Menu
Semester I 2021, Bank DKI Catat Pertumbuhan Laba 40.8% - BNI Kembali Salurkan Program Bantuan Presiden Produktif untuk Usaha Mikro - KemenKopUKM dan Bank Indonesia Hadirkan Pusat Wastra Nusantara - KemenkopUKM Percepat Vaksinasi Pelaku UMKM Didaerah - Kuartal II/2021, Kredit dan Laba BTN Tumbuh Perkasa - Bangkit Dari Pandemi, MenkopUKM Ajak Milenial Berwirausaha - Mulai 9 Agustus 2021, Perusahaan di Arab Saudi Siap Terima Jamaah Umrah Asing yang Tervaksinasi - Corona Hengkang, Pelaku Industri Rantai Pasok Lari Kencang - KemenkopUKM Apresiasi Program Summer Act Dalam Membantu Pelaku Usaha Mikro dan Kecil Bertahan di Masa Pandemi - TNI AL- KKP Wilayah II Banten-Kemenhub dan ASDP Gelar Serbuan Vaksin Covid-19

Pengidap Autoimun Tak Bisa Sembarangan di Vaksin Covid-19

Maret 29, 2021 | news

Jakarta:(Globalnews.id)– Pemerintah terus menggenjot jumlah warga Indonesia yang disuntik vaksin Covid-19. Menurut Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin, saat ini sudah lebih dari 10 juta penduduk Indonesia yang divaksinasi. Namun, tentu tak semua warga bisa divaksinasi. Salah satu yang tidak disarankan mendapat vaksin Covid-19 adalah orang dengan penyakit autoimun.

Penderita autoimun tidak bisa sembarangan menerima vaksin. Bisa jadi, vaksin yang diberikan kepada penderita autoimun malah berbalik menyerang tubuh si penderita.

Niken Tantyo Sudharmono, seorang penyintas autoimun terkemuka di Indonesia, membenarkan hal ini. Menurut perempuan 47 tahun yang sudah cukup lama bergelut dengan penyakit autoimun ini, jika pengidap autoimun menerima vaksin, ada kekhawatiran kekebalan tubuhnya malah melemah. “Penderita autoimun malah rentan terinfeksi penyakit, termasuk Covid-19,” ujar Niken di Jakarta, Senin (29/3).

Menurut Niken, ada dua kekhawatiran yang bisa terjadi jika pengidap autoimun divaksin. Pertama, bisa saja vaksin malah mengaktifkan sistem kekebalan tubuh secara tidak aman atau tidak tepat. “Kemungkinan lain, bagi penderita autoimun yang mengonsumsi obat imunosupresan, itu malah membuat vaksin menjadi tidak efektif,” tutur perempuan kelahiran Bandung ini.

Niken juga mengingatkan imbauan Kementerian Kesehatan dan Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam (PAPDI) agar pengidap autoimun sistemik untuk menunda vaksinasi Covid-19. “Sebaiknya memang dikonsultasikan dulu dengan dokter yang merawat,” tutur Niken.

Seperti diketahui, pengidap autoimun yang masih diperbolehkan mendapatkan vaksin sesuai rekomendasi PAPDI adalah tiroid autoimun, autoimun hematologi, dan inflammatory bowel disease(lBD).

Namun, ketiga jenis pengidap autoimun itu tetap harus dalam kondisi terkontrol. “Pengidap autoimun seperti saya memang harus bersabar. Sebab, belum ada penelitian soal keamanan vaksin Covid-19 untuk pengidap autoimun. Jadi, memang saya menyarankan agar tidak divaksin dulu,” ucap Niken.

Autoimun adalah penyakit yang berhubungan dengan sistem imun pada tubuh. Sistem imun adalah sebuah sistem pertahanan tubuh pada jaringan, organ, dan sel. Sistem imun berfungsi melindungi tubuh dari benda asing dan melindungi dari infeksi dan penyakit. Autoimun tergolong penyakit kompleks dan sulit diobati. Autoimun terjadi ketika sistem kekebalan tubuh menyerang sel sehat di dalam tubuh.

Niken sendiri sudah bertahu-tahun menderita autoimun. Ia sudah berusaha berobat ke banyak tempat, termasuk ke luar negeri. Namun, Niken tak juga sembuh. Niken lantas mencoba membaca banyak buku dan jurnal ilmiah tentang autoimun. Dan, akhirnya ia menemukan formula yang tepat untuk terbebas dari autoimun.

Sebagai penyintas autoimun, Niken tentu punya sejumlah rekomendasi bagi pengidap autoimun menyikapi pandemi Covid-19 yang belum juga usai. Salah satunya melalui metode LOH123.

Apa itu LOH123 ?. Nah, nantikan inspirasi menarik seputar kesehatan dari Niken Tantyo Sudharmono. (Jef)

Related For Pengidap Autoimun Tak Bisa Sembarangan di Vaksin Covid-19