Menu
Seskemenkop dan UKM Apresiasi LPDB dan Pemprov Sulsel - Kabar Gembira bagi Pemilik Kapal, Dokumen Bisa Jadi Agunan Kredit - Menkop dan UKM Teten Masduki: UMKM Harus Mampu Memahami Tren Market Dunia - Gandeng Sicepat Ekspres, Skeenshop.id Siap Beri yang Terbaik Bagi Pelanggan - Angkasa Pura I Raih Penghargaan RRI iConomics BUMN Brand Award 2020 "Millenial's Choice" - LPDB KUMKM Berikan Kelonggaran Penundaan Pembayaran Sampai 12 Bulan bagi Pedagang Terdampak Kebakaran Pasar Cempaka Putih - KemenkopUKM beri Pembekalan Peserta Magang Bagi Pemuda Untuk Mencetak Wirausaha Baru - Dukung Qanun LKS Aceh, BNI Syariah Total Tambah 13 Outlet Baru - KemenkopUKM Gulirkan Program Magang Untuk Cetak Wirausaha Baru - KemenkopUKM Siapkan Bantuan Program Buat Pedagang yang Terdampak Kebakaran di Pasar Cempaka Putih

Semester I Tahun 2019, Kredit BNI Tumbuh 20%

Juli 23, 2019 | ekbis

JAKARTA:(GLOBALNEWS.ID)-Pada paruh pertama tahun 2019, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (IDX: BBNI) terus mencatatkan pertumbuhan kredit yang solid sebesar 20% year on year (YOY) yaitu dari Rp 457,81 triliun pada Semester I 2018 menjadi Rp 549,23 triliun pada Semester I 2019.

Demikian laporan kinerja kuartal 12019 yang ipaparkan direksi BNI di Jakarta Selasa (23/7). Dijelaskan, realisasi kredit tersebut menunjukkan fungsi intermediasi yang dijalankan BNI berjalan secara optimal dan seiring dengan upaya pemerintah yang terus mendorong momentum pertumbuhan ekonomi, di tengah kondisi ketidakpastian pasar keuangan global.
      
Pertumbuhan kredit BNI didorong oleh pembiayaan pada korporasi yang mencapai 51,9% dari total portfolio kredit BNI, dengan fokus pembiayaan pada sektor-sektor unggulan yang memiliki risiko relatif rendah, terutama ke sektor manufaktur, perdagangan, restoran dan hotel, serta jasa dunia usaha. Hal ini sejalan dengan strategi yang telah ditetapkan BNI, yaitu menjaga komposisi kredit korporasi dalam kisaran 50% hingga 55% dari total kredit. Kredit korporasi BNI tersalurkan pada korporasi swasta dan BUMN, yang masing-masing tumbuh 27,8% YOY dan 24,9% YOY.
    
   Kredit yang dialirkan pada segmen usaha kecil pun mencatatkan pertumbuhan yang baik yaitu 21,5% YOY, termasuk di dalamnya adalah penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang menjadi program utama pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Sementara untuk kredit segmen menengah tetap dijaga pertumbuhannya yang moderat yaitu sebesar 7,6% YOY.
    
   Adapun pada Segmen Konsumer, Kredit Tanpa Agunan berbasis _payroll_ masih menjadi kontributor utama pertumbuhan yaitu sebesar 12,8% YOY. Sementara untuk mortgage dan credit card masih mencatatkan pertumbuhannya itu masing-masing sebesar 8,9% dan 4% YOY.
    
   Penyaluran Kredit BNI yang solid ditopang oleh kemampuan BNI untuk menjaga likuiditas di tengah kondisi pasar keuangan yang ketat, di mana Dana Pihak Ketiga (DPK) tumbuh 13% secara YOY, dari Rp 526,48 triliun pada Semester I 2018 menjadi Rp 595,07 triliun pada Semester I 2019. BNI juga mampu menjaga rasio dana murah yang ditunjukkan dari komposisi CASA yang mencapai 64,6% dari total DPK.
     
  Dalam upaya menghimpun dana murah tersebut, BNI terus mengembangkan layanan _digital banking_, meningkatkan sinergi dengan berbagai Badan Usaha Milik Negara (BUMN), serta mengembangkan layanan bagi lembaga pemerintahan. Keberhasilan dalam upaya ini dapat dibuktikan dengan penambahan jumlah rekening sekitar 7,5 juta dari 39 juta rekening pada Semester I 2018 menjadi 46,5 juta rekening pada Semester I 2019. Selain itu, BNI juga terus meningkatkan jumlah _branchless banking_ dari 94 ribu menjadi 124 ribu Agen46 yang disertai dengan kegiatan promosi agensi kemitraan.

Profitabilitas
     
   Pencapaian BNI lainnya yang juga sangat baik adalah pertumbuhan _Non Interest Income_ atau _fee based income_, di mana pada Semester I 2019 tumbuh 11,6% YOY. Sebesar 96,5% _Non Interest Income_ BNI ditopang oleh _recurring fee_ yang mencatatkan pertumbuhan 16,6% YOY, menjadi Rp 5,2 triliun. Pertumbuhan ini berkontribusi sebesar 21,6% terhadap total _operating income_ BNI pada Semester I tahun 2019.
    
   Kenaikan _Non Interest Income_ pada Semester I 2019 didorong oleh kontribusi _fee_ dari segmen _business banking_, antara lain _fee_ dari _trade finance_ yang tumbuh 15,8%, fee sindikasi yang tumbuh 76,5% dan _fee_ bank garansi yang tumbuh 1,3%, sedangkan sisanya dari pertumbuhan bisnis Consumer & Retail antara lain _fee_ pengelolaan kartu debit dengan pertumbuhan 65,3%, dan _fee_ bisnis kartu yang tumbuh 12,9%.
    
  Selain _Non Interest Income_,  BNI juga mencatat pertumbuhan Pendapatan Bunga Bersih sebesar 1% YOY, yaitu dari Rp 17,45 triliun pada Semester I 2018 menjadi Rp 17,61 triliun pada Semester I 2019.  Dari keseluruhan pertumbuhan Pendapatan Bunga Bersih, _Non Interest Income_, dan terjaganya biaya operasional yang tumbuh 7%, BNI mencatatkan perolehan laba bersih sebesar Rp 7,63 triliun pada Semester I 2019 yang tumbuh sebesar 2,7% YOY, dari Rp 7,44 triliun pada Semester I 2018.
    
  Dari sisi kualitas aset, NPL Gross BNI tercatat membaik menjadi 1,8% pada Semester I 2019 dari periode yang sama di tahun sebelumnya 2,1%. Credit cost juga menunjukkan perbaikan dengan turun dari 1,7% pada Semester I 2018 menjadi 1,4% pada Semester I 2019, sementara _coverage ratio_ terus meningkat dari 150,2% di Semester I 2018 menjadi 156,5% pada akhir Semester I 2019. (jef)

Related For Semester I Tahun 2019, Kredit BNI Tumbuh 20%