Global News Indonesia
Menu
Embung Mampu Gairahkan Perekonomian Desa - Bank BTN Gelar 'Nobar' Final Liga Champions Real Madrid vs Liverpool di Taras Cafe - Dorong BUMDes Perluas Usaha, Bank BRI Gandeng Lion Parcel - BNI dan Angkasa Pura Kargo Perluas Kerja Sama, Ragam Implementasi Transaksi Cashless Diperbanyak - Koperasi Gumarang Lombok dari NIK hingga Menjadi Nazhir Wakaf - 3.978 BUMDes Binaan BNI Dapat Layanan Lion Parcel - Kemenkop dan UKM Beri Pelatihan Manajemen Bisnis Bagi Koperasi dan UKM - Gelar BNI Digimudik 2018, BNI Buka Pendaftaran Peserta Secara Online - Koperasi Angkutan Laut di Lombok Rasakan Manfaat Kepemilikan NIK - Kemendes Resmi Luncurkan Akademi Desa 4.0

Presiden RI Luncurkan BPNT Secara Nasional, BNI Tangani Lebih dari 840.000 KPM

Februari 23, 2017 | ekbis

 

mensos

JAKARTA:(Globalnews.id)-Presiden Republik Indonesia Joko Widodo meluncurkan program Bantuan Pangan Non Tunai atau BPNT secara nasional. Kementerian Sosial Republik Indonesia bersama dengan Bank-bank Milik Negara atau Himbara telah siap melaksanakan penyaluran BPNT di 44 Kota dengan jumlah penerima sebanyak 1,2 Juta Keluarga Penerima Manfaat (KPM). Ke-4 bank Himbara tersebut adalah PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI, Bank Mandiri, Bank Rakyat Indonesia (BRI), dan Bank Tabungan Negara (BTN).

Peluncuran BPNT secara nasional oleh Presiden RI tersebut dilaksanakan di Gedung Olah Raga POPKI, Cibubur, Jakarta Timur, Kamis (23 Februari 2017). Hadir pada kesempatan tersebut Menteri Koordinator PMK RI Puan Maharani, Menteri BUMN Rini Soemarno, Menteri Sosial RI Khofifah Indar Parawansa, Gubernur Bank IndonesiaAgus Martowardojo, Ketua Dewan Komisioner OJK Muliaman D Hadad, serta Direktur Utama BNI Achmad Baiquni serta Direktur Utama Bank Himbara lainnya.

Khofifah mengatakan BPNT merupakan arahan Presiden Joko Widodo. Dalam Rapat Terbatas Maret, April, dan Juni 2016, Presiden memberi arahan agar bantuan sosial makin diintegrasikan secara non tunai dan subsidi pangan akan dikonversi dengan  bantuan pangan melalui Kartu Keluarga Sejahtera (KKS). Presiden mengarahkan agar penerapan penyaluran bantuan pangan pengganti subsidi pangan yang dikenal raskin atau rastra dapat mulai diterapkan pada tahun 2017.

“Program Subsidi Pangan ini dulunya beras miskin (raskin) lalu diubah menjadi rastra (beras sejahtera). Subsidi Pangan saat ini dikonversikan menjadi Bantuan Pangan Non Tunai. Bapak, Ibu akan ditanya tentang hal ini. Maka kuasai hal ini karena secara terminologis mempunyai perbedaan yang signifikan,” papar Menteri Sosial.

Tahun 2017 nilai BPNT mencapai Rp 1,4 triliun. Jumlahnya begitu besar, “Maka saya minta pemerintah daerah dan Dinas Sosial menguasai mekanismenya. Sebab nanti akan muncul pertanyaan-pertanyaan terkait sistem baru penyaluran bantuan ini. Apa itu subsidi pangan, apa bedanya dengan bantuan pangan. Jelaskan kepada penerima manfaat,” terang Khofifah

Achmad Baiquni mengungkapkan, BNI akan menyalurkan BPNT kepada lebih dari 840.000 keluarga penerima manfaat di daerah Jawa dan Bali. Penyaluran akan dilaksanakan melalui Agen-agen46 BNI yang  terus berkembang jumlahnya.

