Global News Indonesia
Menu
Catatkan Kinerja Keuangan Positif, Bank DKI Raih 3 Penghargaan Sekaligus - Tutup Kirab Obor, Dirut BNI Turut Usung Obor sejauh 350 Meter - Pemerintah Akan Perkuat UMKM untuk Dorong Pertumbuhan Ekonomi - Angkasa Pura Logistik Kini Cashless dengan BNI - Wirausaha Indonesia Harus Mampu Adaptasi dengan Revolusi Industri 4.0 - Apotik Kimia Farma Kini Jadi Agen46 BNI - Asian Games 2018 Peluang Produk UMKM Masuk Pasar Internasional. - Dimulai di NTT, BNI Pionir Penyaluran KUR untuk Petani Garam - Kemenkop dan UKM Berikan Bantuan Bagi Penyuluh Koperasi Korban Gempa Lombok - Tingginya Arus Mutasi di Daerah Jadi Kendala Pembinaan ASN Perkoperasian

Pelaku WP Antusias Sambut Program Bantuan Modal dari Kemenkop dan UKM

Agustus 11, 2018 | koperasi dan ukm


SOPPENG: (Globalnews.id)- Sejumlah pelaku Wirausaha Pemula (WP) di Sulawesi Selatan antusias menyambut program Kementerian Koperasi dan UKM dalam hal pemberian bantuan dana WP. Program ini merupakan salah satu bentuk kepedulian pemerintah melalui program nawa cita guna meningkatkan daya saing di pasar internasional serta untuk mewujudkan kemandirian perekonomian bangsa.

Andi Safira (18) salah satu yang menerima dana WP sebesar Rp 11 juta mengaku, dana tersebut akan digunakan untuk mengembangkan usahanya dalam pengolahan kacang kentucky.

“Sehari saya biasa habis lima liter kacang. Bantuan itu akan saya gunakan menambah beli bahan-bahan, lemari es, mixer dan lain-lain,” kata Andi Safira yang mempunyai usaha di jl Ksatria, kel Lemba, kec Lalabata, Kabupaten Soppeng, Rabu (8/8/2018), saat dikunjungi Asisten Deputi Permodalan pada Deputi Pembiayaan Kemenkop dan UKM Luhur Pradjarto beserta tim.

Penerima dana WP lainnya di Kabupaten Soppeng adalah
Nurdahlia yang mempunyai usaha olahan tape dan Satyawati dengan usaha kripik pisang, masing-masing menerima dana WP Rp 11 juta.

Penerima dana WP lainnya Andi Muh Syakur Sudirman (kelas 3 SMA), dengan usaha produksi aneka roti gorengan Alif Roti Soppeng, juga menerima dana WP Rp 11 juta. Di tengah kesibukan sekolah ia sambil membuat kue yang dijual ke warkop-warkop. Dalam sehari keuntungan bersih Rp 50 ribu. “Dengan dana WP saya ingin menambah modal usaha dengan harapan usaha saya dapat meningkat,” harap Syakur.

Penjelasan Pemanfaatan Program WP

Setelah dari Kabuparen Soppeng, Luhur Pradjarto beserta tim langsung menuju ke ‘Bumi Lasinrang’ Kabupaten Pinrang untuk melakukan hal yang sama dengan yang dilakukan di Soppeng, yaitu penjelasan pemanfaatan program bagi para pelaku WP.

Salah satu pelaku WP di Kabupaten Pinrang Hardiyanti Rahman, dengan usaha donat hias. Dalam sehari ia bisa menjual 15 hingga 20 nampan donut. Satu nampan isi 8 yang dijual secara online seharga Rp 25 ribu. Dana WP yang ia peroleh sebesar Rp 13 juta akan dipergunakan untuk mengembangkan usaha membeli mixer, etalase, perlengkapan kue dan lain-lain. Setelah menjalani usaha selama dua tahun, usahanya makin berkembang maka perlu tambahan modal.

