Menu
Berharap Warga DKI dan Daerah Lain Segera Hidup Normal dan Sehat,DRD DKI Dukung Kebijakan Gubernur Anies Berlakukan PSBB di Jakarta - Kemenkop dan UKM Lakukan Pelantikan Pejabat Sesuai Protokol Covid-19 - Pemulihan Ekonomi Nasional Sangat Bergantung Pada Keberhasilan Pencegahan Covid 19 - Laba Bersih BNI Februari 2020 Meningkat 22,3% Jadi Rp 2,58 Triliun - Ringankan Beban Masyarakat, BNI Syariah Salurkan Bantuan 5,7 Ton Beras ke Ojek Online dan Pedagang - Menkop dan UKM Harap 8 Langkah Mitigasi Bisa Bawa Dampak Ekonomi Positif bagi Pelaku KUMKM - Penundaan Cicilan Kendaraan Bermotor Akibat Corona, DPP ORGANDA Minta OJK Bikin Peraturan yang Implementatif dan Sejalan dengan Keinginan Presiden Jokowi - Physical Distancing, Uang Pensiun Taspen Bisa Diambil di ATM BNI - Kemenkop dan UKM Dorong Skema Program Bantu Koperasi Terdampak Covid-19 - Warga Pondok Ungu Permai Bekasi Lakukan Penyemprotan Disinfektan

Rasio Kewirausahaan Meningkat Berkat Sinergi Seluruh Stakeholder

September 23, 2019 | koperasi dan ukm

PANDEGLANG:(GLOBALNEWS.ID)- Rasio wirausaha di Indonesia sudah meningkat dari 1,65% pada 2014 menjadi 3,47% pada 2018. “Ini bisa tercapai karena adanya kerjasama, seperti yang saat ini dilakukan Kementerian Koperasi dan UKM berkerjasama dengan Kementerian Pemuda dan Olahraga serta Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Pandeglang Banten”, kata Asisten Deputi Pengembangan Kewirausahaan Kementerian Koperasi dan UKM Nasrun, pada acara Pelatihan Technopreneur di Kabupaten Pandeglang, Banten, Senin (23/9).

Di depan 35 orang pelaku UKM peserta pelatihan, Nasrun menjelaskan, di era Revolusi Industri 4.0 ini ditandai dengan kemajuan teknologi informasi yang luar biasa cepat, yang kemudian mempengaruhi semua aspek kehidupan bermasyarakat. Seperti ekonomi, sosial, kecepatan arus informasi serta peningkatan efektifitasan dan efisiensi. “Hal itu antara lain karena mampu meminimalisir hambatan geografis, wilayah dan hambatan waktu”, ucap Nadrun.

Untuk itu, Nasrun mengajak untuk terus berinovasi dalam berwirausaha. “Karena dengan kemajuan teknologi akan banyak profesi yang hilang, namun akan lebih banyak lagi bidang usaha yang akan muncul”, ungkap Nasrun.

Berdasarkan data yang ada, hanya terdapat 5,1 juta UMKM di Indonesia yang sudah menjalankan transaksi online dan memiliki e-commerce dalam menjalankan usahanya. “Padahal, sekitar 10,2 juta UMKM berpotensi untuk menjalankan bisnisnya secara online namun kapasitasnya masih perlu ditingkatkan”, ujar Nasrun.

Dalam kesempatan yang sama,
Asisten Deputi Kewirausahaan Pemuda Kementerian Pemuda dan Olahraga Imam Gunawan menyampaikan bahwa rangkaian kegiatan ini merupakan amanat Peraturan Presiden Nomor 72 tahun 2018 tentang Rencana Kerja Pemerintah Tahun 2019 khususnya bidang kewirausahaan dimana Kementerian Koperasi dan UKM bersinergi dengan Kementerian Pemuda dan Olahraga, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi, Kementerian Pertanian, Kementerian Perindustrian, dan Kementerian Tenaga Kerja.

Namun, lanjut Imam, harus ditindaklanjuti juga di tingkat pemerintah daerah, dimana antar dinas harus juga saling bersinergi.

Sementara Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Pandeglang Banten Tatang Muhtasar, peserta kali ini yang sebanyak 35 orang itu merupakan hasil seleksi dari 300 orang peserta dari unsur mahasiswa, organisasi kepemudaan, forum kewirausahaan pemuda, dan masyarakat umum, pada kegiatan Penumbuhan Minat Kewirausahaan di Kalangan Pemuda yang diselenggarakan Kementerian Pemuda dan Olahraga pada awal September 2019. “Untuk itu kami sangat mengapresiasi kegiatan yang berkelanjutan ini”, pungkas Tatang.(jef)

Related For Rasio Kewirausahaan Meningkat Berkat Sinergi Seluruh Stakeholder