Global News Indonesia
Menu
Kemendes Bakal Luncurkan Akademi Desa Bersertifikasi Nasional - Luncurkan Aplikasi Desa Kini, Menteri Eko Siap Berikan yang Terbaik Buat Desa - Omzet Pedagang dan Pendapatan Desa Naik, Pasar Grengseng Mulai Jadi Sentra Ekonomi di Brebes Selatan - Percepatan KUR BNI Sinergikan Program Serap Gabah dan Kewirausahaan Pertanian di Garut - Sambut Lebaran 2018, Sriwijaya Air Group Siapkan 125 Ribu Extra Flight - Lewat Prukades, ‘Good Bye’ Desa Tertinggal - Bank DKI Borong 8 Penghargaan Kepuasan Nasabah - BNI Salurkan 6.000 Paket Sembako Murah untuk Keluarga PMI - Bank BRI Beri Kemudahan Transaksi Perbankan di Lingkungan Kementerian ATR/ BPN - Sinergikan Jaringan Penerbangan, Garuda Indonesia Group dan Sriwijaya Air Group Kerjasama Codeshare

Responsible Financing, Solusi Gagal Bayar pada Kredit Mikro

Maret 4, 2018 | koperasi dan ukm

SEMARANG:(Globalnews.id)- Senior Financial Specialist Sector World Bank, Nazirwan menyatakan bahwa pertumbuhan kredit mikro dalam beberapa tahun trakhir melesat tinggi yang mengarah pada kemingkinan pinjaman berlebih kepada nasabah. Hal itu dikemukakan Nazirwan dalam acara Workshop Keuangan di Semarang.

“Namun, penetrasi pinjaman mikro yang tinggi bisa memicu terjadinya gagal bayar oleh para nasabah dan berdampak pada krisis keuangan,” kata Nazirwan melalui siaran pers yang diterima wartawan, Jumat (2/3/2018).

Untuk itu, menurut Nazirwan perlu diterapkan Responsible Financing atau keuangan yang bertanggungjawab demi keberlanjutan usaha. Responsible Financing bisa jadi landasan yang tepat untuk mengembalikan fokus industri keuangan mikro termasuk Koperasi Simpan Pinjam (KSP) atau Unit Simpan Pinjam (USP).

“Melalui penerapan prinsip-prinsip keuangan yang bertanggungjawab kepada anggota demi keberlanjutan usahanya,” tandas Nazirwan.

Peran KSP/USP

Deputi Bidang Pembiayaan, Kementerian Koperasi dan UKM, Yuana Sutyowati menyampaikan strategi dalam rangka peningkatan akses UMKM dalam memenuhi kebutuhan permodalan terhadap lembaga keuangan formal, khususnya peran KSP dan USP koperasi.

“KSP/USP koperasi merupakan lembaga keuangan alternatif perlu terus ditingkatkan kinerjanya sehingga menjadi sehat, kuat dan mandiri,” ujar Yuana.

Yuana menjelaskan KSP/USP yang sehat dan mandiri, serta memiliki kinerja yang baik dapat bersinergi dengan berbagai lembaga keuangan lainnya, antara lain PT Arta Ventura/PIP untuk menjadi penyalut kredit Ultra Mikro (Umi), maupun menjadi penyalur kredit usaha rakyat (KUR).

“Pemberdayaan KUMKM memerlukan koordinasi dan sinergi antara pemerintah pusat dan daerah, serta stakeholders termasuk dunia usaha, perbankan maupun lembaga keuangan non bank,” tukas Yuana.(jef)

 

 

 

 

 

 

Related For Responsible Financing, Solusi Gagal Bayar pada Kredit Mikro