“Target saya nanti sehari bisa 50 nampan kue. Insya Allah bantuan dana WP ini sangat bermanfaat untuk menambah modal usaha kami,” ujar Hardiyanti.

Luhur beserta tim juga menyempatkan mampir ke usaha toko Donut Lylo di Pinrang yang dikelola Suhemi Askin beserta suami. Ia merupakan penerima dana WP tahun lalu sebesar Rp 13 juta. Kini usahanya sudah berkembang pesat. Omset per hari berkisar Rp 2 hingga 3 juta.

Padahal sebelum menerima dana WP omsetnya cuma sekitar Rp 1 jutaan per hari. Donut yang ia produksi dijual baik melalui online maupun offline.

Kepada para penerima dana WP, Luhur Pradjarto berpesan, bantuan dana WP ini diharapkan dapat memotivasi WP untuk tumbuh dan berkembang. Dana ini semuanya untuk modal kerja, tidak boleh digunakan membayar karyawan, bayar listrik, sewa kios dan yang lainnya.

Ia menambahkan, dana ini untuk meningkatkan skala usaha serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat. “Program ini merupakan bantuan dari pemerintah, karenanya tolong manfaatkan dengan baik. Pemakaiannya harus hati-hati dan amanah,” harap Luhur.

Dana hibah ini Imbuhnya, harus dilaporkan menggunakan aplikasi Laporan Keuangan Mikro (Lamikro) ke Dinas Koperasi dan UKM yang ditembuskan ke pusat, supaya dapat diketahui, meningkat, tetap atau berkurang modalnya.

Laporan dilakukan tiap semester selama dua tahun. Ia berharap, bantuan ini dapat digunakan untuk mengembangkan produk (diversivikasi produk) sehingga menghasilkan produk yang mempunyai nilai tinggi.

Karena produknya makanan, Luhur minta harus dijaga kebersihan dan higienisnya, supaya masyarakat sehat. Kemasannya juga harus bagus dan menarik. Supaya aman, harus ada Ijin Pangan Industri Rumah Tangga (PIRT).

Untuk itu ia minta WP menghubungi Dinaskop dan UKM untuk mengikuti pelatihan-pelatihan.

Kepada wartawan, Kepala Dinas Perdagangan, Perundustrian, Koperasi dan UKM Kabupaten Soppeng Andi Makkaraka sangat berterima kasih kepada Kemenkop dan UKM. Dana itu sangat membantu masyarakat yang baru memulai usaha. “Kita akan awasi sesuai dengan peruntukannya. Akan kita berikan pelatihan sehingga skillnya bertambah. Pemasaran juga kita bantu dengan mencari pangsa pasar dan diikutkan ke pameran-pameran,” papar Andi Makkaraka.

Pagi harinya, Luhur beserta tim mengunjungi Dapur Imha di Pinrang yang memproduksi Pie Susu. Tahun lalu menerima dana WP Rp 13 juta yang digunakan untuk membeli open seharga Rp 4,2 juta. Kini sehari omset Rp 1 jt, untung bersih Rp 600 juta per hari.

Di hari yang sama tim bergerak ke Kota Palopo untuk memberikan pengarahan kepada 15 penerima WP. Acara itu juga dihadiri Asisten II Kota Palopo Taufik dan Kadiskop dan UKM Palopo Karno.

Atas nama Pemko Palopo Taufik mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya atas pemberian bantuan dana ini. “Semoga bantuan ini bernilai ibadah dan akan lebih banyak lagi bantuan seperti ini. Kita harap pengangguran di Kota Palopo berkurang dan tingkat perekonomian meningkat,” harap Taufik.

