Global News Indonesia
Menu
Kemenkop dan UKM Berharap Koperasi Menjelma Jadi Konglomerasi - Kemenkop dan UKM Rilis Skema Baru Penyaluran KUR - Mahasiswa dan Alumni Magister Kenotariatan Universitas Jambi Dapat Pembekalan Perkoperasian - BNI Cetak Laba Bersih Rp 13,62 Triliun Tumbuh 20,1% - Ketua DK OJK Wimboh Santoso Jadi Ketum MES 2017-2020 - Menteri Puspayoga Minta Koperasi Bisa Profesional Kelola Pasar Rakyat - Perum Jamkrindo Berikan Penjaminan Kredit Nasabah Bank Sultra - NPAK yang Terdaftar di SISMINBHKOP Baru 25 Persen - Koordinasi dengan Tim OK OC, Bank DKI Siap Dukung Program Pembangunan UMKM - Menkop dan UKM Optimis, Bukalapak Ajang UKM Naik Kelas

Revitalisasi Paviliun Provinsi LLP-KUKM Menuju Pusat Promosi Pemasaran dan Destinasi UKM Sesungguhnya

January 4, 2018 | koperasi dan ukm

JAKARTA:(Globalnews.id)-Keberadaan Paviliun Provinsi sejak 2010 yang menampilkan aneka produk UKM dari seluruh provinsi di gedung Smesco Indonesia Jakarta, akan segera mendapat sentuhan revitalisasi agar lebih memiliki nilai kompetitif bagi produk UKM seluruh Indonesia.

Pasalnya, secara umum keberadaan Paviliun Provinsi masih jauh dari kata sempurna sebagai pusat promosi dan pemasaran. “Proses revitalisasi harus segera dimulai”, tegas Sekretaris Kementerian Koperasi dan UKM Agus Muharram pada acara Rakortas antara Lembaga Layanan Pemasaran (LLP) KUKM dengan Kepala Dinas Koperasi dan UKM seluruh Indonesia, di Jakarta, Kamis (4/1).

Menurut Agus, ada beberapa alasan krusial program revitalisasi Paviliun Provinsi harus segera digulirkan. Pertama, tempat Paviliun Provinsi yang tidak terintegrasi antar paviliun. “Lantainya pun terlalu tinggi, sehingga konsumen malas naik ke atas”, kata Agus.

Kedua, produk yang ada di Paviliun Provinsi kurang terseleksi dan terkurasi dengan baik, dimana belum semua produk terstandarisasi. Ketiga, lanjut Agus, penataan produk di Paviliun Provinsi belum menarik, dalam arti belum eye catching.

“Dari sisi harga produk juga belum kompetitif, masih banyak yang mengeluh harganya mahal. Para SPG di Paviliun Provinsi belum mampu menjelaskan product knowledge secara baik. Intinya, Paviliun Provinsi belum memiliki standar pelayanan minimum”, imbuh Agus.

Oleh karena itu, Agus berharap kondisi itu harus segera didiskusikan, dimusyawarahkan, dan dituntaskan. “Karena, keberadaan Paviliun Provinsi sangat penting dan harus lebih ditingkatkan kinerjanya hingga kualitas produknya. Selain itu, agar masyarakat tahu bahwa produk Paviliun Provinsi memiliki daya saing di pasar global”, kata Agus.

Libatkan Dinas KUKM

Anggota Dewan Pengawas LLP KUKM Bintang Puspayoga juga menekankan Paviliun Provinsi harus direvitalisasi. Dan pembicaraan masalah revitalisasi ini sudah dibicarakan pada akhir 2016 lalu.

“Sejak awal kita ingin menyelesaikan masalah interen. Apakah memungkinkan pengecilan ruangan sehingga biayanya lebih kecil dan dananya bisa dipergunakan untuk keperluan lain”, kata Bintang.

Bintang mengakui dirinya juga ingin mengadakan pertemuan dengan dinas seluruh Indonesia untuk membicarakan masalah revitalisasi Paviliun Provinsi. “Kita diskusikan konsepnya seperti apa. Mari kita mencari solusi secara bersama-sama. Kadis-Kadis Koperasi dan UKM yang hadir adalah Kadis yang hebat sehingga bisa memberikan masukan yang baik sehingga kita bisa melakukan revitalisasi Paviliun Provinsi yang baik. Masing-masing provinsi mendapatkan hak yang sama untuk menampilkan produk-produk daerahnya”, kata Bintang.

Bintang pun berharap kebijakan dari seluruh dinas untuk mencari solusi yang baik dari 4 lantai menjadi 2 lantai.

Kontinuitas Produk

Dalam kesempatan yang sama, Dirut LLP KUKM Emilia Suhaimi mengungkapkan,belum semua provinsi menampilkan produk unggulannya dan belum terkurasi dengan baik.

“Kontinuitas produk yang tidak berjalan, disamping produk yang ditampilkan juga masih sangat sedikit. Selain itu, tingkat kunjungan customer ke Paviliun Provinsi masih sangat rendah sehingga tingkat perputaran produk yang ditampilkan sangat rendah”, papar Emilia.

Berdasarkan data, kata Emilia, target tingkat kunjungan dapat dilihat di setiap lantai Paviliun Provinsi belum ideal. Hal ini terkait dengan tidak terintegrasinya antara paviliun yang satu dengan lainnya. Perlu adanya integrasi antar paviliun dan pembagian area secara berimbang. Jumlah kunjungan ini memiliki korelasi yang positif dengan jumlah omset di Paviliun Provinsi.

“Oleh karena itu, perlu kiranya program promosi dapat diupayakan seefektif mungkin yang imbasnya bisa dapat dilihat melalui peningkatan jumlah pengunjung, baik di Galeri Indonesia WOW maupun Paviliun Provinsi”, jelas Emilia.

Menurut Emilia, positioning Smesco sebagai pusat promosi dan pemasaran produk KUKM Indonesia akan diperkuat dengan branding Smesco Indonesia. Selain itu, kesiapan Dinas Provinsi untuk mengirimkan produk unggulan daerah ke Paviliun Provinsi sehingga dapat menjaga ketersediaan stock inventory dan dapat dijadikan sebagai produk potensial ekspor.

Hal lainnya, lanjut Emilia, display permanen produk unggulan daerah di Paviliun Provinsi Gedung SME Tower yang saat ini terdiri dari 4 lantai menjadi 2 lantai. Dinas Provinsi juga diharapkan untuk mendukung dan berpartisipasi pada event promosi tahunan Smesco.

“Dengan dasar itulah dalam rangka memperkuat akses pasar produk KUKM, khususnya Paviliun Provinsi, LLP KUKM melakukan Revitalisasi Paviliun Provinsi yang bertujuan untuk menjadi pusat promosi dan pemasaran produk-produk unggulan KUKM seluruh Indonesia dan sebagai destinasi belanja dan pusat oleh-oleh Indonesia”, pungkas Emilia. (jef)

Related For Revitalisasi Paviliun Provinsi LLP-KUKM Menuju Pusat Promosi Pemasaran dan Destinasi UKM Sesungguhnya