Menu
Semester I 2021, Bank DKI Catat Pertumbuhan Laba 40.8% - BNI Kembali Salurkan Program Bantuan Presiden Produktif untuk Usaha Mikro - KemenKopUKM dan Bank Indonesia Hadirkan Pusat Wastra Nusantara - KemenkopUKM Percepat Vaksinasi Pelaku UMKM Didaerah - Kuartal II/2021, Kredit dan Laba BTN Tumbuh Perkasa - Bangkit Dari Pandemi, MenkopUKM Ajak Milenial Berwirausaha - Mulai 9 Agustus 2021, Perusahaan di Arab Saudi Siap Terima Jamaah Umrah Asing yang Tervaksinasi - Corona Hengkang, Pelaku Industri Rantai Pasok Lari Kencang - KemenkopUKM Apresiasi Program Summer Act Dalam Membantu Pelaku Usaha Mikro dan Kecil Bertahan di Masa Pandemi - TNI AL- KKP Wilayah II Banten-Kemenhub dan ASDP Gelar Serbuan Vaksin Covid-19

Rekomendasi Parpol untuk Cagub Bengkulu Agusrin Najamuddin Disesalkan

September 6, 2020 | news

Jakarta:(Globalnews.id)-Rekomendasi sejumlah partai politik untuk bakal calon gubernur Bengkulu Agusrin Najamuddin disesalkan lantaran ia pernah berstatus terpidana korupsi. KPUD Bengkulu pun diminta mencermati pendaftaran cagub dan menolak calon yang pernah bermasalah dengan hukum.

Direktur Eksekutif Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem) Khoirunnisa Agustyati menyatakan mantan terpidana korupsi sebenarnya tidak bisa serta-merta mencalonkan diri lagi. Putusan Mahkamah Konstitusi (MK) Nomor 56/PUU-XVII/2019 menegaskan seorang mantan narapidana kasus korupsi tidak boleh maju kembali dalam pilkada kecuali setelah 5 tahun sejak bebas dari bui.

“Pada dasarnya ada putusan MK yang menyatakan bahwa mantan narapidana kasus-kasus berat seperti kasus korupsi untuk bisa mencalonkan diri di pilkada harus ada masa jeda 5 tahun setelah menyelesaikan hukumannya,” jelas Khoirunnisa.

Perludem menyesalkan majunya bakal calon kepala daerah yang pernah tersangkut korupsi lantaran mengesampingkan etika publik dan moralitas. Pasalnya, narapidana korupsi pernah punya pengalaman mengkhianati publik.

Perludem juga menyesalkan langkah parpol yang mengusung eks napi korupsi sebagai calon kepala daerah karena lebih mengedepankan pragmatisme ketimbang semangat mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik dan bersih.

“Napi koruptor jelas pernah punya pengalaman mengkhianati publik dengan melakukan korupsi dan penyalahgunaan kewenangan untuk menguntungkan dirinya sendiri,” ucap Khoirunnisa.

Sementara itu, Kepala Biro Riset dan Investigasi Pilkada Watch Algooth Putranto menilai majunya pasangan bakal calon Gubernur-Wakil Gubernur Bengkulu Agusrin-Imron sudah pasti akan memicu kontroversi.

Pengusungan calon yang pernah bermasalah hukum itu juga dipandang bisa berimbas buruk pada citra partai pengusungnya di masa mendatang. Seperti diketahui pasangan Agusrin-Imron didukung Partai Gerindra (6 kursi), PKB (4 kursi), dan Perindo (2 kursi).

“Koalisi Gerindra, PKB dan Perindo yang mengusung Agusrin-Imron, akan terkena imbas isu kasus korupsi, isu yang sulit untuk diatasi,” ucap Algooth.

Bagi Gerindra, imbuhnya, kontroversi ini akan sangat berat mengingat pendiri mereka Prabowo Subianto dinilai sangat mendukung pemerintahan yang bersih bebas korupsi.

Sementara untuk PKB, tambah Algooth, isu korupsi menjadi bola panas mengingat KPK sejak Juli lalu tengah menyidik kasus dugaan korupsi proyek jalan yang belakangan diduga turut menyeret elit PKB.(jef)

Related For Rekomendasi Parpol untuk Cagub Bengkulu Agusrin Najamuddin Disesalkan