Sistem yang dipakai dalam penyaluran BPNT ini menggunakan Kartu yang memiliki multi fungsi, yaitu sebagai e-wallet yang dapat menyimpan data penyaluran bantuan Pangan serta berfungsi sebagai kartu tabungan. Dengan sistem ini, BantuanPangan Non Tunai akan langsung disalurkan ke rekening Penerima Manfaat dalam hal ini E-wallet dan hanya dapat digunakan untuk membeli barang sesuai program yang ditetapkan pemerintah.

Dalam sistem penyaluran ini, dibangun pula sistem  monitoring berupaDashboard yang bersifat online untuk pemantauan, penyaluran, dan penyerapan bantuan sosial serta rekonsiliasinya. Sistem ini dapat diakses untuk kepentingan secara nasional sampai dengan Desa.

“Untuk pengembangan kedepan, metode ini juga dapat diterapkan untuk penyaluran Bantuan Sosial atau Subsidi lainnya seperti Pupuk, Elpiji, sehingga dapat mendukung program Pemerintah untuk bantuan sosial dan subsidi,” ujar Achmad Baiquni.

Penerima BPNT dapat mendatangi Agen46 BNI atau Agen-agen Branchless Banking lain dari Bank Himbara untuk memanfaatkan bantuan pangan tersebut. Kekhususan BPNT adalah pada penyalurannya yang hanya bisa dicairkan dalam bentuk komoditas pangan.

Pada Penyaluran BPNT secara Nasional ini, BPNT hanya dapat dicairkan menjadi beras bersubsidi sebanyak 10 kilogram (kg) dan gula sebanyak 2 kg atau senilai  Rp 110.000 per penerima. Bantuan tersebut tidak dapat dicairkan dalam bentuk uang. Untuk itu, BPNT juga dapat dicairkan melalui Rumah Pangan Kita (RPK) yang dikelola BULOG dan Warung Gotong Royong Elektronik (E-Warong) yang dioperasikan oleh koperasi dibawah koordinasi Kementeriaan Sosial RI.

Jaringan Agen Bank HIMBARA, saat ini mencapai lebih dari 165.000 agen yang cukup banyak dan luas sehingga dapat mengakomodir penyaluran beragam bantuan sosial. Sebanyak 16.000 agen diantaranya siap menyalurkan BPNT.

Untuk tahun 2017 sebanyak 1,2 Juta orang Penerima Manfaat yang berada di 44 Kota akan menerima bantuan Pangan Non tunai melalui Bank-bank Himbara. Agen Bank Himbara bekerjasama dengan Perum Bulog untuk menyediakan Barang Natura dimana pada tahap awal ini telah di sepakati bersama Kementerian Sosial bahwa komoditas barang terdiri dari Beras dan Gula dengan nilai bantuan sebesar Rp 110.000/ bulan dapat dicairkan untuk belanja barang tersebut.

Pada tanggal 23 Februari 2017, penyaluran BPNT dilakukan secara serentak di 30 kota. Ke-30 kota tersebut antara lain adalah Bandung, Banjar, Cirebon, Cimahi, Pekalongan, Salatiga, Semarang, Tegal, Surabaya, Denpasar, Jakarta Selatan, Jakarta Utara, Jakarta Pusat, Tangerang Selatan, Cilegon, Serang, Tangerang, Bekasi, Jakarta Timur, Blitar, Kediri, Malang, Pasuruan, Magelang, Surakarta, Yogyakarta, Sukabumi, Depok, Probolinggo, dan Madiun.(jef)

 

Related For Presiden RI Luncurkan BPNT Secara Nasional, BNI Tangani Lebih dari 840.000 KPM