Menu
MenkopUKM Berharap Mahasiswa Bantu UMKM Terhubung ke Marketplace Online - Pemerintah Tempatkan Dana Rp2 Triliun di Bank DKI untuk Percepatan PEN - FOORKAMI Soroti Lambatnya Perizinan TUKS di Ditjen Perhubungan Laut - KemenkopUKM Gandeng Grup Facebook (FB, IG, WA) Percepat Digitalisasi UMKM - SEKTOR PERUMAHAN DIYAKINI BAKAL DONGKRAK PEMULIHAN EKONOMI NASIONAL - BNI & Universitas Negeri Malang Berkolaborasi, Dana Penelitian Kian Rapi - SesKemenkopUKM: "Memperkuat Ekonomi Lokal Bisa Selamatkan Ekonomi Nasional Dari Resesi" - KemenkopUKM Gelar Pelatihan Kewirausahaan Pariwisata dan Home Dekor di Brebes - QurbanKu HasanahKu, BNI Syariah Permudah Nasabah untuk Berqurban - LPDB KUMKM Jajaki Gulirkan Dana Bergulir Untuk Koperasi Ternak di Lampung

Pemerintah Tempatkan Dana Rp2 Triliun di Bank DKI untuk Percepatan PEN

Juli 29, 2020 | ekbis

JAKARTA-(Globalnews.id)- Pemerintah Pusat secara resmi telah menunjuk Bank DKI sebagai salah satu BPD yang menerima penempatan dana sebesar Rp2 triliun untuk Percepatan Pemulihan Ekonomi Nasional.

Penandatanganan perjanjian kerja sama oleh Direktur Utama Bank DKI, Zainuddin Mappa dengan Direktur Jenderal Perbendaharaan Kementerian Keuangan, Andin Hadyanto dan disaksikan oleh Menteri Keuangan Republik Indonesia Sri Mulyani Indrawati dan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan di Jakarta, (27/7).

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menjelaskan, penempatan dana di BPD ini merupakan kelanjutan pemerintah pusat setelah sebelumnya telah menempatkan dana pada 4 Bank Himbara sebesar Rp30 triliun, sesuai dengan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 70 Tahun 2020 tentang Penempatan Uang Negara Pada Bank Umum Dalam Rangka Percepatan Pemulihan Ekonomi Nasional yang merupakan bagian dari kebijakan dalam penanganan pandemi COVID-19.

Sementara itu, Sekretaris Perusahaan Bank DKI, Herry Djufraini dalam keterangan tertulisnya mengatakan, “sebagai agent of development, Bank DKI memiliki peran dalam pembangunan ekonomi di DKI Jakarta.

Oleh karena itu, Bank DKI mengucapkan terima kasih kepada pemerintah pusat khususnya Kementerian Keuangan yang telah mempercayakan Bank DKI.

“Rencananya, dana tersebut akan kita manfaatkan untuk penyaluran kredit kepada sektor produktif sehingga bisa mendorong pertumbuhan ekonomi,” jelasnya.

“Bank DKI telah melakukan sejumlah upaya termasuk memberikan kebijakan relaksasi kredit bagi sektor usaha yang terdampak Covid-19. Relaksasi yang diberikan kepada debitur di antaranya kredit mikro, kecil dan konsumer. Bank DKI juga melakukan penangguhan terhadap pokok pinjaman dan menurunkan suku bunga. Semua kami tangguhkan pokok pinjaman dalam jangka waktu enam bulan, tapi setiap tiga bulan akan kami review kembali,” pungkas Herry. (jef)

Related For Pemerintah Tempatkan Dana Rp2 Triliun di Bank DKI untuk Percepatan PEN