Menu
Dukung Pengembangan UMKM DIY, Angkasa Pura I Berikan Pelatihan Pemasaran Digital pada Mitra Binaan - Melalui Pelatihan SDM Akan Tercipta Koperasi Koperasi Modern - Penjelasan Pelaksanaan Penyaluran Banpres Produktif Usaha Mikro - MenKopUKM Minta UMKM Masuk ke Dalam Produk Berbasis Inovasi dan Kreativitas - KemenkopUKM Gelar Pelatihan Vocational Ekspor Impor Produk UKM di Kuningan Jabar - Almaira Balques Kemalputri Juarai Kejurnas Taekwondo " Bharaduta Open2 Online Championship" di Kelas Poomsae. - MenKopUKM Tegaskan Kelembagaan Ekonomi Petani Perlu Dibenahi untuk Mewujudkan Ketahanan Pangan - Digitalisasi UMKM Indonesia Timur Episode Kota Jayapura, Bangkitkan Ekonomi Lokal - Bukti Kontribusi terhadap Dunia Pendidikan, Angkasa Pura I Raih Penghargaan ISDA 2021 - MenKopUKM Lepas Ekspor Biji Kopi Hasil Koperasi Ke Arab Saudi

Selama 2016 LPS Likuidasi 10 BPR dan BPRS

Januari 12, 2017 | ekbis
Kepala Eksekutif LPS Faizi Ichsan

Kepala Eksekutif LPS Faizi Ichsan

JAKARTA (Globalnews.id)–Selama tahun 2016 Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) telah melikuidasi 10 Bank Perkreditan Rakyat (BPR) dan Bank Perkreditan Rakyat Syariah (BPRS) yang dicabut izin usahanya oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

“Selama 2016 LPS telah melikuidasi 10 BPR dan BPRS yang dicabut izin usahanya OJK,” kata Direktur Eksekutif Klaim dan Resolusi Bank LPS, Ferdinan D Purba di, Kamis (12/1).

Dikatakan, adapun rincian tersebut, 8 bank adalah BPR dan 2 bank adalah BPRS. Kesepuluh bank tersebut di beberapa provinsi yaitu Jawa Timur 3 bank, Sumatera Barat 2 bank, Jawa Barat 2 bank, Yogyakarta 1 bank. Adapun di Sulawesi Selatan 1 bank dan Sulawesi Tenggara 1 bank.

Dikatakan, selama 2016 LPS telah membayar klaim kepada nasabah bank yang dicabut izinnya sebesar Rp 168,51 miliar selama 2016. Adapun jumlah rekening yang telah dibayarkan simpanannya mencapai 36.513 rekening.

Dikatakan, total aset dari 10 bank yang dilikuidasi tersebut mencapai Rp 73,95 miliar, sedangkan kredit yang disalurkan mencapai Rp 237 miliar.

Dari total tersebut, kewajiban bank tersebut mencapai Rp 251,3 miliar sedangkan total simpanan yang diatur mencapai Rp 176,6 miliar.

Dijelaskan, dari total simpanan ini sekitar Rp 168,5 miliar yang layak dibayar, sedangkan sisanya sekitar Rp 27 miliar sepenuhnya tidak dibayar, karena tingkat bunga yang diberikan bank tersebut melebihi tingkat suku bunga LPS.

“Penyebab simpanan tidak layak bayar, itu didominasi tingkat suku bunganya melampaui ketentuan LPS,”paparnya.

Ferdinan menuturkan, selama pembayaran klaim pada tahun 2016 terdapat 2.033 rekening tidak layak bayar.

Lebih lanjut dikatakan Ferdinan,  sejak LPS beroperasi tahun 2005, klaim yang telah dibayarkan LPS mencapai Rp 1,176 triliun dengan jumlah rekening sebanyak 152.883 rekening.

Sedangkan hingga 2016, akumulasi bank dalam likuidasi (BDL) mencapai 76 BPR-BPRS juga termasuk 1 bank umum. Dari jumlah tersebut 63 BPR/BPRS ini sudah selesai dan 13 bank lagi masih dalam proses, (jef)

Related For Selama 2016 LPS Likuidasi 10 BPR dan BPRS