagi para pendamping dan pelaku usaha dalam menganalisis kinerja usahanya, sehingga dengan diagnosa tersebut akan terdeteksi secara dini apa persoalan dan masalah yang dihadapi dalam mengembangkan usahanya.
Selain itu, aplikasi tersebut juga dilengkapi dengan skema-skema penyelesaiannya sesuai dengan rekomendasi hasil diagnosa sistem tersebut, juga dilengkapi dengan Standar Operasional Prosedur (SOP) untuk membantu langkah-langkah apa saja yang harus dilakukan dalam penyelesaian persoalannya.(jef)

Related For Pelaku Usaha Sambut Positif Early Warning System Kemenkop dan UKM