Menu
Perlu Sinergi antar Pelaku Usaha dengan Regulator Agar Industri Jasa Logistik Bisa Survive - Angkasa Pura I Tetap Lakukan Investasi Namun Selektif Sesuai Kebutuhan - MenkopUKM Fokus Siapkan Koperasi Percontohan di Sektor Pangan - Agar Mampu Jadi Kekuatan Ekonomi, Koperasi Diarahkan Dikelola Secara Modern - MenkopUKM Siapkan Model Bisnis Koperasi Pangan Mirip Korporasi - Tingkatkan Literasi Keuangan Syariah, BNI Syariah Gelar ELSYA MES Goes To Campus - Per September 2020, Realisasi Program PEN Melalui LPDB-KUMKM Capai Rp1 Triliun - Akses Pasar Terbuka Luas, KemenkopUKM Latih Pengrajin Anyaman untuk Dorong Ekspor Produk - Bank DKI Raih Penghargaan Infobank Awards 2020 - *Masalah Likuiditas Koperasi Jadi Pemicu Rush Money*

Serahkan Banpres di Karangasem, MenkopUKM Berpesan Agar Digunakan Untuk Usaha Produktif

September 6, 2020 | koperasi dan ukm

Karangasem:(Globalnews.id)- Menteri Koperasi dan UKM, Teten Masduki menyerahkan secara simbolis Bantuan Presiden Produktif Usaha Mikro kepada 4 pelaku usaha mikro di Karangasem, Bali. Mereka yang menerima bantuan adalah, Ni Made Rusni (pengrajin tamas), Ni Kadek Anis (pengrajin tenun) disalurkan oleh Bank BNI dan I Wayan Marta (nelayan dan jasa wisata), I Ketut Lilit (kerajinan atta) yang disalurkan oleh Bank BRI.

MenkopUKM Teten Masduki berharap Banpres senilai Rp.2,4 juta tersebut dapat digunakan untuk meningkat usaha produktif, agar bisa lebih berkembang dan dapat meningkatkan perekonomian.

“Banpres ini adalah hibah. Gunakan sebaik-baiknya untuk usaha.produktif. Uang yang didapatkan bisa diputar agar usahanya tetap bertahan,” tegas MenkopUKM Teten Masduki didampingi Bupati Karangasem  I Gusti Ayu Mas Sumatri di Cagar Budaya Taman Sukasada Ujung, Kabupaten Karangasem, Bali, Sabtu (5/9/2020).

Hadir Deputi Produksi dan Pemasaran KemenkopUKM Victoria Simanungkalit, Dirut LPDB Supomo, Dirut Smesco Indonesia Leonard Theosabrata, dan Staf Khusus Menteri Vicky Satari.

Teten Masduki mengatakan, dana banpres tersebut dapat digunakan sebagai modal awal untuk meningkatkan produksi dan jika telah bankable, maka bisa ditingkatkan untuk mengajukan kredit usaha rakyat (KUR) super mikro dibawah Rp.10 juta dengan bunga 0 persen.

“Kita pahami ekonomi lesu. Rp.100 sampai 200 ribu sebulan digunakan untuk kebutuhan konsumsi tidak apa-apa. Apalagi dari modal awal Rp.2.4 juta mereka bankable bisa ditingkatkan untuk dapat KUR usaha super mikro dibawah Rp.10 juta dapat 0 persen,” katanya.

MenkopUKM menjelaskan, kunjungan kerja ke Bali tersebut, juga dalam rangka memastikan banpres produktif usaha mikro telah diterima oleh masyarakat. Pihaknya berjanji akan melakukan kordinasi dengan penyalur yaitu BRI dan BNI, jika ditemukan adanya pelaku usaha mikro yang belum mendapatkannya.

“Mengecek juga apakah banpres sudah diterima. Tadi ibu bupati sampaikan masih ada beberapa usulan belum turun. Ini catatan kami untuk kordinasikan dengan penyalurnya BRI dan BNi,” tambahnya.

Sementara itu, Bupati Karangasem I Gusti Ayu Mas Sumatri mengatakan, jumlah pelaku UMKM di Kabupaten Karangasem mencapai 31.513, Dari jumlah tersebut, pihaknya mengusulkan 10 ribu pelaku usaha mikro untuk bisa mendapatkan banpres.

“Bahwa masyarakat bisa dapatkan hak-haknya sebanyak 10 ribu lebih. Sudah diusulkan melalui BRI 720. Namun baru disalurkan 601 usaha mikro. Mohon pak menteri untuk menyalurkan hak mereka,” katanya.(jef)

Related For Serahkan Banpres di Karangasem, MenkopUKM Berpesan Agar Digunakan Untuk Usaha Produktif