Program ini juga menunjukkan keberpihakan kepara gender, karena dari 28 penerima WP, hanya 5 laki-laki. Lainnya kaum perempuan.(fan)

Bintang Puspayoga Buka Pelatihan Klinik Bisnis Pelaku Usaha Kuliner

JAKARTA:(Globalnews.id)- Direktorat Jenderal Perdagangan Dalam Negeri, Kementerian Perdagangan bekerjasama dengan Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kementerian Koperasi dan UKM menggelar pelatihan klinik bisnis pelaku usaha kuliner. Acara yang diadakan di Creative Stage, Gedung Smesco Indonesia ini dibuka oleh Penasihat DWP Kemenkop dan UKM Bintang Puspayoga.

“Saya sangat apresiasi pelaksanaan kegiatan ini, jadi ada terori dan praktek ini suatu kegiatan sangat komplit. Kalau kita belajar teori saja tanpa praktek hasilnya tidak akan maksimal,” kata Bintang saat menyampaikan sambutan pembukaan, Jumat (10/8/2018).

Pelatihan ini diikuti kurang lebih 100 peserta yang berasal dari dua instasi DWP Kemenkop dan UKM, serta Ditjen Perdagangan Dalam Negeri Kemendag. Sementara materi yang diberikan meliputi tata kelola manajemen dan SDM kuliner, pengelolaan keuangan bisnis kuliner, motivasi dan pemahaman hygienitas usaha kuliner, maupun praktek pengelolaan makanan.

Acara ini juga dihadiri Dirjen Perdagangan Dalam Negeri Kemendag Tjahja Widayanti, Direktur Penggunaan dan Pemasaran Produk Dalam Negeri Ditjen Perdagangan Dalam Negeri Kemendag Luther Palimbong, Direktur Utama Lembaga Layanan Pemasaran Koperasi dan UKM (LLP-KUKM) Emilia Suhaimi, dan Suwiryo Cokro, salah satu konsultan bisnis kuliner.

Bintang mengatakan potensi usaha kuliner di Indonesia belakangan ini kian menjanjikan, terutama di kota-kota besar. Sebagai contoh di Jakarta, dengan banyaknya perkantoran, keluarga muda suami isteri kerja tidak memiliki waktu untuk memasak, solusinya harus membeli makanan siap saji.

Beberapa kuliner Indonesia juga sudah dikenal dunia di antaranya rendang. CNN Travel dunia pada tahun 2017 merilis 50 makanan terlezat di dunia, rendang yang merupakan makanan khas Indonesia menempati posisi pertama dan nasi goreng di posisi kedua. Penetapan posisi ini merupakan hasil pooling facebook yang divote 35 ribu suara dari seluruh dunia.

Contoh lain makanan khas Indonesia yang sudah menjangkau manca negara, yaitu Ina Cookies Bandung, produk kue keringnya sejak tahun 2002 telah menjangkau Malaysia, Singapura, Brunei Darussalam, dan Timur Tengah (Qatar).

Di tengah melejitnya kuliner Indonesia ke pasar dunia, Bintang menekankan agar pelaku usaha kuliner memperbaiki tata kelola kegiatan usahanya secara profesional, baik dari sisi manajemen keuangan, kemasan hingga sumber daya manusia. Bintang berharap melalui pelatihan semacam inilah pelaku usaha bisa menjawab tantangan tersebut.

“Kami harapkan peserta dapat mengikuti pelatihan ini dengan baik. Mengapa ini penting karena pelaku-pelaku kecil seperti kuliner kadang-kadang berusaha bisa, tapi manage itu yang belum profesional,” ujar Bintang.

Tjahja Widayanti menjelaskan pelatihan klinik bisnis pelaku usaha kuliner ini bertujuan meningkatkan sinergi instansi pemerintah dalam memberdayakan usaha mikro kecil. Tujuan lain agar bagaimana pelatihan ini mampu mengedukasi, meningkatkan wawasan, dan praktek usaha sehingga tujuan usaha bisa tercapai.

“Ini akan berlangsung selama dua hari. Saya berharap bagaimana kita bisa dapat outpout dari unit usaha kita sendiri,” pungkas Tjahja.(fan)

Related For Pelaku WP Antusias Sambut Program Bantuan Modal dari Kemenkop dan UKM