Menu
Setelah Bantu Penderita Kanker, Kini Pegasus Bantu Korban Kebakaran Di Maccini Kidul Makassar - SeskemenkopUKM Tekankan Pentingnya Kreatifitas, Digitalisasi, dan Kolaboratif Bagi UMKM - Koperasi Sumbang 1,4 Ton Nanas untuk Tenaga Kesehatan dan Relawan COVID-19 di Wisma Atlet - Bank DKI Raih Penghargaan BUMD Marketeers Award - Ojek Sepeda Dimungkinkan Asal Ada Tempat Duduk bagi Penumpang - BNI Syariah Dukung Layanan Digitalisasi Asosiasi Haji dan Umrah Amphuri - Terdampak Pandemi Covid-19, Operator Transportasi Darat Rugi Rp 15,9 Triliun/Bulan - Webinar Balitbanghub Bersama UGM dan ITS, Dirjen Hubdar Budi Ungkap Ada Tiga Paradigma Baru dalam Bertransportasi - Tiga Bandara Besar Angkasa Pura I Sabet 9 Penghargaan ASQ Awards dari ACI - Kumpulkan PPKL, KemenkopUKM Dorong Inovasi dan Transformasi Koperasi

Rasio Kewirausahaan Meningkat Berkat Sinergi Seluruh Stakeholder

September 23, 2019 | koperasi dan ukm

PANDEGLANG:(GLOBALNEWS.ID)- Rasio wirausaha di Indonesia sudah meningkat dari 1,65% pada 2014 menjadi 3,47% pada 2018. “Ini bisa tercapai karena adanya kerjasama, seperti yang saat ini dilakukan Kementerian Koperasi dan UKM berkerjasama dengan Kementerian Pemuda dan Olahraga serta Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Pandeglang Banten”, kata Asisten Deputi Pengembangan Kewirausahaan Kementerian Koperasi dan UKM Nasrun, pada acara Pelatihan Technopreneur di Kabupaten Pandeglang, Banten, Senin (23/9).

Di depan 35 orang pelaku UKM peserta pelatihan, Nasrun menjelaskan, di era Revolusi Industri 4.0 ini ditandai dengan kemajuan teknologi informasi yang luar biasa cepat, yang kemudian mempengaruhi semua aspek kehidupan bermasyarakat. Seperti ekonomi, sosial, kecepatan arus informasi serta peningkatan efektifitasan dan efisiensi. “Hal itu antara lain karena mampu meminimalisir hambatan geografis, wilayah dan hambatan waktu”, ucap Nadrun.

Untuk itu, Nasrun mengajak untuk terus berinovasi dalam berwirausaha. “Karena dengan kemajuan teknologi akan banyak profesi yang hilang, namun akan lebih banyak lagi bidang usaha yang akan muncul”, ungkap Nasrun.

Berdasarkan data yang ada, hanya terdapat 5,1 juta UMKM di Indonesia yang sudah menjalankan transaksi online dan memiliki e-commerce dalam menjalankan usahanya. “Padahal, sekitar 10,2 juta UMKM berpotensi untuk menjalankan bisnisnya secara online namun kapasitasnya masih perlu ditingkatkan”, ujar Nasrun.

Dalam kesempatan yang sama,
Asisten Deputi Kewirausahaan Pemuda Kementerian Pemuda dan Olahraga Imam Gunawan menyampaikan bahwa rangkaian kegiatan ini merupakan amanat Peraturan Presiden Nomor 72 tahun 2018 tentang Rencana Kerja Pemerintah Tahun 2019 khususnya bidang kewirausahaan dimana Kementerian Koperasi dan UKM bersinergi dengan Kementerian Pemuda dan Olahraga, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi, Kementerian Pertanian, Kementerian Perindustrian, dan Kementerian Tenaga Kerja.

Namun, lanjut Imam, harus ditindaklanjuti juga di tingkat pemerintah daerah, dimana antar dinas harus juga saling bersinergi.

Sementara Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Pandeglang Banten Tatang Muhtasar, peserta kali ini yang sebanyak 35 orang itu merupakan hasil seleksi dari 300 orang peserta dari unsur mahasiswa, organisasi kepemudaan, forum kewirausahaan pemuda, dan masyarakat umum, pada kegiatan Penumbuhan Minat Kewirausahaan di Kalangan Pemuda yang diselenggarakan Kementerian Pemuda dan Olahraga pada awal September 2019. “Untuk itu kami sangat mengapresiasi kegiatan yang berkelanjutan ini”, pungkas Tatang.(jef)

Related For Rasio Kewirausahaan Meningkat Berkat Sinergi Seluruh Stakeholder