Menu
Berharap Warga DKI dan Daerah Lain Segera Hidup Normal dan Sehat,DRD DKI Dukung Kebijakan Gubernur Anies Berlakukan PSBB di Jakarta - Kemenkop dan UKM Lakukan Pelantikan Pejabat Sesuai Protokol Covid-19 - Pemulihan Ekonomi Nasional Sangat Bergantung Pada Keberhasilan Pencegahan Covid 19 - Laba Bersih BNI Februari 2020 Meningkat 22,3% Jadi Rp 2,58 Triliun - Ringankan Beban Masyarakat, BNI Syariah Salurkan Bantuan 5,7 Ton Beras ke Ojek Online dan Pedagang - Menkop dan UKM Harap 8 Langkah Mitigasi Bisa Bawa Dampak Ekonomi Positif bagi Pelaku KUMKM - Penundaan Cicilan Kendaraan Bermotor Akibat Corona, DPP ORGANDA Minta OJK Bikin Peraturan yang Implementatif dan Sejalan dengan Keinginan Presiden Jokowi - Physical Distancing, Uang Pensiun Taspen Bisa Diambil di ATM BNI - Kemenkop dan UKM Dorong Skema Program Bantu Koperasi Terdampak Covid-19 - Warga Pondok Ungu Permai Bekasi Lakukan Penyemprotan Disinfektan

PMI Harap Sinergi Permodalan dengan LPDB untuk Pemuda Papua

Februari 19, 2020 | koperasi dan ukm

JAYAPURA:(GLOBALNEWS.ID)- Papua Muda Inspiratif (PMI) sangat antusias menyambut dilakukannya penjajakan rencana kerjasama penyaluran pinjaman modal Lembaga Pengelola Dana Bergulir Koperasi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (LPDB KUMKM) ke Koperasi Kitorang. Koperasi Kitorang yang berbasis di Kampung Samate, Distrik Salawati Utara, Raja Ampat, Papua Barat ini adalah koperasi yang menghimpun masyarakat asli Papua dan Papua Barat yang berada di bawah payung hukum Perkumpulan Kitorang di bawah PMI.

Hal itu dikatakan oleh Staf Khusus Presiden yang juga CEO Papua Muda Inspiratif (PMI) Billy Mambrasar kepada wartawan, usai membuka acara Business Bootcamp Roadshow 2020 yang digelar PMI dengan tema “Transform Ideas in Action”, di Jayapura.

“Kita berharap bisa bersinergi dengan LPDB KUMKM dalam hal permodalan dan kami siap melakukan pelatihan usaha,” kata Billy Mambrasar.

Koperasi Kitorang sudah memproduksi produk alami Papua seperti olahan berbasis sagu, ikan dan pariwisata berkelanjutan. Penyaluran pinjaman modal usaha itu imbuhnya, akan diberikan kepada peserta yang telah mengikuti pelatihan usaha.

Di tempat yang sama, Direktur Eksekutif PMI Neil Aiwoy mengungkapkan, kehadiran Kementerian Koperasi dan UKM melalui LPDB KUMKM perannya sangat signifikan bagi pemuda Papua. “Ini akan menjadikan semangat baru bagi pemuda Papua maupun Papua Barat dalam melakukan usaha,” ungkapnya.

Rebranding koperasi pemuda yang dilakukan Kemenkop dan UKM ini, tambahnya, sangat sejalan dengan PMI, karena basisnya anak-anak muda. “Selama ini masyarakat maupun pemuda Papua tahunya pinjaman modal bank, padahal skema pinjaman pembiayaan LPDB lebih ringan,” jelasnya.

Cara meminjam modal dari bank resikonya juga lebih besar. LPDB, urainya, memang ada resiko tapi ada assessment terkait pengembalian dan sejauh yang ia lihat ketika dalam satu tahun laporan keuangan belum ada profit maka dia hanya mengembalikan pokok.

Dalam pelatihan usaha yang dikemas dalam Business Bootcamp Roadshow yang digelar 17-19 Februari 2020 ini, materi yang diajarkan terkait enterpreneurship, bagaimana memulai bisnis dengan berbasis komunitas anak muda yang ada di Papua dan Papua Barat. Baik Billy maupun Neil berharap, pelatihan usaha yang dilakukan PMI ini akan dapat mencetak pengusaha-pengusaha muda berbakat dari Indonesia bagian timur

PMI berawal dari sebuah gerakan kolaborasi dari anak-anak Muda Papua dan Papua Barat, untuk menginspirasi dan mendorong percepatan pembangunan. PMI didirikan oleh 22 Anak muda berbakat dari 7 wilayah adat di Tanah Papua. Anak-anak muda tersebut telah memiliki prestasi dan pencapaian di berbagai bidang, mulai dari teknologi, ilmu pengetahuan, seni dan hiburan, bahasa dan budaya, pendidikan, kesehatan dan berbagai bidang lain.

PMI juga beranggotakan anak-anak muda asli Papua Diaspora yang ada di seluruh negara, di 5 benua di Dunia.

Presiden Joko Widodo juga mendukung gerakan usaha Papua, terbukti ia meluncurkan pusat pengembangan kreatifitas dan pengembangan bisnis start up di kalangan anak muda Papua, yang dinamakan Papua Youth Creative Hub (PYCH), di Jayapura, Provinsi Papua. Pusat pengembangan ini akan dibangun di 7 Kota pada ditanah Papua. PYCH pertama akan dibangun di jalan Vim, Kotaraja, Abepura, Jayapura, dengan luasan tanah sebesar 1,5 Hektar dan luas bangunan 7000 M2.(jef)

Related For PMI Harap Sinergi Permodalan dengan LPDB untuk Pemuda Papua