Global News Indonesia
Menu
Apotik Kimia Farma Kini Jadi Agen46 BNI - Asian Games 2018 Peluang Produk UMKM Masuk Pasar Internasional. - Dimulai di NTT, BNI Pionir Penyaluran KUR untuk Petani Garam - Kemenkop dan UKM Berikan Bantuan Bagi Penyuluh Koperasi Korban Gempa Lombok - Tingginya Arus Mutasi di Daerah Jadi Kendala Pembinaan ASN Perkoperasian - Literasi Keuangan & Kampanye AG 2018, BNI Hadiahi 2.000 Taplus Anak - Bank DKI Raih Penghargaan Top Bank Bidang Fintech - Transaksi Non Tunai - Pelaku WP Antusias Sambut Program Bantuan Modal dari Kemenkop dan UKM - Kemenkop dan UKM Ajak Pensiunan Bantu Program Pengembangan KUMKM - Bintang Puspayoga Buka Pelatihan Klinik Bisnis Pelaku Usaha Kuliner

PIBI Ikopin dan Digital Youthpreneur Bangun UKM Online

April 29, 2018 | koperasi dan ukm

BANDUNG: (Globalnews.id) – Setelah sukses menyelenggarakan Seminar Digital Marketing Bagi Pengusaha Start Up (cara promosi dan menjual secara online) pada awal Januari 2018 yang lalu, kini Pusat Inkubator Bisnis dan Kewirausahaan Ikopin (PIBI Ikopin) menggandeng komunitas anak muda yang terhimpun dalam Digital Youthpreneur, menyelenggarakan seminar yang serupa, pada Sabtu, 28 April 2018 di Gedung Ikopin Training Centre (ITC).

Peserta pelatihan dibatasi hanya 50 orang. “Tetapi kali ini pelaksanaannya berbentuk workshop, agar peserta dapat langsung mempraktekannya selama kegiatan berlangsung”, kata Direktur Pusat Inkubator Bisnis dan Kewirausahaan Ikopin (PIBI Ikopin) Indra Fahmi dalam rilisnya, kemarin.

Indra menjelaskan, workshop ini dipandu instrukur Haryo Ardito, seorang praktisi Digital Marketing dengan materi Facebook Ads, Instagram Ads, SEO & SEM, Google Ad words, E-Mail Marketing, dan Optimalisasi Webiste.

“Kegiatan ini merupakan salah satu upaya PIBI untuk meningkatkan kompetensi para pelaku usaha (Start Up) khususnya kompetensi marketing. Dalam penerapan strategi pemasaran produknya, kita senantiasa dihadapkan pada empat hal klasik, yaitu belum memahami perbedaan antara pemasaran (marketing) dan penjualan (sales). Kedua, sering mengandalkan harga murah sebagai strategi bersaing. Ketiga, belum memahami konsep service. Keempat, belum membangun positioning and differentiation”, papar Indra.

Menurut Indra, beberapa pengusaha Start-Up ada yang tidak menyadari bahwa ada kompetitor yang menawarkan manfaat produk/jasa sejenis yang relatif sama. Ada juga yang sudah menyadari hal ini, tetapi mereka pasrah dengan keadaan tersebut, kemudian terjebak dalam perang harga (price war).

“Yang harus dilakukan pada kondisi saat ini adalah mempertajam differentiation dari manfaat yang ditawarkan, supaya berbeda dengan para kompetitor”, kata Indra.

Tujuan besarnya, lanjut Indra, adalah supaya dapat memiliki positioning di pikiran dan hati konsumen. Jika sudah melakukannya maka konsumen sudah punya opsi untuk kembali kepada brand produk tersebut. Sekaligus menjadi brand endorser yang mengkomunikasikan brand tersebut kepada keluarga atau kolega mereka. “Salah satu peluang untuk meningkatkan upaya tersebut adalah dengan membidik masyarakat pengguna internet”, jelas Indra lagi.

Jumlah pengguna internet di Indonesia sekitar 132 juta orang, 40 % diantaranya adalah penggila media sosial atau 106 juta orang. Penggilan internet tersebut, 85% di antaranya mengakses media melalui perangkat seluler.

Beberapa kelebihan penggunaan internet dalam implementasi bisnis adalah konsumen lebih aktif mencari apa yang diinginkannya dengan menggunakan media online, konsumen dapat mengakses berbagai informas dengan lebih mudah, pemasar dapat menawarkan lebih banyak produk dan jasa. “Dan jua pemasar dapat mengumpulkan informasi mengenai konsumennya dengan lebih cepat dan mudah”, pungkas Indra.(jef)

tags:

Related For PIBI Ikopin dan Digital Youthpreneur Bangun UKM Online