Global News Indonesia
Menu
Apotik Kimia Farma Kini Jadi Agen46 BNI - Asian Games 2018 Peluang Produk UMKM Masuk Pasar Internasional. - Dimulai di NTT, BNI Pionir Penyaluran KUR untuk Petani Garam - Kemenkop dan UKM Berikan Bantuan Bagi Penyuluh Koperasi Korban Gempa Lombok - Tingginya Arus Mutasi di Daerah Jadi Kendala Pembinaan ASN Perkoperasian - Literasi Keuangan & Kampanye AG 2018, BNI Hadiahi 2.000 Taplus Anak - Bank DKI Raih Penghargaan Top Bank Bidang Fintech - Transaksi Non Tunai - Pelaku WP Antusias Sambut Program Bantuan Modal dari Kemenkop dan UKM - Kemenkop dan UKM Ajak Pensiunan Bantu Program Pengembangan KUMKM - Bintang Puspayoga Buka Pelatihan Klinik Bisnis Pelaku Usaha Kuliner

Responsible Financing, Solusi Gagal Bayar pada Kredit Mikro

Maret 4, 2018 | koperasi dan ukm

SEMARANG:(Globalnews.id)- Senior Financial Specialist Sector World Bank, Nazirwan menyatakan bahwa pertumbuhan kredit mikro dalam beberapa tahun trakhir melesat tinggi yang mengarah pada kemingkinan pinjaman berlebih kepada nasabah. Hal itu dikemukakan Nazirwan dalam acara Workshop Keuangan di Semarang.

“Namun, penetrasi pinjaman mikro yang tinggi bisa memicu terjadinya gagal bayar oleh para nasabah dan berdampak pada krisis keuangan,” kata Nazirwan melalui siaran pers yang diterima wartawan, Jumat (2/3/2018).

Untuk itu, menurut Nazirwan perlu diterapkan Responsible Financing atau keuangan yang bertanggungjawab demi keberlanjutan usaha. Responsible Financing bisa jadi landasan yang tepat untuk mengembalikan fokus industri keuangan mikro termasuk Koperasi Simpan Pinjam (KSP) atau Unit Simpan Pinjam (USP).

“Melalui penerapan prinsip-prinsip keuangan yang bertanggungjawab kepada anggota demi keberlanjutan usahanya,” tandas Nazirwan.

Peran KSP/USP

Deputi Bidang Pembiayaan, Kementerian Koperasi dan UKM, Yuana Sutyowati menyampaikan strategi dalam rangka peningkatan akses UMKM dalam memenuhi kebutuhan permodalan terhadap lembaga keuangan formal, khususnya peran KSP dan USP koperasi.

“KSP/USP koperasi merupakan lembaga keuangan alternatif perlu terus ditingkatkan kinerjanya sehingga menjadi sehat, kuat dan mandiri,” ujar Yuana.

Yuana menjelaskan KSP/USP yang sehat dan mandiri, serta memiliki kinerja yang baik dapat bersinergi dengan berbagai lembaga keuangan lainnya, antara lain PT Arta Ventura/PIP untuk menjadi penyalut kredit Ultra Mikro (Umi), maupun menjadi penyalur kredit usaha rakyat (KUR).

“Pemberdayaan KUMKM memerlukan koordinasi dan sinergi antara pemerintah pusat dan daerah, serta stakeholders termasuk dunia usaha, perbankan maupun lembaga keuangan non bank,” tukas Yuana.(jef)

 

 

 

 

 

 

Related For Responsible Financing, Solusi Gagal Bayar pada Kredit Mikro