Menu
Perlu Sinergi antar Pelaku Usaha dengan Regulator Agar Industri Jasa Logistik Bisa Survive - Angkasa Pura I Tetap Lakukan Investasi Namun Selektif Sesuai Kebutuhan - MenkopUKM Fokus Siapkan Koperasi Percontohan di Sektor Pangan - Agar Mampu Jadi Kekuatan Ekonomi, Koperasi Diarahkan Dikelola Secara Modern - MenkopUKM Siapkan Model Bisnis Koperasi Pangan Mirip Korporasi - Tingkatkan Literasi Keuangan Syariah, BNI Syariah Gelar ELSYA MES Goes To Campus - Per September 2020, Realisasi Program PEN Melalui LPDB-KUMKM Capai Rp1 Triliun - Akses Pasar Terbuka Luas, KemenkopUKM Latih Pengrajin Anyaman untuk Dorong Ekspor Produk - Bank DKI Raih Penghargaan Infobank Awards 2020 - *Masalah Likuiditas Koperasi Jadi Pemicu Rush Money*

PNM Berupaya Menjawab Tantangan di era New Normal

Juni 6, 2020 | koperasi dan ukm

JAKARTA:(GLOBALNEWS.ID)- Hasil riset CNBC Indonesia yang dirangkum sesuai keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia ( BEI) yang disampaikan pada periode 26-29 Mei 2020 menyebutkan bahwa PT Permodalan Nasional Madani (PNM) kebal pandemi ini ditandai dengan menjadi satu dari 12 emiten yang menambah ratusan pegawai baru di tengah pandemi Covid-19.

“Berita tersebut bermakna ganda, yakni seolah-olah tudak terdampak pandemi. Namun di sisi lain bermakna komitmen yang kuat untuk tetap menjaga kesempatan kerja selama perusahaan mampu mengatasinya. Makna yang mana pun data yang dikutip dari hasil laporan keterbukaan informasi PNM kepada BEI per 26-29 Mei 2020 harus tetap dihargai, ungkap Komisaris Utama PNM Prof Rully Indrawan, dalam rilisnya di Jakarta, Sabtu (6/6).

Prof Rully membenarkan bahwa PNM tidak melakukan PHK atau merumahkan karyawannya, tetapi yang dilakukan adalah WFH (work from home) dan WFO (work from office) secara proporsional sesuai aturan masing-masing wilayah.

“Untuk mencapai target kerja tahun 2020, kami melakukan ekspansi bisnis dengan antara lain melakukan penambahan jaringan. Sehingga, hal itu membutuhkan penambahan karyawan untuk mengisi jaringan-jaringan tersebut”, jelas Prof Rully.

Prof Rully menambahkan, jumlah aktual karyawan pada April 2020 sebanyak 40.384 adalah penambahan hasil rekrutmen yang dilakukan sejak Januari sampai dengan Maret 2020. “Itu sebelum pandemi Covid 19 dirasakan dampaknya”, ujar dia.

Jumlah realisasi posisi karyawan pada April 2020 tersebut masih di bawah target Rencana Kerja Anggaran Perusahaan (RKAP) pada April 2020 yang seharusnya sebesar 44.955 orang, atau hanya terpenuhi sebesar 89,8%.

Penambahan akumulasi jumlah karyawan dari Januari sampai dengan April 2020 sebesar 1.479 dibandingkan dengan jumlah karyawan posisi Desember 2019 hanya sebesar 3,8%. Sementara target pertumbuhan karyawan sesuai RKAP pada April 2020 seharusnya mencapai sebesar 15,6%”, papar Prof Rully.

Hal ini membuktikan PNM telah melakukan adjustment rekrutmen karyawan yang mempertimbangkan dampak pademi Covid 19.

Selain itu, lanjut Prof Rully, tujuan pemberian penyertaan modal negara atau PMN kepada PT Permodalan Nasional Madani adalah fungsi strategis PNM untuk melakukan pemberdayaan kepada masyarakat pra sejahtera dapat berjalan sesuai amanah yang diberikan pemegang saham. Yakni, mencapaian manfaat aktif sebesar 10 juta nasabah di tahun 2023.

“Hal ini menjadi bukti aktualisasi dukungan dan harapan pemerintah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat pra sejahtera melalui program PNM Mekaar”, pungkas Prof Rully.(jef)

Related For PNM Berupaya Menjawab Tantangan di era New Normal