Global News Indonesia
Menu
Kemenkop dan UKM Fasilitasi KUKM Potensial Ekspor untuk Ikut TEI 2018 - Koperasi Miliki Peran Strategis untuk Pemerataan Ekonomi Daerah - Indonesia Siap Edukasi UMKM dengan Fintech - BNI ITB Ultra Marathon, Momentum Cintai Kampus dengan Olahraga & Reksadana - Berperan Untuk Ekonomi Dunia yang Lebih Baik - Kemenkop dan UKM Sebut Banyak Peluang Anak Muda di Era Revolusi Industri 4.0 - Kemenkop dan UKM Ingatkan Dekopin Evaluasi Pelaksanaan Tugas dan Rekomendasi Hasil Kongres Koperasi - Presiden Jokowi Bersama Para Menteri Kabinet Kerja Apresiasi Kopi Solidaritas - BNI Mendapat Dukungan dari Standard Chartered, DBS, UOB dan HSBC - Bantu Korban Bencana, BNI Ajak Psikolog Beri Pertolongan Pertama Psikologi Pascabencana

Selama 2016 LPS Likuidasi 10 BPR dan BPRS

Januari 12, 2017 | ekbis
Kepala Eksekutif LPS Faizi Ichsan

Kepala Eksekutif LPS Faizi Ichsan

JAKARTA (Globalnews.id)–Selama tahun 2016 Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) telah melikuidasi 10 Bank Perkreditan Rakyat (BPR) dan Bank Perkreditan Rakyat Syariah (BPRS) yang dicabut izin usahanya oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

“Selama 2016 LPS telah melikuidasi 10 BPR dan BPRS yang dicabut izin usahanya OJK,” kata Direktur Eksekutif Klaim dan Resolusi Bank LPS, Ferdinan D Purba di, Kamis (12/1).

Dikatakan, adapun rincian tersebut, 8 bank adalah BPR dan 2 bank adalah BPRS. Kesepuluh bank tersebut di beberapa provinsi yaitu Jawa Timur 3 bank, Sumatera Barat 2 bank, Jawa Barat 2 bank, Yogyakarta 1 bank. Adapun di Sulawesi Selatan 1 bank dan Sulawesi Tenggara 1 bank.

Dikatakan, selama 2016 LPS telah membayar klaim kepada nasabah bank yang dicabut izinnya sebesar Rp 168,51 miliar selama 2016. Adapun jumlah rekening yang telah dibayarkan simpanannya mencapai 36.513 rekening.

Dikatakan, total aset dari 10 bank yang dilikuidasi tersebut mencapai Rp 73,95 miliar, sedangkan kredit yang disalurkan mencapai Rp 237 miliar.

Dari total tersebut, kewajiban bank tersebut mencapai Rp 251,3 miliar sedangkan total simpanan yang diatur mencapai Rp 176,6 miliar.

Dijelaskan, dari total simpanan ini sekitar Rp 168,5 miliar yang layak dibayar, sedangkan sisanya sekitar Rp 27 miliar sepenuhnya tidak dibayar, karena tingkat bunga yang diberikan bank tersebut melebihi tingkat suku bunga LPS.

“Penyebab simpanan tidak layak bayar, itu didominasi tingkat suku bunganya melampaui ketentuan LPS,”paparnya.

Ferdinan menuturkan, selama pembayaran klaim pada tahun 2016 terdapat 2.033 rekening tidak layak bayar.

Lebih lanjut dikatakan Ferdinan,  sejak LPS beroperasi tahun 2005, klaim yang telah dibayarkan LPS mencapai Rp 1,176 triliun dengan jumlah rekening sebanyak 152.883 rekening.

Sedangkan hingga 2016, akumulasi bank dalam likuidasi (BDL) mencapai 76 BPR-BPRS juga termasuk 1 bank umum. Dari jumlah tersebut 63 BPR/BPRS ini sudah selesai dan 13 bank lagi masih dalam proses, (jef)

Related For Selama 2016 LPS Likuidasi 10 BPR dan BPRS